Penjelasan Polisi soal Kasus Raffi Ahmad, Lanjut atau Tidak? Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Polisi memastikan kerumunan acara ulang tahun Ricardo Gelael, ayah dari Sean Gelael yang dihadiri presenter Raffi Ahmad tidak melanggar protokol kesehatan.

Meskipun demikian, polisi tetap akan gelar perkara untuk memutuskan apakah kasus tersebut akan dilanjutkan ke tahap penyidikan atau dihentikan.

Baca Juga

Polisi Gelar Perkara Tentukan Nasib Raffi Ahmad Cs

“Orang ini pada bilang ini gimana, ini memang persangkaannya masih belum ditemukan tapi akan kita gelarkan nanti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Selasa (19/1)

Yusri menyebut gelar perkara itu bertujuan untuk menentukan status kasus ini. Polisi akan memastikan apakah kasus itu memenuhi unsur pidana dan harus diusut atau tidak.

“Gelar untuk apa? Ini bisa lanjut atau nggak ini akan kita gelarkan,” beber Yusri.

Raffi Ahmad saat disuntik vaksin covid-19. (Foto: Tangkapan Layar).
Raffi Ahmad saat disuntik vaksin covid-19. (Foto: Tangkapan Layar).

Sekedar informasi, Raffi Ahmad menjadi salah satu publik figur yang diperdana diberikan vaksinasi virus corona di Istana Negara. Usai menerima vaksin, Raffi diketahui ikut dalam sebuah pesta disebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan.

Pesta itu pun kemudian disorot banyak pihak karena dinilai melanggar protokol kesehatan. Raffi Ahmad juga sudah menyampaikan permintaan maafnya.

Polda Metro Jaya menyebut kasus itu tidak memenuhi unsur Pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantina kesehatan. Sebab, acara itu menjalankan protokol kesehatan dan hanya diisi oleh 18 orang tanpa adanya pemberian undangan. (Knu)

Baca Juga

Polisi Sebut Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok tidak Langgar Prokes

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lawan Pandemi, PBB Tetapkan 27 Desember Jadi Hari Kesiapsiagaan Epidemi
Indonesia
Lawan Pandemi, PBB Tetapkan 27 Desember Jadi Hari Kesiapsiagaan Epidemi

Peringatan ini, sebagai upaya untuk memastikan pelajaran yang diambil untuk setiap krisis kesehatan di masa depan.

Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri
Indonesia
Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri

Petugas Rutan sudah melaporkan Nurhadi ke polisi

Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa
Indonesia
Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa

Masyarakat setempat perlu dilibatkan karena mereka mengetahui seluk-beluk jalan tikus di wilayahnya.

Ketua DPRD Kritik Anies tidak Adil Potong Tunjangan SKPD
Indonesia
Ketua DPRD Kritik Anies tidak Adil Potong Tunjangan SKPD

Lantaran ada tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tetap mendapatkan tunjangan penuh

Kasus Jiwasraya Bukti Kemenkeu dan OJK Abai Lindungi Nasabah Asuransi
Indonesia
Kasus Jiwasraya Bukti Kemenkeu dan OJK Abai Lindungi Nasabah Asuransi

Budi mengatakan bahwa kasus ini tentu menjadi nestapa bagi para konsumen yang berinvestasi di Perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Pengamat Nilai PSBB Transisi di DKI Enggak Jelas Juntrungannya
Indonesia
Pengamat Nilai PSBB Transisi di DKI Enggak Jelas Juntrungannya

Anies langkahnya bukan menangani pencegahan penyebaran Covid

DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air
Indonesia
DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

DVI Polri terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang

Pemprov DKI Akui Kesulitan Bongkar Tiang Monorel, ini Alasannya
Indonesia
Pemprov DKI Akui Kesulitan Bongkar Tiang Monorel, ini Alasannya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaku kesulitan untuk membongkar tiang Monorel yang terbengkalai di kawasan Senayan dan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

8 Bulan Ditutup, Objek Wisata Keraton Surakarta Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat
Indonesia
8 Bulan Ditutup, Objek Wisata Keraton Surakarta Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

"Sekarang masyarakat luas bisa kembali mengunjungi salah satu keraton peninggalan dinasti Mataram ini," ujar Dany

Pemprov DKI Berharap tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 setelah Libur Imlek
Indonesia
Pemprov DKI Berharap tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 setelah Libur Imlek

Pemprov DKI Jakarta berharap tidak ada lonjakan kasus COVID-19 di ibu kota pasca libur panjang perayaan Tahun Imlek pada Jumat (12/2), Sabtu (13/2) dan Minggu (14/2) kemarin.