Pengusaha Pribumi Beri Pelatihan Menjahit untuk Kaum Muda Ilustrasi menjahit (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

MerahPutih.Com - Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) wilayah Nusa Tenggara Barat berencana memberikan pelatihan menjahit bagi para pemuda-pemudi. Tujuan pelatihan tersebut agar kaum muda mendapat bekal membuka usaha secara mandiri.

Ketua Hippi NTB Putu Sudiarsa mengatakan menjahit dipilih sebagai bidang pelatihan karena relatif mudah untuk diterima masyarakat dan peluang pasarnya tetap bagus.

"Pakaian adalah salah satu kebutuhan masyarakat sehingga tukang jahit tetap dibutuhkan. Tidak hanya di perkotaan, tapi juga perdesaan," kata Sudiarsa di Mataram, Selasa (20/2).

Para peserta pelatihan, kata dia, adalah dari golongan usia produktif yang belum memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan layak. Baik dari kaum perempuan maupun laki-laki yang punya kemauan untuk berwirausaha.

Program pelatihan yang digelar setiap tahun terbagi dalam tiga angkatan. Setiap angkatan berjumlah minimal 30 orang, sehingga dalam satu tahun minimal 100 orang memiliki keahlian menjahit.

Lebih lanjut, Sudiarsa sebagaimana dilansir Antara mengatakan dalam menjalankan program tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mataram. Lembaga yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB itu menyediakan instruktur.

"Kami berharap melalui pelatihan tersebut warga usia produktif minimal punya keahlian dan berani menjadi pengusaha industri rumahan di bidang menjahit," ujarnya.

Selain menjahit, Hippi NTB juga memprogramkan pelatihan bagi para pelaku usaha jasa konstruksi dalam rangka meningkatkan kapasitas menghadapi persaingan usaha. Pelatihan tersebut diadakan setiap tahun dengan jumlah peserta 100 orang yang terbagi dalam tiga angkatan.

Pelatihan melibatkan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) NTB. Lembaga tersebut menyediakan instruktur di bidang konstruksi yang bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan teknologi konstruksi.

Para peserta pelatihan, lanjut Sudiarsa, dari berbagai kalangan di bidang konstruksi, mulai dari tukang bangunan, pelaksana hingga pengawas.

"Kami juga bekerja sama dengan Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah II Surabaya di Jawa Timur. Lembaga ini yang memberikan sertifikat. Sudah 560 sertifikat kami berikan kepada peserta pelatihan pada 2015 dan 2016," katanya.

Hippi NTB juga berencana mengadakan pelatihan bagi warga dalam bidang reparasi mesin perahu tempel yang banyak digunakan oleh para nelayan di NTB. Menurut Sudiarsa, tenaga ahli reparasi mesin perahu tempel di daerahnya relatif terbatas sehingga ada peluang berusaha.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH