Peninggalan Hindu di Pulau Panaitan Ujung Kulon Wisatawan menggunakan kapal kecil menuju Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: Screenshot Youtube)

MerahPutih Wisata - Pulau Panaitan yang terkenal sebagai surga para peselancar merupakan salah satu pulau kecil yang menjadi destinasi wisata andalan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pulau seluas kurang lebih 17.000 hektare memiliki lintasan trekking luar biasa bagi para pecinta alam.

Di luar keindahan alam yang disebut surga di barat Pulau Jawa itu, Pulau Panaitan menyimpan wisata sejarah masa lalu zaman Hindu Kuno. Di dalam lebat hutan Pulau Panaitan, Gunung Raksa menyimpan cerita masa lalu.

Gunung Raksa bisa diakses para wisatawan. Di puncak gunung, ditemukan arca atau patung batu Ganesha dan Siwa. Arca itu diperkirakan telah ada sejak abad pertama.

Dalam situs resmi Taman Nasional Ujung Kulon, arca beserta peninggalan sejarah lain di puncak Gunung Raksa memiliki nilai historis sangat tinggi peniggalan zaman Hindu kuno.

Peninggalan sejarah zaman Hindu di Pulau Panaitan menunjukkan bahwa pernah ada peradaban di sini. Setidaknya, ada yang menyebutkan bahwa pulau itu menjadi tempat persinggahan para pelayar yang melintasi Selat Sunda.

Peninggalan sejarah di Pulau Panaitan itu sebagai petunjuk selain sekstual keberadaan agama Hindu pada masyarakat Sunda.

Arca Siwa di Pulau Panaitan pernah hilang dicuri. Namun, kemudian ditemukan kembali dan saat ini disimpan di Museum sri Baduga, Bandung. Sedangkan arca Ganesa masih bisa dilihat di Pulau Panaitan.


BACA JUGA:

  1. Pulau Panaitan Surga Para Peselancar di Ujung Kulon
  2. Pulau Handeulum Tempat Kemah Favorit di Ujung Kulon
  3. Sungai Cigenter Amazonnya Banten di Ujung Kulon
  4. Serunya Arung Jeram di Sungai Ciberang Banten
  5. Aura Mistik di Antara Aliran Sungai Ciliwung


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH