Penjelasan BMKG Penyebab Gempa M 5,2 di Lampung Gempa Bumi (ANTARA/HO)

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang Lampung, Senin (12/4) pukul 08.52 WIB. Gempa disebabkan aktivitas subduksi.

BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,62 LS dan 104,55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km arah Barat Daya Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada kedalaman 110 km.

Baca Juga

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lampung

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/4).

Bambang lebih lanjut menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi Lampung. Foto: BMKG

Guncangan gempabumi tersebut dirasakan di daerah Liwa dan Tanggamus II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hingga pukul 09.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” lanjut Bambang.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Selain itu, Bambang mengimbau untuk dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. (Asp)

Baca Juga

Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa di Selatan Malang

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Minta Bareskrim Datangkan Dokter Autopsi Pengawal Rizieq
Indonesia
Komnas HAM Minta Bareskrim Datangkan Dokter Autopsi Pengawal Rizieq

Choirul juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi, agar memberikan keterangan dan informasi kepada Komnas HAM.

Sriwijaya Air Segera Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait SJ-182
Indonesia
Sriwijaya Air Segera Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait SJ-182

Pesawat Sriwijaya Air bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang

[HOAKS atau FAKTA] Munarman Pakai Tongkat Setelah Ditembak Polisi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Munarman Pakai Tongkat Setelah Ditembak Polisi

“Mengejutkan! Nasib Petinggi FP1 Berakhir. Berusaha Melawan Petugas, Munarman Didoor Ditempat”

[HOAKS atau FAKTA]: Ngabalin Sindir Refly Harun Tak Ada Pekerjaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ngabalin Sindir Refly Harun Tak Ada Pekerjaan

Akun Facebook Zulfansyah mengunggah gambar wajah Ali Mochtar Ngabalin dan Refly Harun beserta dengan narasi.

Mahfud MD Ingatkan Korupsi Tak Sebatas Rugikan Keuangan Negara
Indonesia
Mahfud MD Ingatkan Korupsi Tak Sebatas Rugikan Keuangan Negara

Kemenko Polhukam diberikan mandat melalui Perpres Nomor 87/2016 itu membentuk dan memimpin serta mengkoordinasi Satuan Tugas Saber pungli

Bikin Senjata Hasil Belajar dari Youtube, Warga Boyolali Ditangkap Polisi
Indonesia
Bikin Senjata Hasil Belajar dari Youtube, Warga Boyolali Ditangkap Polisi

"Pistol rakitan saya bikin dari bahan bekas berupa besi dan kayu dengan memanfaatkan jasa tukang las. Hanya butuh modal Rp100.000 untuk bikin senjata rakitan," kata Alfian.

Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma

Istilahnya pemimpin yang baik itu 'Mencontohkan dengan Tindakan'

Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK
Indonesia
Pinangki dan Djoko Tjandra Dijerat Pasal TPPU, Kejagung Gandeng PPATK

Selain itu, jaksa penyidik pun telah menggeledah beberapa lokasi

Euforia Berlebihan Pemenang Pilkada Serentak Picu Gangguan Keamanan
Indonesia
Euforia Berlebihan Pemenang Pilkada Serentak Picu Gangguan Keamanan

Sebab, euforia yang berlebihan bisa menimbulkan gangguan keamanan. Apalagi, saat ini sedang dalam keadaan Pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Bangun Pusat Judi Terbesar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Arab Saudi Bangun Pusat Judi Terbesar

Video berdurasi 19 detik itu memperlihatkan beberapa kelompok pria berpakaian ghutrah (pakaian khas pria Timur Tengah) yang sedang bermain sejenis permainan kartu.