Pengunjung Malioboro Dibatasi, Ini Ketentuan Wajib Masuk ke Sana Jalan Malioboro yang menjadi magnet bagiwisatawan ke Yogyakarta. (Foto: instagram@bekitravellerph)

SEJUMLAH protokol baru diterapkan bagi pengunjung kawasan Malioboro Yogyakarta. Pengunjung yang masuk akan dibatasi dan diminta mengikuti beberapa ketentuan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto menjelaskan protokol ini dijalankan untuk menekan penyebaran pandemi corona.

Baca juga:

'Dream Now Travel Later', Menginap di Hutan Bali Setelah Pandemi

Pihaknya sudah memasang besi penyekat di pintu masuk kawasan pedestrian Malioboro. Sejumlah petugas Jogoboro sudah disiagakan untuk memeriksa pengunjung dan mengingatkan pengujung untuk melaksanakan persyaratan masuk.


1. Wajib cuci tangan dan ukur suhu

Penyekat jalan Malioboro (Foto: MP/Teresa Ika)
Penyekat jalan Malioboro (Foto: MP/Teresa Ika)

Petugas Jogoboro akan meminta pengunjung mencuci tangan di tempat cuci tangan yang sudah disediakan. Lalu petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung. Pengunjung diperbolehkan masuk jika suhu tunggu maksimal 37,5 derajat. Jika sehat, pengujung berlanjut ke prosedur berikutnya.

"Kami juga sudah menempatkan tempat cuci tangan di sepanjang Malioboro. Ada 40 titik tempat cuci tangan yang sudah dilengkapi air mengalir, sabun, dan tisu," jelas dia.


2. Wajib daftar diri pakai code QR

Wajib mendaftarkan diri (Foto: MP/Teresa Ika)
Wajib mendaftarkan diri (Foto: MP/Teresa Ika)

Seluruh pengunjung Malioboro yang berjalan kaki wajib mendaftarkan diri dengan menscan kode QR ke alat yang disiapkan Pemkot. Pertama pengunjung diminta mengunduh aplikasi QR Code Scanner. Kemudian mengisi sejumlah data diri ke dalam aplikasi.

"Pengunjung diminta isi nama, nomor HP, alamat dan email. Petugas akan membantu pengunjung registrasi,"jelas Ekwanto.

Jika sudah berhasil, pengunjung akan ditempelkan stiker barcode. Stiker ini memudahkan pemerintah memantau jumlah pengunjung dan kemunculan kerumunan.

Baca juga:

Pangandaran Contoh Penerapan AKB Sektor Pariwisata

"Ini juga memudahkan kita melacak identitas pengunjung jika terjadi sesuatu. Tinggal menghubungi mereka melalui nomor telepon," lanjutnya.

Selain itu pengunjung wajib memakai masker.

3. Arah alur jalan pengunjung diatur

Ada arah alur jalan pengunjung (Foto: MP/Teresa Ika)
Ada arah alur jalan pengunjung (Foto: MP/Teresa Ika)


Pedestrian di sisi timur yang dimulai dari depan hotel Inna Malioboro direncanakan untuk pengunjung yang berjalan ke selatan yang menuju Pasar Beringharjo dan Titik nol.

Sedangkan pedestrian di sisi barat dimulai dari dekat rel stasiun Tugu dikhususkan untuk pengunjung yang berjalan ke arah utara atau dari pasar Beringharjo menuju stasiun Tugu.

Namun pengunjung diperbolehkan untuk pindah ke sisi pedestrian lainnya di sisi jalanan yang memiliki zebra cross.

Wakil walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan ketentuan ini berlaku juga di kawasan Titik nol km, dan Alun-alun Utara serta Selatan Keraton Yogyakarta.

Pemerintah kota Jogjakarta turut akan menyiapkan petugas Di sirip-sirip gang di sepanjang Jalan Malioboro untuk menerapkan ketentuan ini. Pihaknya sudah melakukan ujicoba ketentuan mulai Kamis (11/06). Depan Pemkot Yogyakarta akan menerapkan peraturan ini di seluruh destinasi wisata.

"Hanya wisatawan yang masuk destinasi itu yang akan diberikan barcode itu, kalau hanya lewat tidak diberikan,"pungkasnya. (*)

Tulisan dari Teresa Ika kontributor merahputih.com untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga:

Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH