Pentagon Desak Turki Fokus Libas ISIS di Suriah  Menteri Pertahanan Malaysia Hishammudin Hussein dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis (kiri) (ANTARA FOTO/REUTERS/Edgar Su)

MerahPutih.Com - Keterlibatan Turki dalam konflik Suriah bukan semata untuk membela rezim Presiden Bashar al-Saad tapi lebih kepada menjaga stabilitas keamanan di perbatasan wilayahnya.

Berulang kali para militan ISIS menyerang perbatasan Turki dan menimbulkan korban jiwa. Amerika Serikat selaku pemimpin negara sekutu dalam melawan ISIS, mendukung Turki untuk terus melibas ISIS di wilayah Suriah.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis pada Kamis (15/2) di Pentagon mendesak Turki tetap fokus memerangi kelompok bersenjata ISIS di Suriah.

Hubungan Amerika Serikat dengan Turki, yang sama-sama menjadi anggota pakta pertahanan NATO, baru-baru ini memburuk karena kedua pihak mempunyai kepentingan berseberangan dalam perang saudara di Suriah itu.

Washington mengaku fokus mengalahkan ISIS, sementara Ankara berupaya mencegah kelompok bersenjata Kurdi di Suriah mendapatkan otonomi, yang dicurigai bisa membantu gerilyawan Kurdi di Turki.

Pada bulan lalu, Turki melancarkan operasi militer di wilayah Afrin di Suriah untuk mengusir milisi YPG Kurdi dari kawasan perbatasan selatan tersebut.

Jim Mattis menyampaikan desakannya saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli pada Rabu di sela-sela agenda pertemuan NATO.

"Dia mendesak fokus baru dalam upaya memerangi ISIS dan mencegah kelompok teroris itu dalam memperoleh kemenangan di Suriah," kata Pentagon.

Kedua menteri pertahanan sepakat untuk meneruskan aktivitas kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan dan mengupayakan cara baru dalam memperkuat kooperasi demikian keterangan Pentagon.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson sebagaimana dilansir Antara dari Reuters juga dijadwalkan akan mengunjungi Turki pada Kamis dan Jumat ini. Sejumlah pejabat di Gedung Putih memperkirakan Tillerson akan menjalani perundingan sulit dengan Ankara.

Turki baru-baru ini mengancam akan terus menyerang kota Manbij di Suriah yang kini dikuasai oleh kelompok bersenjata YPG. Mereka meminta tentara Amerika Serikat, yang berada di kota itu, tidak menghalangi pasukan Turki.

Washington sendiri mengaku belum punya rencana untuk menarik pasukannya.

Turki selama ini marah karena Amerika Serikat membantu YOG, sebuah kelompok yang menurut Ankara pantas disebut sebagai organisasi teroris dan menjadi boneka bagi Partai Buruh Kurdi (PKK) yang dalam 30 tahun terakhir memberontak pada pemerintah pusat Turki.

Washington menggunakan YPG sebagai kelompok untuk mengalahkan ISIS di Suriah.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH