Penjelasan Medis Mengenai Ledakan Tertawa Joker Ledakan tertawa Joker merupakan gangguan jiwa (Foto: Penggemardc.com)

MESKI sudah tayang di bioskop dari awal Oktober, film Joker hingga kini masih menarik untuk dibahas. Terutama perihal penyakit kejiwaan yang diderita oleh pemeran utama. Karena perlakuan kejam dari orang sekitar, banyak penonton malah memaklumi pembunuhan yang dilakukan Joker.

Di dalam film ini Joker memiliki ciri khas yakni ledakan tawa yang tiba-tiba. Tawa tersebut ternyata memang ada di dunia nyata dan termasuk ke dalam kategori gangguan jiwa. Dilansir dari Boldsky, secara medis disebut pseudobulbar, kondisi dimana seseorang tertawa atau menangis tak terkendali.

Baca juga:

4 Fenomena Sosial di Film Joker yang Benar-Benar Terjadi di Dunia Nyata

Ada penjelasan medis tentang tertawa Joker (Foto: IMDb)
Ada penjelasan medis tentang tertawa Joker (Foto: IMDb)

Emosi tak terduga ini biasanya muncul pada individu dengan kondisi atau cedera neurologis tertentu, yang memengaruhi cara otak mengendalikan emosi. Kondisi ini juga disebut sebagai disregulasi emosional, inkontinensia emosional dan emosi labil.

Ada beberapa ciri-ciri seseorang mengidap masalah kejiwaan ini, yakni:

1. Menangis dan tertawa yang tidak pada tempatnya.

2. Tiba-tiba menangis atau tertawa namun tidak sesuai dengan emosi sebenarnya

3. Ledakan frustasi dan kemarahan

4. Cemas atau malu di depan umum tanpa alasan

Baca juga:

Psikopat Perempuan Lebih Mengerikan

5. Gangguan tidur

6. Kurang nafsu makan

7. Depresi

Dari semua itu, kondisi awal adalah luapan tangisan atau tawa yang tidak disengaja, tidak terkendali dan tak sesuai dari emosi sebenarnya. Kondisi tawa atau menangis juga bisa berlangsung selama beberapa menit.

Tertawa Joker tidak normal (Foto: Penggemardc.com)
Tertawa Joker tidak normal (Foto: Penggemardc.com)

Sayangnya, karena kondisi ini melibatkan tangisan, banyak yang mengira kalau si penderita hanyalah ingin meluapkan emosi saja setelah mengalami depresi. Padahal depresi dendiri adalah salah satu ciri dari pseudobulbar.

Banyak yang salah mendiagnosis kondisi pseudobulbar sebagai gangguan bipolar, depresi, gangguan kecemasan umum, skizofrenia, dan epilepsi. Padahal semua itu sangat berbeda. Biasanya perawatan medis untuk pseudobulbar adalah mengurangi keparahan dan frekuensi ledakan emosi. Dokter biasanya meresepkan antidepresan dan dextromethorphan / quinidine.

Baca juga:

8 'Quotes' Terbaik dan Penuh Makna dari Film Joker Terbaru


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH