Top 10 Survivor of The Year
Pengusaha Tuli 'Survive' dengan Bisnis Masker Transparan Jannah Sabrina. (Foto: Istimewa)

GERAK tangan Surya Sahetapy begitu atraktif. Ia mengepal, menelungkupkan tangan, serta merangkai beberapa gerakan menggunakan jari. Sementara tangannya lincah bergerak, air muka dan gestur tubuh ikut bermain, mengajak berkomukinasi.

Selebriti dan aktivis kaum tuli tersebut mencoba berkomunikasi dengan merahputih.com memaparkan betapa penting pemahaman bahasa isyarat bagi kaum difabel dan non difabel. Bahasa isyarat memang menjadi sarana kaum tuli saling berkomunikasi. "Kalau bisa berbicara itu bagus. Tapi tidak bisa berbicara juga tidak apa-apa," kata Surya dengan bahasa verbal saat diwawancarai eksklusif merahputih.com.

Baca juga:

Indonesia Amputee Football (INAF) Ubah Keterbatasan Jadi Kesuksesan

Tak semua gerakan punya makna baku universal. Setiap negara punya gaya bahasa isyarat masing-masing. Saking beragamnya, terkadang tak semua penyandang disablitas tuli mampu menggunakan bahasa isyarat. Namun, solusi lain penyandang tuli dalam berkomunikasi dengan membaca gerak bibir.

Masker transparan. (Foto: Istimewa)

Di tengah pandemi COVID-19, badan organisasi kesehatan dunia (WHO) mewajibkan setiap orang menggunakan masker sebagai syarat pemenuhan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran virus. Penggunaan masker membuat bagian bibir tertutup sehingga kaum tuli sulit melihat gerak bibir lawan komunikasi.

Kondisi kesulitan membaca gerak bibir dialami Jannah Sabrina. Perempuan disabilitas tuli tersebut sering menerka-nerka lawan komunikasi tanpa bahasa isyarat. Maksud lawan komunikasi mengarah selatan, Jannah menyangka utara. Salah sambung.

Sehabis miss-komunikasi tersebut, setiba di rumah, Jannah menyaksikan di YouTube seorang pebisnis asal Amerika membuat masker inovatif. Masker plastik tersebut, menurutnya, sesuai dengan kebutuhan dirinya juga banyak kaum disablitas tuli lainnya. Ia pun mereduplikasi. Jannah memproduksi masker transparan.

Masker tersebut berbahan kain, namun di bagian tengahnya menggunakan bahan plastik. Mulut seseorang akan terlihat jelas saat menggunakan masker tersebut. Gerak bibir akan terbaca. Ia merasa kaum tuli membutuhkan masker transparan untuk berkomunikasi di tengah pandemi.

Baca juga:

Kisah Survive Bayu Fajri, Bos Sound System Banting Setir Jadi Penjual Sayur

Menggunakan masker biasa bagi kaum tuli tidak efektif. Saat berbicara masker harus dibuka-tutup agar gerak bibir yang membantu proses komunikasi terlihat jelas. "Dalam berkomunikasi (tuli) gerak bibir 50 persen sangat penting," ujar Jannah kepada merahputih.com, Rabu (23/12).

Bisnis masker Jannah di tengah pandemi cukup menjanjikan. Masker plastik menjadi salah satu caranya dan juga penyandang tuli lain bisa survive di masa pandemi.

Jannah saat memproduksi masker transparan. (Foto: Istimewa)

Pelanggannya tidak hanya teman tuli. Bahkan, perusahaan besar seperti telkomsel memborong produk masker Jannah. "Telkomsel waktu itu memesan 1000 masker," ujar ketua Gerakan Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia (Gerkatin) itu.

Di tengah pandemi, banyak pihak berlomba menebar kebaikan. Telkomsel memesan masker buatan Jannah, kemudian dibagikan sebagai bentuk bantuan sosial kepada kaum tuli terimbas pandemi. Dari awal pandemi hingga saat ini, Jannah sudah berhasil menjual ribuan masker.

Namun, sekarang produksi masker harian Jannah mulai menurun. Bahan plastik pada masker transparan membuat bagian tengah masker berembun. Hal tersebut membuat penyandang tuli tidak nyaman. Lawan bicara mereka juga kesulitan karena gerak bibir jadi tertutup dengan embun.

Ia mulai mencari ide lain agar maskernya nyaman digunakan setiap orang. Untuk sekarang ini Jannah memproduksi masker biasa. Sembari memproduksi masker, ia juga menjalankan usaha kuliner.

Baca juga:

Melawan Arus, Lawless Survive dengan Unit Bisnis Baru di Tengah Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengecas Baterai Ponsel lewat Udara
Hiburan & Gaya Hidup
Mengecas Baterai Ponsel lewat Udara

Sebuah teknologi canggih untuk pengisian daya baterai ponsel tengah dikembangkan oleh peneliti

Akibat Nonstop Main Game Hampir Sebulan, Bocah 15 Tahun ini Terkena Stroke
Fun
Akibat Nonstop Main Game Hampir Sebulan, Bocah 15 Tahun ini Terkena Stroke

Akibat Nonstop Main Game Selama Sebulan, Bocah 15 Tahun ini Terkena Stroke

Jaga Kesehatan Mental selama Pandemi, Physical Distancing Bisa Picu Depresi dan Keinginan Bunuh Diri
Fun
Jaga Kesehatan Mental selama Pandemi, Physical Distancing Bisa Picu Depresi dan Keinginan Bunuh Diri

Mereka yang tak pernah mengalami episode depresi sebelumnya pun berpeluang besar mengalami depresi.

3 Pernikahan Kerajaan yang Tetap Terlihat Mewah Tanpa Perayaan yang WAHH
Fun
3 Pernikahan Kerajaan yang Tetap Terlihat Mewah Tanpa Perayaan yang WAHH

Hanya dihadiri oleh keluarga dan teman terdekat

Bantu Perangi COVID-19, Fitbit akan Produksi Ventilator untuk Pasien
Fun
Bantu Perangi COVID-19, Fitbit akan Produksi Ventilator untuk Pasien

Akan membantu meningkatkan pasokan nasional untuk perangkat medis.

Menghindari Anak Mogok Makan dengan Trik Ini
Fun
Menghindari Anak Mogok Makan dengan Trik Ini

Sayangnya kebanyakan makanan bergizi justru tidak ramah di lidah anak-anak.

Hal Sederhana Ini Ternyata Kunci Hubungan Sehat
Fun
Hal Sederhana Ini Ternyata Kunci Hubungan Sehat

Komitmen lebih penting bagi kualitas hubungan.

Sony Bantah akan Memangkas Produksi PS 5
Fun
Sony Bantah akan Memangkas Produksi PS 5

Memang ada masalah namun bukan berarti terjadi pengurangan produksi.

Misteri Kemunculan Oksigen di Bumi
Hiburan & Gaya Hidup
Misteri Kemunculan Oksigen di Bumi

Dulunya, Bumi tak punya oksigen.

Bahama Mulai Mengizinkan Yacht dan Jet Pribadi Beroperasi Tanggal 15 Juni
Travel
Bahama Mulai Mengizinkan Yacht dan Jet Pribadi Beroperasi Tanggal 15 Juni

Pelancong komersial boleh berkunjung ke Bahama mulai tanggal 1 Juli.