Penjelasan Mahfud MD soal Surat Rapat Penundaan Pemilu 2024 Tangkapan layar Menkopolhukam Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada media melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam, dipantau dari Jakarta, Minggu (27/2/2022). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

MerahPutih.com - Beredar undangan dengan kop surat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) terkait rapat koordinasi isu penundaan Pemilu 2024.

Menko Polhukam Mahfud MD buka suara terkait hal tersebut. Menurutnya, rapat tersebut dilakukan untuk menjawab adanya isu penundaan Pemilu 2024 yang tidak berpengaruh terhadap tahapan-tahapan kerja penyelenggara Pemilu dan Pilkada.

Baca Juga

Senator Ingatkan Pelopor Klaim Big Data Tunda Pemilu Bisa Dijerat Pasal Hoaks

"Jadi itu agenda untuk menjawab bahwa isu penundaan Pemilu itu takkan mempengaruhi tahap-tahap kerja pemerintah untuk menyiapkan Pemilu dan Pilkada pada tahun 2024," kata Mahfud, Jumat (18/3).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menekankan pemerintah taat kepada konstitusi yang menyebutkan Pemilu dilakukan setiap lima tahun sekali. Sehingga Pemilu dilaksanakan pada 2024.

Baca Juga

Sikap PBNU Terkait Wacana Penundaan Pemilu 2024

"Artinya pemerintah akan bekerja dengan tetap berpedoman pada agenda konstitusional bahwa tahun 2024 diselenggarakan Pemilu dan Pilkada Serentak," ujarnya.

Oleh karena itu, Mahfud menegaskan adanya wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan isu politik di luar agenda tugas pemerintah.

"Isu yang berkembang itu adalah isu politik di luar agenda tugas pemerintah, pemerintah tidak bisa menyetujui maupun menolak," kata Mahfud. (Pon)

Baca Juga

PKB Sebut Penundaan Pemilu Hanya Bisa Dilakukan dengan Dukungan Kuat Rakyat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sandiaga Uno Incar 1,4 Juta Warga Australia Datangi Indonesia
Indonesia
Sandiaga Uno Incar 1,4 Juta Warga Australia Datangi Indonesia

Sandiaga Uno optimis target wisatawan dari Australia bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi, yaitu sekitar 1,4 juta orang datang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali

Panduan Detail Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban
Indonesia
Panduan Detail Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban

Edaran ini diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban tahun 1443 H/2022.

Dua Warga Jakarta Meninggal akibat Omicron, 1 Pasien Telah Divaksin Lengkap
Indonesia
Dua Warga Jakarta Meninggal akibat Omicron, 1 Pasien Telah Divaksin Lengkap

Kawasan Jabodetabek khususnya Jakarta tengah waspada terkait tingginya penyebaran COVID-19 varian Omicron.

Geram, Pras PDIP Bilang yang Bawa-Bawa Nama Jokowi ke Formula E Ngawur
Indonesia
Geram, Pras PDIP Bilang yang Bawa-Bawa Nama Jokowi ke Formula E Ngawur

Laporan penyelewengan Formula e Jakarta sudah masuk penyelidikan KPK.

Menteri Sandiaga Sebut Ajang MotoGP Mandalika Serap 6.900 Tenaga Kerja
Indonesia
Menteri Sandiaga Sebut Ajang MotoGP Mandalika Serap 6.900 Tenaga Kerja

Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut 6.900 tenaga kerja terserap ke dalam sejumlah sektor usaha seiring dengan penyelenggaraan ajang balap motor dunia di Mandalika.

Wagub DKI Prediksi Indonesia Kebobolan Satu Gol, Tetapi Tetap Menang
Indonesia
Wagub DKI Prediksi Indonesia Kebobolan Satu Gol, Tetapi Tetap Menang

Riza meminta kepada warganya agar tidak melakukan nonton bareng

Kemenag Jelaskan Pernyataan Menag Soal Azan yang Dianggap Kontroversial
Indonesia
Kemenag Jelaskan Pernyataan Menag Soal Azan yang Dianggap Kontroversial

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tengah menuai sorotan. Hal ini karena ucapannya soal suara azan.

Penetapan Status PPKM Harus Dibarengi Peningkatan Testing dan Tracing
Indonesia
Penetapan Status PPKM Harus Dibarengi Peningkatan Testing dan Tracing

Netty meminta pemerintah agar memperhatikan pendapat para epidemiolog

Sekjen PDI Perjuangan Bercerita Kuliner Populer di Irak 'Ikan Soekarno'
Indonesia
Penonton MotoGP Mandalika Tak Perlu Tes PCR-Antigen Jika Sudah 2 Kali Vaksin
Indonesia
Penonton MotoGP Mandalika Tak Perlu Tes PCR-Antigen Jika Sudah 2 Kali Vaksin

“Penonton di mandalika yang sudah vaksin dosis kedua gak perlu tes antigen atau PCR lagi,” ujar Airlangga yang sekaligus Koordinator PPKM wilayah luar Jawa-Bali.