Penjelasan Polri Terkait Keterlibatan Perempuan dalam Kasus Terorisme Kondisi di rumah yang diduga ada bom yang meledak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Selasa (12/3). (Antara Sumut/Ist)

MerahPutih.com - Sebanyak tujuh terduga teroris ditangkap pasca kejadian teror di Sibolga, Sumatera Utara. Mirisnya, para pelaku mengandalkan hubungan suami istri untuk melancarkan niat jahatnya.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pasca kejadian bom Surabaya, pihaknya melihat jaringan teroris sudah melibatkan anak.

konpres teroris
Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah) saat jumpa pers penangkapan jaringan teroris Abu Hamzah, Sibolga, Sumatera Utara. (MP/Kanugrah)

"Pola ini masih dikaji kleh densus dan kelolisian. Model-model ini mereka meniru ini dengan pola ISIS, seperti Afghanistan, Irak, Suriah. Ini inspirasi dari sana," kata Dedi di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Dedi melanjutkan, trend penyerangan teroris lebih didominasi oleh lone wolf atau tanpa kelompok.

"Ya indikasi ke sana tetapi ada, namun kita akan masih mengkaji," sebut Dedi.

Dedi menduga, wanita kerap digunakan sebagai pelaku teror karena memiliki ciri psikologi setia, dan taat pada suami.

Suasana di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3) (ANTARA FOTO/Damai Mendrofa)

"Kesetiaan dan taat pada suami, Jika suami memberikan ajaran atau paham pasti lebih jauh meresap, setelah meresap dan terpapar jauh lebih kuat. Karena pada dasarnya wanita ini setiapada suami dan taat," imbuh Dedi.

Sebelumnya, sebanyak tujuh pelaku terorisme ditangkap Densus 88. Mereka diduga terkait dalam jaringan Abu Hamzah, pelaku yang diciduk di Sibolga, Sumatera Utara. Mereka adalah AH, AK, ZP, A, R, SH, dan Y. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH