Pengusaha E-Commerce Apresiasi Bantuan Rp2,4 Juta bagi UMKM Ilustrasi UMKM

MerahPutih.com - Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang digelontorkan pemerintah Rp2,4 juta, dinilai sudah tepat mengingat banyak pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

"Tinggal bagaimana caranya bantuan tersebut bisa tepat sasaran," ujar Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung.

Ia mengatakan, jika usaha mikro di Indonesia sangat besar yakni sekitar 93 persen. Sehingga, dalam kondisi ini, cashflow pelaku usaha mikro yang tidak besar ini bisa ditolong.

Baca Juga:

Catat, Cicilan UMKM Terdampak Corona Ditunda 1 Tahun dengan Bunga Ringan!

Pelaku usaha mikro, kata ia, memiliki peranan dalam memulihkan perekonomian nasional, terlebih lagi jika para pelaku usaha itu berhasil bertransformasi ke ranah digital agar tetap bisa bertahan hidup di masa COVID-19 dan juga menghindari transaksi tatap muka secara offline.

Kondisi pedagang pasar
Kondisi pedagang pasar. (Foto: Antara).

"Jadi mereka saat ini tidak memiliki pilihan di mana kalau mau bertahan harus masuk ke ranah digital," kata Ketua Umum idEA tersebut.

Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang merupakan dana hibah sebesar Rp2,4 juta mulai dicairkan sejak 17 Agustus 2020 untuk tahap awal penerima sebanyak 1 juta pelaku usaha mikro. BPUM ini dicairkan secara bertahap untuk 12 juta penerima secara total.

Program yang diberi nama Bantuan Presiden (BanPres) Produktif Usaha Mikro ini merupakan upaya membantu usaha mikro agar lebih produktif dalam berupaya pulih, serta bangkit akibat terdampak pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Corona, Sandiaga: UMKM Tahan Turbulensi Ekonomi


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH