Pengujian Sampel Corona Bakal Dilakukan Masif dan Libatkan Aparat Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberikan keterangan di Jakarta (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pengujian sampel virus corona di masyarakat pun akan dilakukan secara masif melalui pelacakan kontak secara agresif.

Pemerintah akan terus melibatkan aparat untuk melakukan pelacakan kontak dekat kasus positif.

"Pengujian sampel dilakukan secara masif disertai dengan pelacakan kontak dekat kasus positif secara lebih agresif dengan melibatkan seluruh aparat di daerah, baik aparat desa, RT RW atau kepolisian dan TNI," jelas Yurianto saat konferensi pers, Jumat (17/4).

Baca Juga:

PSBB di Bandung Raya Dimulai Rabu 22 April 2020

Yurianto berharap, pelacakan dan pemeriksaan sampel dari kontak dekat kasus positif secara masif dan agresif ini bisa mengurangi jumlah kasus positif yang ada.

Jubir Corona Achmad Yurianto menyatakan pemerintah akan lakukan pengujian sampel corona secara masif
Jubir Corona, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Para pasien yang dinyatakan positif pun akan segera mendapatkan perawatan dan isolasi ketat.

"Upaya ini dilakukan dalam rangka membatasi kasus positif yang diyakini sebagai sumber penularan. Agar bisa dibatasi dan agar tidak berkontak dengan kelompok rentan," ucapnya.

Yurianto juga berharap agar konsultasi medis dapat dilakukan melalui teknologi sehingga pasien tak harus mengunjungi rumah sakit untuk mengurangi pergerakan di rumah sakit.

"Telah banyak layanan telemedis yang disiapkan pemerintah dan swasta yang terintegrasi bersama-sama. Kita harapkan masyarakat yang butuh konsultasi medis bisa gunakan fasilitas ini," ucap dia.

Jumlah kasus positif Corona COVID-19 di Indonesia kian hari bertambah. Satgas Penanganan Corona COVID-19 kembali menyampaikan update atau pemutakhiran data Corona pada Jumat, 17 April 2020.

Baca Juga:

Maskerku Melindungi Kamu, Maskermu Melindungi Aku

Data tersebut termasuk jumlah pasien Corona yang sembuh juga bertambah. Sayangnya begitu pula dengan jumlah pasien meninggal yang turut meningkat.

Pemerintah menyampaikan bahwa sudah ada 5923 kasus Corona COVID-19 di Indonesia. Data ini diperbaharui sejak pukul 12.00 WIB pada 16 April 2020 hingga pukul 12.00 WIB pada 17 April 2020.(Knu)

Baca Juga:

Kemenag: Ramadan di Rumah Tak Mengurangi Kualitas Ibadah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bupati Sleman Positif COVID-19 Setelah Disuntik, Dipastikan Bukan Efek Vaksin
Indonesia
Bupati Sleman Positif COVID-19 Setelah Disuntik, Dipastikan Bukan Efek Vaksin

Joko menjelaskan vaksin Sinovac yang disuntikkan ke Sri Purnomo tidak mungkin menyebabkan penyakit.

Ajudan Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Ajudan Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Ajudan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Dicky Hartawan mangkir atau tak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK.

Masuki Libur Panjang, Kasus Positif COVID-19 Tembus 400 Ribu
Indonesia
Masuki Libur Panjang, Kasus Positif COVID-19 Tembus 400 Ribu

Masyarakat diminta untuk menghabiskan waktu liburannya di rumah saja. Dan tidak perlu keluar rumah tanpa ada kepentingan yang mendesak.

Pemerintah Finalisasi Daerah Prioritas Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Finalisasi Daerah Prioritas Vaksinasi COVID-19

Pemerintah, tegas Wiku, fokus memastikan bahwa vaksin yang akan digunakan nanti aman, berkhasiat dan minim efek samping.

Satpol PP DIY Bubarkan Acara Indonesia Scooter Festival
Indonesia
Satpol PP DIY Bubarkan Acara Indonesia Scooter Festival

Satpol PP DIY membubarkan acara Indonesia Scooter Festival yang digelar di salah satu mal, Jalan Lakda Adisutjipto.

Purnomo Mundur dari Pilkada Solo, Teguh Pilih Tunggu Sikap DPC PDIP
Indonesia
Purnomo Mundur dari Pilkada Solo, Teguh Pilih Tunggu Sikap DPC PDIP

Teguh Prakoso lebih memilih menunggu keputusan resmi partai setelah KPU RI menetapkan pemungutan suara pilkada serentak 270 daerah diadakan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

 Kepala Gugus Tugas Minta Perdebatan Penyelesaian Corona Dihentikan
Indonesia
Kepala Gugus Tugas Minta Perdebatan Penyelesaian Corona Dihentikan

"Sekarang ini tidak boleh lagi kehilangan waktu, kehilangan momentum untuk berdebat tentang teori menyelesaikan wabah ini," kata Doni

Bekas Legislator PDI Perjuangan Kembali Diperiksa KPK
Indonesia
Bekas Legislator PDI Perjuangan Kembali Diperiksa KPK

Damayanti juga telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan, karena terbukti menerima 278.700 dolar Singapura dan Rp1 miliar.

Menteri Erick Thohir Negatif Virus Corona
Indonesia
Menteri Erick Thohir Negatif Virus Corona

"Dan tetap juga bekerja untuk mendukung kebijakan melawan penyebaran virus corona," ujarnya

Tilang Elektronik Bakal Diperluas, Cegah Potensi Penyimpangan
Indonesia
Tilang Elektronik Bakal Diperluas, Cegah Potensi Penyimpangan

Data pelanggaran lalu lintas menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih besar