Siaga Corona
 Penimbunan Masker Itu Kejahatan Ekonomi dan Bisa Dipidanakan Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap pelaku penimbunan masker.

Menurut Mahfud, aksi penimbunan masker termasuk kejahatan ekonomi.

Baca Juga:

Soal Antisipasi Serangan Virus, SBY Dipuji Lebih Matang Ketimbang Jokowi

"Kalau orang menimbun barang, melakukan rush dan sebagainya untuk ambil keuntungan dari isu ini," kata Mahfud ditemui awak media di kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Pemerintah akan tindak tegas pelaku penimbunan masker kata Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD sebut pemerintah akan tindak tegas pelaku penimbun masker (Foto: antaranews)

Ia melanjutkan pemerintah mendukung polisi untuk menangkapi pelaku penimbun masker. Menurut dia, terdapat pasal yang memungkinkan penimbun masker bisa dipidanakan.

"Kalau tujuannya tidak jelas, tiba-tiba memborong barang, lalu dijual dengan sangat mahal, itu bisa dicarikan pasal-pasal pidananya," ucap dia.

Mahfud MD mengatakan, tingkat persentase kematian akibat Covid-19 justru lebih rendah ketimbang penyakit lain.

"Sebenarnya tingkat korban kematiannya itu kecil dibandingkan penyakit lain, flu biasa itu lebih banyak korbannya yang meninggal," kata Mahfud.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan Center of Disease Control and Prevention, penderita penyakit flu di Amerika Serikat berkisar 32-45 juta untuk periode 1 Oktober 2019 hingga 22 Februari 2020.

Dari total 32 juta sampai 45 juta penderita flu di AS, sebanyak 18 ribu sampai 46 ribu orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara menurut laman Worldometers.info, sampai Kamis (5/3/2020) pukul 8.45 WIB, kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai angka 95.481. Dengan total kematian telah menembus angka 3.285 jiwa.

Mahfud juga menuturkan penyakit-penyakit lain semisal yang menyerang bagian paru-paru juga lebih banyak menimbulkan korban jiwa.

Kemudian, Mahfud juga menyatakan pemerintah serius menanggapi pihak-pihak nakal yang dengan sengaja menimbun masker atau kebutuhan masyarakat lain, kala wabah Covid-19 tengah merebak di Tanah Air.

Baca Juga:

Penanganan Wabah Corona, Presiden Jokowi Pakai Inpres Nomor 4 Tahun 2019

Dia mengatakan, aparat keamanan diperkenankan untuk menelusuri hingga menindak apabila ada pihak yang melakukan kejahatan seperti itu.

"Kalau tujuannya tidak jelas tiba-tiba memborong barang lalu dijual dengan sangat mahal, itu bisa dicarikan pasal-pasal pidananya.”pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Tekan Penyebaran Virus Corona, Pemprov DKI Koordinasi dengan Polda Metro Jaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Bui Lucinta Luna di Sel Khusus, Bukan Bareng Pria atau Perempuan
Indonesia
Polda Bui Lucinta Luna di Sel Khusus, Bukan Bareng Pria atau Perempuan

Lucinta Luna alias AP yang pernah menjalani sidang ganti kelamin dari pria menjadi perempuan

Sudah Lebih dari 15 Kantong Jenazah Tiba di RS Polri Kramat Jati
Indonesia
Sudah Lebih dari 15 Kantong Jenazah Tiba di RS Polri Kramat Jati

Tim DVI juga sudah mengumpulkan 40 sampel DNA

Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun
Indonesia
Pengawasan Ketat Bikin Kasus COVID-19 di Surabaya Turun

Dulu jika ada satu kasus di kampung maka akan dilakukan rapid test satu kampung

 [HOAKS atau FAKTA]: Semua Pasien Positif Corona di Padang Sembuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Semua Pasien Positif Corona di Padang Sembuh

"Hari ini ada dua penambahan kasus positif sehingga total semuanya menjadi 50 orang, satu orang beraktivitas di Pasar Raya Padang," kata Mahyeldi di Padang, Selasa (21/4) melalui konferensi video.

AS Laporkan 8.910 Kematian akibat Corona, Kasus Sebanyak 330.891
Indonesia
AS Laporkan 8.910 Kematian akibat Corona, Kasus Sebanyak 330.891

CDC memperbarui jumlah kasusnya menjadi 304.826 dan mengatakan 7.616 orang telah meninggal di seluruh negeri.

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun
Indonesia
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun

Dengan demikian, sudah ada tiga orang tersangka dalam perkara ini

Ketan Ireng Solusi Jalur Cepat Urus Surat Kelahiran dan Kematian di Malang
Indonesia
Ketan Ireng Solusi Jalur Cepat Urus Surat Kelahiran dan Kematian di Malang

Untuk memfasilitasi hak sipil masyarakat Malang

Dua Terpidana Penyerang Novel Bakal Dipecat dari Polri?
Indonesia
Dua Terpidana Penyerang Novel Bakal Dipecat dari Polri?

“Itu berproses terkait dengan statusnya tentunya nanti ada proses sendiri karena memang bagaimana proses penghentian anggota polri dari kepolisian negara RI, itu ada aturan mainnya,” katanya.

Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah
Indonesia
Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah

Viral di media sosial informasi menyebut banyak warga dari Jakarta dan daerah penyangga sengaja bersembunyi di bagasi bus.

Berkaca dari Ledakan Lebanon, Berikut Langkah Mabes Polri Awasi Gedung Bahan Peledak
Indonesia
Berkaca dari Ledakan Lebanon, Berikut Langkah Mabes Polri Awasi Gedung Bahan Peledak

Polri melakukan sejumlah langkah antisipasi agar kejadian ledakan akibat amonium nitrat di Beirut tak terjadi di Indonesia.