Pentingnya Komunikasi dengan Hair Dresser Sebelum Potong Rambut Berkonsultasilah untuk mendapatkan gaya yang maksimal. (Foto: pixabay/kaleido-dp)

KETIKA kita ke salon untuk melakukan perawatan rambut hal yang paling sering terjadi di salon adalah petugas kasir mengarahkan kita cuci rambut lalu memanggil hairdresser untuk memotong rambut kita.

Beberapa ada yang merasa tak puas dengan hasil potongan rambutnya dan enggan untuk kembali ke salon. Hal yang harus dilakukan untuk menghindari bad hair day. Kita harus tahu apa yang kita inginkan. Selain itu kita bisa minta untuk berdiskusi dengan hairdresser mengenai model rambut yang diinginkan.

Terkadang kita melewatkan waktu untuk berkonsultasi dengan hairdresser. Padahal, menurut Brand General Manager Matrix Indonesia, Amanda Indarwulan waktu untuk berdiskusi dengan hairdresser merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum memotong rambut.

“Berkonsultasi dengan hairdresser penting untuk dilakukan karena sebenarnya stylishnya yang paham rambut kita harus diapakan,” ucap Amanda.

Amanda mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mengedukasi pihak salon untuk melakukan konsultasi dengan konsumen. Tidak adanya permintaan dari pelanggan, membuat pihak salon menjadi pasif dan tidak terbiasa untuk berkonsultasi dengan pelanggan.

nyalon
Hairdresser harusnya lebih tahu kondisi rambut customernya. (Foto: pixabay/bk_numberone)

Hairdresser yang ada di luar negeri bisa advance karena mereka tak hanya berfungsi sebagai hairdresser tetapi juga konsultan rambut. Budaya seperti itu belum terbiasa di Indonesia,” tutur Amanda. Konsultasi sebelum memotong rambut juga perlu dilakukan untuk membangun komunikasi dan kepercayaan antara pelanggan dan hairdresser.

Berkonsultasi tak hanya harus dilakukan ketika kita ingin memotong rambut. Hal serupa juga harus kita lakukan apabila kita ingin melakukan perawatan rambut lainnya. “Different mask for different hair type. Hairdresser harusnya lebih tahu kondisi rambut customernya,” jelas Amanda.

Amanda melihat, penting bagi pelanggan untuk mendapat informasi tentang perawatan yang dibutuhkan. Dengan demikian, hasil perawatan pun akan maksimal.

Be a smart consument sambil beritahu yang diinginkan. Kalau memang belum tahu mau diapakan, mintalah konsultasi dengan hairstylish,” imbuh Amanda.

Konsultasi sebelum melakukan perawatan rambut tak hanya membuat perawatan rambut menjadi maksimal. Komunikasi antara hairdresser dan pelanggan juga membangun loyalitas pelanggan. Beberapa orang rela pindah salon apabila hairdresser langganannya pindah salon. Itu juga dapat menguntungkan hairdresser yang bersangkutan. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo