Penjelasan Polisi Soal Paspor 'Laki-Laki' Saat Gerebek Lucinta Luna Polisi menghadirkan artis Lucinta Luna (tengah) pada rilis kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Merahputih.com - Polisi menyebut paspor Lucinta Luna yang tertera berjenis kelamin laki-laki merupakan paspor lama.

"Setelah keluar putusan pengadilan dengan kekuatan hukum yang tetap, dia sudah membuat lagi paspor yang baru dengan jenis kelamin perempuan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Lucinta Luna Enam Bulan Pakai Narkoba karena Stres

Paspor itu disita polisi saat penangkapan Lucinta di kawasan Jakarta Pusat. Namun, saat itu di KTP Lucinta ditulis berjenis kelamin perempuan.

"Kemarin saya juga saya sampaikan bahwa di KTP-nya itu jenis kelamin perempuan dan juga paspor adalah laki-laki, memang betul, karena kemarin yang diserahkan ke kita paspor yang lama," kata Yusri.

Lucinta Luna ditangkap terkait kasus narkoba (Foto: IG/LucintaL)
Lucinta Luna ditangkap terkait kasus narkoba (Foto: IG/LucintaL)

"Tapi sementara kami masih menempatkan yang bersangkutan di sel khusus untuk keperluan masih dalam rangka penyidikan oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat. Contoh tadi malam sudah masuk sel khusus di wanita. Pagi ini diambil lagi untuk dilakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Barat," kata dia.

Seperti diketahui Lucinta ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Hasil tes urin menyatakan dia positif mengkonsumsi riklona yang merupakan obat penenang golongan psikotropika.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Targetkan Ibu Kota Jakarta Bersih dari Narkoba

Polisi pun menyita riklona dan tramadol dari tasnya saat dicokok. Lucinta Luna sendiri diketahui dicokok pada Selasa 11 Februari 2020 di suatu apartemen di Jakarta Pusat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soroti JPU Kasus Novel, DPR: Cederai Akal Sehat, Tidak Bisa Diterima
Indonesia
Soroti JPU Kasus Novel, DPR: Cederai Akal Sehat, Tidak Bisa Diterima

Tak mungkin ada orang membawa-bawa air keras lalu melemparkan ke orang lain dengan tidak sengaja

Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka
Indonesia
Dipukul Mundur Aparat, Massa 1812 Kocar-Kacir ke Jalan Thamrin dan Medan Merdeka

Massa tersebut dibubarkan karena jumlahnya terlalu banyak

Menko Polhukam Mahfud: Mantan Anggota ISIS tak Akui sebagai WNI
Indonesia
Menko Polhukam Mahfud: Mantan Anggota ISIS tak Akui sebagai WNI

WNI eks simpatisan ISIS itu tidak pernah berkomunikasi dengan pemerintah

Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen
Indonesia
Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen

Kronologi pencaloan rapid test terendus pada Sabtu (19/12) kemarin sekitar pukul 23.00 Wib, pelapor memberkan informasi bahwa telah terjadi praktik percaloan hasil rapid tes.

DPR Minta Guru Swasta Dapat Bantuan Seperti Buruh
Indonesia
DPR Minta Guru Swasta Dapat Bantuan Seperti Buruh

Guru seharusnya selalu menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pemerintah, karena terbukti banyak guru masih hidup dengan gaji seadanya

2 Tersangka Kasus Suap Bupati Muara Enim Jalani Pemeriksaan Intensif di KPK
Indonesia
2 Tersangka Kasus Suap Bupati Muara Enim Jalani Pemeriksaan Intensif di KPK

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," ujarnya.

Anies Bertemu Rizieq Shihab, Gerindra: Jangan Dipersoalkan
Indonesia
Anies Bertemu Rizieq Shihab, Gerindra: Jangan Dipersoalkan

"Saya kira pertemuan itu biasa aja, jangan dipersoalkan," ucap M. Taufik

Jual Tol, Waskita Karya Beharap Kurangi Utang Rp21 Triliun
Indonesia
Jual Tol, Waskita Karya Beharap Kurangi Utang Rp21 Triliun

Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,1 triliun akibat beban bunga investasi jalan tol yang besar.

Pelantikan Batal, Menteri Pendidikan Brazil Mundur Setelah Menjabat 5 Hari
Dunia
Pelantikan Batal, Menteri Pendidikan Brazil Mundur Setelah Menjabat 5 Hari

Menteri Pendidikan Carlos Decotelli tersangkut polemik riwayat akademis

Tanpa Keberanian dan Konsistensi Aparat, Penerapan New Normal Dianggap Tak Berguna
Indonesia
Tanpa Keberanian dan Konsistensi Aparat, Penerapan New Normal Dianggap Tak Berguna

Pemerintah juga harus mengedukasi dan menyosialisasikan aturan beraktivitas di luar rumah kepada masyarakat secara optimal.