Pengusaha Indonesia Produknya Terbatas, Ini yang Bikin Kalah! Kualitas produk Indonesia sudah baik hanya kuantitasnya yang belum cukup. (Foto: Pexels/Terje Sollie)

PELUANG pasar global selalu terbuka bagi semua pelaku usaha di Indonesia. Untuk dapat bersaing di ranah internasional, para pengusaha harus kreatif dan inovatif. Kedua hal tersebut sudah dimiliki oleh pebisnis di Indonesia. Sayangnya, keberhasilan pengusaha Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Lantas apa yang membuat hal tersebut terjadi?

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin menuturkan hal tersebut terjadi karena para pedagang UMKM memproduksi produknya secara terbatas. Mereka tak mampu memenuhi kebutuhan konsumen dunia.

pakaian
Pengusaha di Indonesia tidak mampu memenuhi kuantitas pasar dunia. (Foto: Pexels/Ylanite Koppens)

“Ketika Jack Ma ke Indonesia dan tertarik pada produk kita. Dia meminta stoknya harus mencapai 1.000.000 produk. Pengusaha kita tak siap dengan hal tersebut,” ujarnya saat ditemui di acara e2eCommerce, Rabu (17/10). Hanya industri berskala makro yang bisa memenuhi permintaan Jack Ma tersebut.

“Misalnya kopi. Akhirnya para trader besar seperti Kopi Kapal Api atau Torabika yang bisa masuk ke pasar global. Sementara pedagang kecilnya tidak mampu. Itu kan sulit!” tuturnya. Menurut Rudi, hasil produksi Indonesia memiliki kualitas yang bagus namun tak bisa memenuhi kuantitas. Ia pun menyayangkan hal tersebut.

rudi salahuddin
Mohammad Rudy Salahuddin, mendorong pengusaha lebih memperhatikan kuantitas. (Foto: MP/Dickie Prasetia)

Dirinya merekomendasikan para pengusaha Indonesia untuk berani memproduksi produknya secara besar-besaran guna memenuhi kebutuhan konsumen berskala global. Selain itu, ia berharap para pengusaha Indonesia dengan bidang usaha yang sejenis untuk membuat cluster.

“Pengusaha harus membuat cluster-cluster seperti contohnya Batik Pekalongan atau Pengusaha Kulit Cibaduyut untuk memudahkan pemerintah melakukan intervensi langsung,” ucapnya. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo