Penjual Senjata 'Bang Jago' yang Ancam Warga di Duren Sawit Terancam 20 Tahun Penjara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menciduk penjual airgun yang digunakan oleh pengemudi koboi berinisial MFA untuk menodong seorang pengendara motor usai tabrakan di Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita lakukan penahanan yaitu inisial AM alias S," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (7/4).

Lulusan Akpol 1991 ini mengatakan, penangkapan terhadap tersangka AM alias S berdasarkan hasil interogasi intensif terhadap MFA. Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih lanjut lokasi AM ditangkap.

"Ini pengembangan dari saudara MFA bahwa dia membeli dari AM alias S," katanya

Mfa
Tersangka Muhammad Farid Andika. Foto: Istimewa

Dalam penangkapan terhadap MFA polisi menyita satu pucuk senjata jenis airgun dan satu air softgun. Menurut keterangan MFA, kedua senjata tersebut dibeli dari AM.

Atas perbuatannya, tersangka AM alias S pun dijerat dengan Undang-Undang Dadurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Yusri mengungkapkan pasca kejadian tersebut kemudian Polda Metro Jaya kemudian membentuk tim untuk menangani kecelakaan. Kemudian, Jatanras melakukan pelacakan terhadap kendaraan yang viral di media sosial dengan nomor polisi B-1673-SJV.

"Saat sampai di kediaman, sang supir tidak ditemukan, tapi melalui orang tuanya kita ketahui posisinya,. Kami amankan di salah satu pusat perbelanjaan Jakarta Selatan," tandas bekas Kapolres Tanjung Pinang ini.

Sebagaimana diketahui, beredar viral di media sosial seorang pengemudi mobil Toyota Fortuner dengan nomor plat B-1673-SJV yang terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah sepeda motor Honda Vario AD 2471 ASF.

Ia lantas mengacungkan pistol untuk mengancam warga di perempatan lampu merah Jalan Baladewa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat (2/4) dini hari.

Pengemudi tersebut diketahui berkacamata, berkaus hitam, dan berambut pendek dan menggunakan jam tangan berwarna silver. Ia diketahui terlibat laka dengan pengendara motor yang ditunggangi dua orang perempuan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Miliki KIP Kuliah, Peserta SBMPTN Dilarang Bayar Uang Daftar
Indonesia
Miliki KIP Kuliah, Peserta SBMPTN Dilarang Bayar Uang Daftar

Jika sudah telanjur membayar biaya pendaftaran, maka biaya pendaftaran tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

Aspek yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Sekolah Dibuka Versi KPAI
Indonesia
Bamsoet: Pola Hidup Baru Bisa Hindari Resesi Ekonomi
Indonesia
Bamsoet: Pola Hidup Baru Bisa Hindari Resesi Ekonomi

Dengan kepatuhan pada protokol kesehatan, dua target sekaligus bisa diwujudkan masyarakat Indonesia

Semua Rencana Berubah, Jokowi Samakan Wabah COVID-19 Ibarat Komputer 'Hang'
Indonesia
Semua Rencana Berubah, Jokowi Samakan Wabah COVID-19 Ibarat Komputer 'Hang'

Krisis perekonomian dunia saat ini akibat COVID-19 terjadi paling parah dalam sejarah.

Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan
Indonesia
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan

Gugatan praperadilan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

MK Putuskan Wakil Menteri Tidak Boleh Rangkap Jabatan Komisaris
Indonesia
MK Putuskan Wakil Menteri Tidak Boleh Rangkap Jabatan Komisaris

Keberadaan wamen juga dinilai hanya menimbulkan pemborosan anggaran negara

Fatwa MUI Soal Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban
Indonesia
Fatwa MUI Soal Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Pendistribusian daging kuban pun juga harus dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan

Bangun Kampung Akuarium, PDIP Nilai Anies Langgar Perda RDTR
Indonesia
Bangun Kampung Akuarium, PDIP Nilai Anies Langgar Perda RDTR

Menurut Gembong, kebijakan penataan itu memang langkah Anies dalam menunaikan janji kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Terhambat, IDI Fasilitasi Vaksinasi Tenaga Kesehatan
Indonesia
Terhambat, IDI Fasilitasi Vaksinasi Tenaga Kesehatan

"Bagi kawan-kawan yang kesulitan mengakses vaksin silakan hubungi IDI setempat untuk diberikan akses mendaftar vaksin supaya penyuntikan vaksin untuk kawan-kawan berjalan lancar," ujar Ketua IDI Daeng, Rabu (27/1).

Ma'ruf Amin: Jangan Ada yang Persoalkan COVID-19 Konspirasi atau Rekayasa
Indonesia
Ma'ruf Amin: Jangan Ada yang Persoalkan COVID-19 Konspirasi atau Rekayasa

Angka kenaikan penyebaran dan penderita COVID-19 di Indonesia terus meningkat