Pentingnya Pakai Masker untuk Lindungi Orang Lain Seorang warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah di Kelurahan Ampenan Tengah, Mataram, NTB, Minggu (5/4/2020). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

MerahPutih.com - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memakai masker adalah untuk melindungi orang lain.

Hal itu disampaikan Wiku dalam diskusi bertajuk "Sosialisasi pedoman standar Alat Pelindung Diri (APD) dan jenis-jenis tes COVID-19 di Indonesia” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (15/4).

Baca Juga

Gelar Rapid Test di Warkop, Polisi Temukan 2 Orang Positif COVID-19

"Kita memakai masker untuk melindungi orang lain. Siapa tahu kita terinfeksi COVID-19 tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular," kata Wiku.

Pada acara yang dipandu praktisi kesehatan Lula Kamal tersebut, Wiku juga menuturkan bahwa setiap orang bisa membuat sendiri masker yang diperlukan dengan bahan kain.

Syarat minimal masker kain yang direkomendasikan adalah berbahan katun, menggunakan tiga lapis kain, kemudian disesuaikan dengan bentuk wajah.

"Yang penting adalah menutup dagu, mulut, sampai pipi" paparnya.

Tangkapan layar siaran streaming BNPB saat pakar gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan materi, Rabu, 15 April 2020. (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)
Tangkapan layar siaran streaming BNPB saat pakar gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan materi, Rabu, 15 April 2020. (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)

Dalam kesempatan tersebut Wiku juga menjelaskan mengenai dua jenis tes COVID-19 yang marak di masyarakat.

Jenis tes pertama adalah rapid test atau tes cepat. Tes jenis ini mengambil sampel darah untuk mengukur kondisi antibodi di tubuh peserta tes. Sehingga dapat diketahui reaksi tubuh peserta tes untuk melawan virus.

Tes kedua adalah apa yang dikenal sebagai RTPCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction), yang dapat memberikan hasil lebih akurat. Pada masyarakat umum, tes ini lebih populer dengan nama test swab.

RTPCR mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat usap melalui hidung. Selain dari hidung, sampel cairan tubuh untuk tes ini dapat juga diambil dari dahak.

Pentingnya melakukan tes swab atau RTPCR disebabkan mungkin saja seseorang dinyatakan negatif COVID-19 saat dilakukan rapid test karena daya tahan tubuhnya sedang bagus, namun saat dilakukan tes swab baru diketahui tubuhnya telah terinfeksi virus corona.

Baca Juga

Disiplin Masyarakat Rendah, COVID-19 Makin Betah di Indonesia

Sebelum menutup diskusi, Wiku mengingatkan kembali bahwa penggunaan masker dan dua macam tes di atas hanya merupakan bagian dari upaya pembatasan gerak penyebaran virus corona.

"Cara-cara untuk memutus rantai COVID-19 adalah menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak," pungkas Wiku. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjelasan Wagub DKI soal Pemasangan Stiker di Rumah Pasien OTG COVID-19
Indonesia
Penjelasan Wagub DKI soal Pemasangan Stiker di Rumah Pasien OTG COVID-19

Pemerintah Provinsi DKI bakal memasang stiker di rumah warga yang ada orang tanpa gejala COVID-19.

Meski Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berpeluang Bebas
Indonesia
Meski Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berpeluang Bebas

Djoko Tjandra masih bisa mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Pekerja Positif COVID-19, Obyek Wisata Umbul Ponggok Ditutup
Indonesia
Pekerja Positif COVID-19, Obyek Wisata Umbul Ponggok Ditutup

Pemerintah Kabupaten Klaten menutup objek wisata air Umbul Ponggok selama tiga hari atau Senin-Rabu (2-4/11).

Pasien COVID-19 Klaster Bogor Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo
Indonesia
Pasien COVID-19 Klaster Bogor Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo

Sudah ada tiga pasien positif corona meninggal dunia di RSUD dr Moewardi dari rombongan klaster seminar Bogor.

Mantan Menkes Siti Fadilah Bebas dari Rutan Pondok Bambu
Indonesia
Mantan Menkes Siti Fadilah Bebas dari Rutan Pondok Bambu

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Penderita COVID-19 di Secapa TNI-AD Menyusut Drastis
Indonesia
Penderita COVID-19 di Secapa TNI-AD Menyusut Drastis

"Sehingga, untuk total pasien yang terpapar COVID-19 kini masih 13,2 persen dari total sebelumnya," jelas Nefra

Eks Dirkeu PT AP II Merasa Dizalimi karena Utang Eks Dirut PT INTI Dianggap Suap
Indonesia
Eks Dirkeu PT AP II Merasa Dizalimi karena Utang Eks Dirut PT INTI Dianggap Suap

Andra Y Agussalam mengungkapkan bahwa isi pertemuannya dengan eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mapangara salah satunya membahas mengenai peminjaman uang.

PBNU Persilakan Khatib Punya Sertifikat, Asal....
Indonesia
PBNU Persilakan Khatib Punya Sertifikat, Asal....

Terkadang ada beberapa pendakwah yang memang semestinya belum dalam kapasitasnya

Ini Kelebihan Bodycam yang Bakal Dipasang di Tubuh Polisi
Indonesia
Ini Kelebihan Bodycam yang Bakal Dipasang di Tubuh Polisi

Bodycam merupakan alat perekam yang biasa digunakan polisi di negara-negara maju.