Penimbunan Masker Ilegal Selain Tabrak Hukum Juga Berbahaya Bagi Kesehatan Polisi bongkar pabrik masker palsu di Jakarta Utara (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar pabrik masker ilegal di kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I/11, Jalan Raya Cakung Cilincing Km 3, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut kalau masker ilegal yang ditemukan pihaknya dalam penggerebekan tidak memiliki izin dari Departemen Kesehatan.

Baca Juga:

Tak Sembarang Masker Bisa Cegah Penularan Virus Corona!

Sehingga pemakai bukannya aman dari virus malah terancam kesehatan.

Polisi mengaku sedang mengecek apakah masker ilegal dengan merk super mask ini adalah merk milik orang lain yang berizin atau ternyata dipalsukan oleh komplotan ini.

Polisi gerebek pabrik masker palsu yang tidak sesuai dengan standar departemen kesehatan
Masker palsu yang dibongkar polisi ternyata tidak memiliki izin resmi dari Departemen Kesehatan (MP/Kanu)

"Tetapi kalau masker hasil penelitian awal bahwa masker ini memang tidak ada standar dari Departemen Kesehatan, tidak ada Standar Nasional Indonesia atau SNI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di lokasi, Jumat (28/2).

Yusri menambahkan, masker harusnya punya antivirus di bagian tengahnya. Tapi, hal tersebut tidak ada di masker ilegal ini. Dengan kata lain, masker tersebut tidak punya antipelindung. Dimana antivirus ini punya ketahanan berbeda-beda.

"Kita ketahui bersama bahwa standar masker ini yang paling murah seharusnya masker ini memiliki antivirus ditengah-tengah ini dengan jangka waktu setiap pemakaian 3-4 jam, itu yang paling murah. Yang mulai naik ke yang lebih bagus lagi bisa sampai 6-10 jam di tengah-tengah sini, ini gak ada izin sama sekali, gak ada izin Depkes atau Kementerian," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan 10 karyawan perusahaan masker ilegal itu, mereka telah beroperasi sejak Januari 2020. Omzetnya bisa mencapai Rp250 juta per bulan.

Mereka memproduksi bahkan menimbun masker ilegal memanfaatkan peningkatan permintaan masker di pasaran akibat mewabahnya virus corona di sejumlah negara.

"Mereka mendatangkan mesin-mesin ini dari China, bahan-bahan (pembuatan masker) dari China juga," kata Yusri.

Pelaku penimbunan masker di daerah Cakung Cilincing, Jakarta Utara, memanfaatkan peningkatan permintaan masker lantaran mewabahnya virus Corona di beberapa negara.

"Biasanya paling murah harga masker itu Rp 20.000, sekarang di pasaran (harga masker) sudah mencapai sekitar Rp 300.000. Bahkan, barang pun masker ini hilang di pasaran karena kurang, karena sangat dibutuhkan.

Baca Juga:

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro menggerebek sebuah pabrik masker ilegal di Jakarta Utara di tengah maraknya isu virus corona. Pabrik itu, sebuah gudang di kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I/11, Jalan Raya Cakung Cilincing Km 3, Jakarta Utara.

Dengan senjata lengkap polisi mengobok-obok gudang tersebut. Para pekerja masih melakukan pengerjaan pembuatan masker ilegal saat polisi lakukan penggerebekan.

Polisi menyebut pihaknya sudah memantau tempat itu lantaran tidak ada izin produksi.(Knu)

Baca Juga:

Harga Masker Melambung Tinggi, YLKI Minta Polisi dan KPPU Turun Tangan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BNPT Masuki Dunia Media Sosial Perangi Radikalisme
Indonesia
BNPT Masuki Dunia Media Sosial Perangi Radikalisme

Kerentanan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di kalangan anak muda cukup tinggi

Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pakar Hukum: Tidak Perlu Diperdebatkan
Indonesia
Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pakar Hukum: Tidak Perlu Diperdebatkan

Gayus Tambunan sudah cukup lama menjalani hukuman penjara

35 BTS Bakal Dipasang di Pulau Terluar Malut
Indonesia
35 BTS Bakal Dipasang di Pulau Terluar Malut

Pembangunan BTS dan akses internet di 35 lokasi akan disebar kepada desa yang belum memiliki akses.

Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Indonesia
Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Andi Irfan Jaya merasa diperlakukan secara tidak adil oleh Kejaksaan Agung lantaran menahan dirinya di Rumah Tahanan KPK.

Kota-Kota yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
Indonesia
Kota-Kota yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

Sementara hujan disertai petir perlu diwaspadai terjadi di Kupang pada siang serta dini hari, dan Banjarmasin pada siang hari

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso Monoarfa
Indonesia
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso Monoarfa

Monoarfa dilaporkan ke KPK atas dugaan penerimaan gratifikasi berupa bantuan carter pesawat jet pribadi saat kunjungan Suharso ke Medan dan Aceh pada Oktober 2020.

Polisi Awasi Ketat Protokol Kesehatan di Masjid dan Lokasi Penyembelihan Hewan Kurban
Indonesia
Polisi Awasi Ketat Protokol Kesehatan di Masjid dan Lokasi Penyembelihan Hewan Kurban

Petugas memastikan para jamaah mematuhi protokol kesehatan di tengah ancaman COVID-19.

Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka
Indonesia
Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya praktek aborsi di lokasi tersebut.

Pemprov DKI Minta Tamu Kawasan Kemang Tidak Parkir Mobil di Basement
Indonesia
Pemprov DKI Minta Tamu Kawasan Kemang Tidak Parkir Mobil di Basement

Banjir yang mengepung wilayah Jakarta beberapa hari terakhir ini menyebabkan sejumlah kendaraan ikut terendam.