Pengusaha Butuh Advokat untuk Dampingi Bisnis dan Investasi di Berbagai Wilayah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 24 Februari 2023
Pengusaha Butuh Advokat untuk Dampingi Bisnis dan Investasi di Berbagai Wilayah
The 1st National Conference of Indonesian Young Lawyers 2023 di Hotel Pullman Bandung. Foto: ANS

MerahPutih.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan para pengusaha membutuhkan advokat dalam pengembangan bisnis dan investasinya di berbagai daerah. Alasannya karena kondisi tiap daerah berbeda dan banyak faktor sosial yang harus diatasi.

“Dalam berbisnis ini pengusaha tidak lepas dari bantuan advokat,” kata perwakilan HIPMI saat acara forum group discussion terakhir di acara The 1st National Conference of Indonesian Young Lawyers. Acara itu gelaran Peradi Young Lawyers Committee di Bandung sejak 23-25 Februari 2023.

HIPMI berharap, tren positif pada 2022 bisa terus berlanjut pada 2023. Pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai sangat fantastis hingga mencapai 5,3 persen. Kondisi itu membuat Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di dunia ketika banyak negara lain sedang kesusahan.

Baca Juga:

Konferensi Advokat Muda Peradi Bahas Standar Profesi dan Reposisi Organisasi

Indonesia menurut HIPMI memiliki beberapa sektor untuk pengembangan investasi seperti infrastruktur, pertanian, dan pariwisata.

“Ke depan kita melihat Indonesia tidak akan mengalami resesi,” ujarnya.

Sementara itu menurut staf khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Pradana Indraputra, ada beberapa kondisi global yang mengancam perekenomian Indonesia seperti perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta perang Rusia-Ukraina.

“Namun di luar itu ada berita yang cukup optimistis,” ujarnya di acara yang sama.

Baca Juga:

Romli Atmasasmita Dorong Peradi Sampaikan Pendapat soal KUHP Baru ke Pemerintah

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik daripada negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Tiongkok. Pun tingkat inflasi di Indonesia dibandingkan negara lain seperti Inggris, Turki, Argentina.

“Insyaallah kita percaya diri dari beberapa negara lain,” katanya.

Dengan tren realisasi investasi 1.207,2 triliun pada 2022 jumlah tenaga kerja pun diklaim meningkat jadi 1.305.001. kemudian ada pergeseran porsi investasi di mana luar Jawa menjadi lebih besar yaitu Rp 636,3 triliun atau 52,7 persen dibandingkan dengan investasi di Pulau Jawa. (ANS/Jawa Barat)

Baca Juga:

Harapan Wali Kota Bandung Yana Mulyana ke Advokat Muda Indonesia

#PERADI #Hipmi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir
Bagikan