Penjelasan Ma'ruf Amin Soal 'Ahok Sumber Konflik, Harus Dihabisi' /media/2c/2b/e7/2c2be7d90f266b9d85afdc37f3b0385b.png

Merahputih.com - Media sosial dihebohkan dengan viralnya video Ma'ruf Amin yang tengah berbicara kepada sejumlah orang. Dalam video berdurasi 28 detik itu, Ma'ruf mengatakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sumber konflik dan harus dihabisi.

Setelah ramai beredar, Ma'ruf Amin akhirnya melakukan klarifikasi soal video tersebut.

"Waktu itu, beberapa ustadz ngajak saya untuk mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden," ujar KH Ma'ruf Amin di Garut, Jawa Barat, Kamis (4/4).

Menurut KH Ma'ruf Amin, sejumlah ustadz tersebut berkaca dari pengalaman Anies dapat mengalahkan Ahok pada pilkada DKI Jakarta, tahun 2016. "Saya tidak setuju. Saya bilang, Ahok itu, waktu itu saya menggunakan istilah, sumber konflik. Konflik muncul karena Ahok," jelas dia.

Menurut Ma'ruf, kalau Ahok harus dicegah, tapi kalau Joko Widodo berbeda. "Pak Jokowi tidak (seperti Ahok), makanya saya cenderung mendukung Pak Jokowi, ketimbang Anies. Sekarang waktunya Pak Jokowi," beber Ma'ruf sebagaimana dikutip Antara.

KH Ma'ruf Amin
Cawapres Ma'ruf Amin

Karena Kiai Ma'ruf memilih mendukung Joko Widodo, orang-orang yang mengajak Kiai Ma'ruf kemudian beralih mendukung Prabowo Subianto.

Ketika ditanya apa motivasinya menyebar video itu, Kiai Ma'ruf menyatakan tidak tahu. "Waktu itu konteksnya jelas, saya tidak mau mendukung Anies. Karena, sekarang eranya Pak Jokowi. Dia harus selesai dua periode," katanya.

Mustasyar PBNU ini juga menegaskan, bahwa video yang disebar itu hasil editan, sudah tidak utuh lagi. "Kalau video itu utuh, orang akan tahu substansinya. Pernyataan saya di video itu, bahwa Pak Jokowi berbeda dengan Ahok," katanya.

Kiai Ma'ruf menambahkan, orang-orang itu misinya mau mengalihkan dukungan dari Joko Widodo. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH