Pentingnya Membenahi Diri Sebelum Menjadi Orangtua Menjadi orangtua membutuhkan ketenangan batin dan mental yang kuat. (Foto: Pixabay/skalekar1992)

BELUM pernah ada orang yang mengatakan bahwa menjadi orangtua itu mudah. Keputusan untuk melahirkan seorang anak di tengah keluarga adalah keputusan besar yang perlu dipertimbangkan secara matang. Apalagi di era modern seperti saat ini biaya hidup kian meningkat termasuk biaya memiliki seorang anak.

Dimulai dari biaya melahirkan, imunisasi, kebutuhan sehari-hari, hingga akhirnya sang anak mampu berdiri di kakinya sendiri untuk melanjutkan perjuangan hidup. Memiliki seorang anak adalah komitmen yang harus dipegang orangtua seumur hidupnya.

Baca juga:

Makan Enak Bebas Kolesterol saat Lebaran

Melansir dari womenshealthmag.com, sayangnya banyak pasangan yang siap menikah dan hidup selamanya dengan sang pujaan hati tetapi tidak siap menjadi orangtua. Berbagai faktor seperti trauma masa kecil, ketakutan terhadap masa depan, atau inner child yang belum sempat disembuhkan sebelum menikah bisa menyebabkan orangtua melakukan tindakan fatal kepada anak atau bahkan berujung perceraian.

Akhirnya kamu dan pasangan melahirkan kembali generasi dengan inner child yang terluka dan rasa trauma besar yang pasti sulit disembuhkan. Itu lah alasan mengapa penting sekali membenahi diri dan menyembuhkan trauma masa kecil sebelum akhirnya memutuskan memiliki buah hati.

1. Anak menjadi korban

Anak seringkali menjadi korban dari trauma orangtua yang belum sembuh. (Foto: Pixabay/Counselling)
Anak seringkali menjadi korban dari trauma orangtua yang belum sembuh. (Foto: Pixabay/Counselling)

Anak tidak pernah minta untuk dilahirkan. Kehadiran buah hati di tengah keluarga adalah hasil buah cinta dari kedua orangtua itu sendiri. Anak yang terlahir ke dunia bagaikan kertas putih kosong tanpa noda sedikit pun. Sudah menjadi tugas orangtua untuk menulis memori manis di dalam kertas putih kosong tersebut.

Tetapi jika kenyataannya kamu belum siap menjadi orangtua, anak akan menjadi korban keegoisan dan berujung trauma terhadap orangtuanya sendiri. Tak jarang orangtua yang memiliki luka inner child melampiaskan rasa sakit hatinya kepada anak sehingga sang anak harus menanggung beban yang sangat besar sejak usia belia.

2. Menyesal di kemudian hari

Berujung menyalahkan keadaan dan orang-orang sekitar. (Foto: Pixabay/whoismargot)
Berujung menyalahkan keadaan dan orang-orang sekitar. (Foto: Pixabay/whoismargot)

Belum sempat membenahi diri sebelum menikah bisa berujung fatal. Perlu kamu ketahui, menikah tak selamanya berjalan dengan indah setiap hari. Kamu dan pasangan akan menemukan berbagai kerikil kehidupan yang dapat menyayat hati. Sebelum memutuskan untuk menambah “tantangan” baru dalam hidup, sebaiknya sembuhkan terlebih dahulu luka-luka dalam hati yang masih tersisa.

Jangan sampai keputusan untuk menikah dan memiliki anak membuatmu menyesal hanya karena trauma lama yang belum sempat disembuhkan. Akibatnya kamu akan menyalahkan pasangan dan anak atas penderitaan yang kamu alami. Padahal penderitaan tersebut datang dari inner child yang belum sempat disembuhkan.

Baca juga:

Nostalgia Gelang Karet Keseimbangan

3. Kesempatan menciptakan keluarga ideal

Semua orang memiliki kesempatan untuk membangun keluarga harmonis. (Foto: Pixabay/chillla70)
Semua orang memiliki kesempatan untuk membangun keluarga harmonis. (Foto: Pixabay/chillla70)

Di tengah keterpurukan, percayalah bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk hidup bahagia dan membangun keluarga yang harmonis. Salah satu tujuan membenahi diri sebelum memiliki anak adalah agar kelak anak-anakmu memiliki keluarga ideal yang berbahagia setiap hari. Kamu dan pasangan tidak akan mampu menciptakan keluarga yang ideal jika salah satunya masih memiliki trauma.

4. Memengaruhi masa depan anak

Semua yang dilakukan oleh orangtua akan memengaruhi masa depan si kecil. (Foto: Pixabay/yohoprashant)
Semua yang dilakukan oleh orangtua akan memengaruhi masa depan si kecil. (Foto: Pixabay/yohoprashant)

Tumbuh di tengah keluarga yang berantakan dan menyebabkan inner child terluka parah pasti membuat dirimu memiliki keinginan untuk kelak bisa memberikan kehidupan yang jauh lebih baik kepada anak. Tetapi kamu perlu tahu bahwa semua hal baik yang telah direncanakan untuk sang buah hati tidak dapat terlaksana jika inner child yang ada di dalam dirimu masih terluka.

Sebelum memutuskan untuk memiliki anak, ada baiknya untuk sembuhkan terlebih dahulu inner child yang terluka agar kamu bisa memberikan yang terbaik untuk anak. (Mar)

Baca juga:

Melepas Rindu Mudik Lewat Sajian Hidangan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Film Adaptasi 'Streets of Rage' Bakal Digarap oleh Kreator John Wick
ShowBiz
Film Adaptasi 'Streets of Rage' Bakal Digarap oleh Kreator John Wick

Streets of Rage adalah game klasik dari Sega.

Vina Panduwinata dan Loka Manya Prawiro Hadirkan Single 'Perpisahan'
ShowBiz
Trik Menyeimbangkan Pekerjaan dan Hubungan
Hiburan & Gaya Hidup
Trik Menyeimbangkan Pekerjaan dan Hubungan

Kamu dan pasangan tetap perlu merasa didukung, dihargai, dan dicintai.

Cukup Berolahraga di Akhir Pekan untuk Menjaga Kesehatanmu
Fun
Cukup Berolahraga di Akhir Pekan untuk Menjaga Kesehatanmu

Tak perlu ngoyo, olahraga di akhir sudah cukup.

Jangan Tunggu Rusak, Ini Pentingnya Merawat AC Mobil
Fun
Jangan Tunggu Rusak, Ini Pentingnya Merawat AC Mobil

Perawatan pada komponen kendaraan seperti AC mobil sangat diperlukan

Horoskop Asmara Zodiak Berelemen Api di 2022
Fun
Horoskop Asmara Zodiak Berelemen Api di 2022

Melihat prediksi percintaan zodiak berelemen api di 2022.

Begini Cara Pria Taurus Menyatakan Cintanya
Fun
Begini Cara Pria Taurus Menyatakan Cintanya

Pria Taurus memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan perasaan cinta.

 Tips Mengenali Tanda Ketidakcocokan Perawatan Wajah
Fun
Tips Mengenali Tanda Ketidakcocokan Perawatan Wajah

Ketika memilih produk untuk perawatan wajah tak melulu seseorang cocok dengan sebuah produk. Karena itu, jangan sembarangan dalam memilih produk dan kenali tanda-tanda ketidakcocokan.

Crypto 'Tempat Terbaik' Mengamankan Kekayaan Selama Kenaikan Suku Bunga Fed
Fun
Berkaca dari Aliando Syarief, Apa itu OCD?
Fun
Berkaca dari Aliando Syarief, Apa itu OCD?

Aliando Syarief didiagnosis OCD dan membuatnya sulit melakukan aktivitas.