Kesehatan

Penting, Kontrol Porsi Makan saat Lebaran

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 23 April 2023
Penting, Kontrol Porsi Makan saat Lebaran

Banyak orang yang akan kebablasan makan saat merayakan Lebaran. (foto:unsplash_mufid majnun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKANAN lezat tersaji di hari raya. Itulah yang jadi godaan sesungguhnya. Tidak jarang, banyak orang akan kebablasan makan saat merayakan Lebaran karena tergiur kenikmatan opor, rendang, dan ketupat. Padahal, kebablasan makan banyak di hari raya bukanlah hal yang baik. Satu risiko yang pasti ialah kenaikan berat badan.

“Atur porsi makan ketika Lebaran. Setengah piring sayur dan buah, seperempat piring nasi, dan seperempat piring lagi lauk pauk tanpa kuah santan,” kata dokter dan ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen, dikutip ANTARA.

BACA JUGA:

Jangan Kalap, Batasi Konsumsi Kuah Bersantan Saat Lebaran



Ia menjelaskan, makan menu yang berbeda saat berkunjung ke rumah kerabat dapat membantu menjaga asupan gizi seimbang. Hal itu terjadi karena kalori tidak menumpuk pada jenis makanan yang sama. Tan juga memberikan beberapa cara agar kamu bisa tetap makan dengan enak dan sehat selama Lebaran, yaitu dengan makan dengan porsi lengkap dan asupan gizi seimbang pada saat pertama makan di rumah masing-masing.

makanan
Sebaiknya konsumsi makanan yang bervariasi saat Lebaran. (foto: unsplash_wherda arsianto)


“Kemudian di rumah kedua dan ketiga, bisa ambil rujak, es buah, atau camilan yang sifatnya ringan supaya tidak menumpuk makanan dalam sehari,” katanya. Tan menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung santan jika sudah dihangatkan berulang kali karena kandungannya sudah berubah menjadi lemak jenuh.


Selain menyediakan makanan yang enak, tuan rumah sebaiknya juga perlu menyediakan opsi menu lain yang lebih ringan dan tidak mengandung santan. Sop, soto bening, dan bakso menjadi makanan yang cocok agar tidak mengonsumsi kandungan santan yang berlebih.

BACA JUGA:

Batasi Makan Manis dan Berlemak saat Lebaran


“Jangan terlalu banyak masaknya (yang bersantan), cukup sejumlah anggota keluarga yang ada dan akan datang ditambah satu porsi lagi supaya tidak perlu dihangatkan berulang,” ujar Tan.


Walaupun Lebaran menjadi sebuah perayaan, bukan berarti jadi hari untuk bermalas-malasan. Kamu tetap harus melakukan olahraga, sekalipun dalam gerakan yang sederhana. Untuk mengakalinya, kamu dapat mengajak anak-anak bermain di taman atau tempat rekreasi.

taman bermain
Bermain di taman dapat menjadi salah satu alternatif olahraga. (foto: unsplash_timothy newman)


Dengan demikian, Lebaran akan menjadi momentum yang menyucikan pikiran dan juga tubuh dengan tetap menjaga nafsu menyantap makanan yang tidak baik bahkan ketika sudah tidak berpuasa.(vca)

BACA JUGA:

Lebaran, Waktunya Flexing Makanan Khas Hari Raya

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan