Peningkatan Industri Pariwisata dan Perhotelan NTB Melalui Kolaborasi Bank Indonesia dan RedDoorz

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 12 Desember 2023
Peningkatan Industri Pariwisata dan Perhotelan NTB Melalui Kolaborasi Bank Indonesia dan RedDoorz
Ada perkembangan sektor perhotelan di era digital. (Foto: Unsplash/Asha Kaunas)

LEBIH dari 20 pengelola Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dan 3 Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, mengikuti pelatihan digital marketing di bidang perhotelan. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama mitra industri, dengan dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah dan ITDC Mandalika.

Sarhunta, sebuah program bantuan "bedah rumah" bagi penduduk, hasil kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar layak huni dan dapat berfungsi sebagai tempat usaha homestay di kawasan pariwisata, seperti yang dijelaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Baca Juga:

Bisnis Budget Hotel Berkembang di Indonesia

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Winda Putri Listya, mengakui pentingnya pelatihan pemasaran digital bagi pengelola Sarhunta agar dapat bersaing di industri perhotelan.

Kolaborasi BI dan RedDoorz di NTB. (Foto: Reddoorz)

"Dengan pemasaran digital, pengelola Sarhunta dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan spesifik, mulai dari demografi, minat, hingga preferensi perjalanan. Ini memungkinkan mereka menyampaikan pesan yang lebih tepat kepada calon tamu potensial melalui media sosial," ungkap Winda dalam siaran pers yang diterima merahputih.com belum lama ini.

Angga Warella, seorang ahli industri perhotelan, menyoroti perkembangan sektor perhotelan di era digital dan perubahan perilaku konsumen dalam mencari informasi serta melakukan reservasi. "Menguasai digital marketing memungkinkan pengelola Sarhunta tetap adaptif terhadap tren baru dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik, sehingga mereka dapat meningkatkan jumlah reservasi homestay secara signifikan," ujarnya.

Baca Juga:

Monumen Titik Nol Kilometer di Berbagai Destinasi Wisata Indonesia

Sarhunta di Lombok Tengah, sebagai homestay, memiliki daya tarik unik yang dapat dipromosikan secara digital. (Foto: Unsplash/Vojtech Bruzek)

Angga menambahkan bahwa Sarhunta di Lombok Tengah, sebagai homestay, memiliki daya tarik unik yang dapat dipromosikan secara digital. Beberapa bangunan Sarhunta mengusung konsep kearifan lokal dengan menampilkan desain rumah adat NTB yang beratapkan jerami serta ornamen tanaman sebagai penghias. "Dalam pemasaran digital, tampilan yang menarik dapat memikat calon tamu untuk melakukan reservasi," jelasnya.

Pelatihan pemasaran digital di Lombok Tengah merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Bank Indonesia NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, dan mitra industri sejak tahun 2022. Mitra industri tersebut telah membantu pengelola Sarhunta di empat desa, yaitu Desa Kuta, Desa Sengkol, Desa Sukadana, Desa Bilebante, serta Asosiasi Desa Wisata (ASDEWI) NTB dalam mempermudah pemasaran mereka. (dsh)

Baca Juga:

Angkat Piala pada Lima Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia

#Travel
Bagikan
Ditulis Oleh

Disya Shaliha

Average internet voyager, surrendering to the whims of my feline rulers.
Bagikan