berita-singlepost-banner-1
Penjelasan Polri Terkait Tertahannya Penyidik KPK di PTIK Karo Penmas Brigjen Argo Yuwono. Foto: ANTARA
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Mabes Polri angkat suara soal isu yang menyebut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertahan di PTIK. Polri mengakui peristiwa tersebut yang terjadi, Rabu (8/1).

“Hal itu merupakan SOP (standard operating procedure) Kepolisian untuk menjaga pagar dan membatasi jangan sampai ada orang yang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam STIK-PTIK,” kata Karo Penmas Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/1).

Baca Juga

Pekan Depan Komisi II Panggil KPU Soal OTT Wahyu Setiawan

Menurut Argo, jika orang tidak menggunakan tanda pengenal Kepolisian atau PTIK masuk ke dalam STIK-PTIK, maka dia akan dimintai keterangan terkait keperluannya.

"Namun setelah diselidiki ternyata orang yang ditanyai tersebut adalah anggota KPK yang ingin melaksanakan salat di masjid STIK-PTIK dan (kemudian) telah dijemput oleh direktorat terkait,” kata Argo.

Menurutnya, PTIK merupakan 'kesatrian' milik kepolisian. Karenanya, siapa pun yang masuk ke lingkungan PTIK mesti diperiksa.

Brigjen Argo Yuwono
Karo Penmas Brigjen Argo Yuwono

"Tentunya orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa semua oleh yang jaga di sana karena merupakan suatu kesatrian, wajar kalau ada orang yang tidak dikenal oleh penjagaan, kemudian juga tidak ada kartu pengenal kepolisian maupun PTIK pasti kita tanyai," tutur Argo.

Baca Juga

KPK Periksa Legislator Demokrat Terkait Kasus Imam Nahrawi

Menurut Argo, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa mereka merupakan pegawai KPK. Setelahnya, kata Argo, juga telah dilakukan penjemputan oleh Direktur Penyelidikan KPK.

"Sekarang sudah kembali ke KPK, enggak masalah itu namanya kesatrian, namanya orang tidak dikenal masuk, kita cek enggak masalah," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan tim penyelidik KPK sempat digeledah dan dites urine saat menyambangi PTIK. Ia berujar terdapat kesalahpahaman yang menyebabkan hal tersebut sampai terjadi.

"Di situ tim KPK ditahan sampai pagi, dites urine dan sebagainya," tutur Ali, Kamis (9/1).

Baca Juga

Pengawasan di KPK Dinilai Buat Pemberantasan Korupsi Terhambat

Ali menyatakan pada saat itu tim KPK hanya ingin salat di Masjid PTIK. Ia tidak menjelaskan secara detail mengapa timnya memilih salat di sana. Justru, yang terjadi tim KPK digeledah dan dites urine sampai akhirnya dilepas setelah ada konfirmasi. (Knu)


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6