kesehatan
Pengobatan Mata Pada Pengidap AMD di Masa Pandemi Perawatan AMD pada usia lansia di masa pandemi (Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio)

MASYARAKAT Indonesia usia lanjut terancam buta massal. Pasalnya, angka age-related macular degeneration (AMD) yang terjadi di Indonesia cenderung tinggi. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengemukakan bahwa lima negara dengan jumlah penduduk dengan gangguan penglihatan tertinggi di dunia adalah Tiongkok, India, Indonesia, Amerika dan Pakistan.

Dokter Spesialis Mata Konsultan RSCM-FKUI, Dr.dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K) menegaskan, tanpa penanganan secara dini dan berkelanjutan, AMD akan terus memburuk dari waktu ke waktu terutama Degenerasi Makula terkait Usia tipe basah (wet AMD). Dirinya menyebutkan AMD basah menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan permanen yang parah pada orang di atas usia 60 tahun.

Baca Juga:

Menjaga Kesehatan Mata Itu Gampang Kok

"Age-related macular degeneration (AMD) merupakan kerusakan makula, yaitu pusat fokus penglihatan pada retina mata kita. Terjadi perubahan anatomi makula yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan mulai dari distorsi bentuk atau penglihatan buram, hingga buta pada penglihatan sentral. Akibatnya pasien tidak dapat membaca, menulis, bahkan melihat wajah orang di hadapannya," urai dr. Gitalisa.

Selain AMD basah, ada pula AMD kering (dry AMD). Pada AMD kering terjadi kerusakan makula secara bertahap biasanya selama bertahun-tahun, karena sel-sel retina mati dan tidak diregenerasi. Sekitar 10 persen hingga 15 persen orang dengan AMD kering penyakitnya akan berkembang menjadi AMD basah.

AMD Wet
Kebutaan karena AMD. (Sumber: Pexels/Matthias Zommer)

Pada AMD basah, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal ke dalam makula, sehingga terjadi perdarahan atau akumulasi cairan di makula. Akibatnya, akan timbul jaringan parut pada makula yang menyebabkan pasien kehilangan penglihatan sentralnya (kebutaan). "AMD basah sering berkembang dengan sangat cepat dan dapat menyebabkan kehilangan daya lihat yang sangat signifikan," jelasnya.

Gitalisa mengatakan faktor risiko utama dari AMD adalah usia. AMD biasa terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas tetapi juga dapat terjadi lebih awal. Usia bukanlah satu-satunya penyebab seseorang mengalami AMD. Faktor lain yang dapat menimbulkan atau memperparah kondisi AMD adalah faktor genetik dan merokok.

"Mereka yang memiliki faktor risiko ini tentu harus waspada, karena jika tidak ditangani dengan baik, AMD bisa mengakibatkan komplikasi hingga kebutaan, bahkan juga memengaruhi kesehatan mental seperti risiko depresi dan isolasi sosial yang lebih tinggi,” ujar Gitalisa.

Baca Juga:

Kenali Tanda Kerusakan Sklera, Si Putih Pelindung Bola Mata

Terkait pengobatan, Gitalisa menambahkan AMD kering biasanya tidak mengakibatkan kehilangan penglihatan total, sehingga saat ini belum ada pengobatan yang efektif. Namun terapi pada AMD basah telah mengalami perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir.

Salah satu obat untuk AMD basah adalah Aflibercept yang dapat menghambat faktor pertumbuhan endotel anti-vaskular (vascular endothelial growth factor atau VEGF). "Terapi dengan Aflibercept dilakukan dengan cara suntikan ke dalam bola mata (intravitreal), dapat memperlambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan mencegah kerusakan makula lebih lanjut, sehingga mencegah kebutaan," tuturnya.

Meskipun risiko kebutaan bisa diminimalisir dengan pengobatan rutin, proses pengobatan terhalang dengan ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke rumah sakit di masa pandemi COVID-19. Namun, kini pengidap AMD tidak perlu lagi khawatir dengan pengobatan rutin ke rumah sakit di masa pandemi.

Periksa mata secara berkala. (Foto: Unsplash/Victor Freitas)

Studi ALTAIR pada 2020 menunjukkan bahwa terapi Aflibercept intravitreal pada penderita AMD tipe basah dapat memperpanjang jarak interval pengobatan dalam rejimen treat-and-entend (T&E) dengan penyesuaian 2 minggu atau 4 minggu. Hasil terapi menunjukkan perbaikan penglihatan dan anatomi makula pada pasien yang sebelumnya belum pernah menggunakan pengobatan selama 52 minggu, sekaligus mengurangi beban pengobatan.

Studi ini menunjukan bahwa 40 persen pasien bisa berobat empat bulan sekali, dan 60 persen lainnya tiga bulan sekali dengan penggunaan Aflibercept ini yang sebelumnya pasien harus datang untuk perawatan AMD basah setiap 2 bulan sekali. "Dengan interval terapi lebih lama, terlebih dalam masa pandemi COVID-19, diharapkan jumlah kunjungan dan beban ekonomi dapat berkurang," tambahnya.

Terapi Aflibercept intravitreal juga efektif pada satu sub-tipe AMD tipe basah yaitu Polypoidal Choroidal Vasculopathy (PCV), yang paling sering terjadi pada ras Asia sehingga disebut 'Asian AMD'. Pada ras ini 25 persen- 50 persen pasien dengan AMD juga memiliki PCV.

"Seluruh masyarakat termasuk lansia, perlu melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Sesuai dengan himbauan Hari Penglihatan Sedunia 2021, lakukan pemeriksaan mata minimal sekali dalam setahun, terutama ketika mulai menginjak usia 40 tahun, serta perlu dideteksi berbagai gangguan mata degeneratif termasuk AMD," tutupnya. (avia)

Baca Juga:

Mata Minus Menghalangi Aktivitasmu? Atasi dengan Cara-Cara Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
HUION x Bumi Langit Luncurkan Drawing Tablet Bertema Superhero Lokal
Fun
HUION x Bumi Langit Luncurkan Drawing Tablet Bertema Superhero Lokal

HUION dan Bumi Langit Luncurkan 3 Drawing Tablet Untuk Mendukung Seniman Indonesia Berkarya Melalui Digital.

Akupuntur Medis Bantu Atasi Gangguan Tidur
Fun
Akupuntur Medis Bantu Atasi Gangguan Tidur

Akupuntur dapat mengaktivasi otak untuk dapat membuat tidur menjadi lebih berkualitas.

Sony akan Hapus DSLR Pelan-Pelan
Fun
Sony akan Hapus DSLR Pelan-Pelan

Demi mendorong industri fotografi.

Kebiasaan Manis Suga BTS Saat Ulang Tahun
ShowBiz
Kebiasaan Manis Suga BTS Saat Ulang Tahun

Banyak orang berbahagia karena Suga BTS ulang tahun.

Masih Jomlo? Berbahagialah! Ini Alasan Perempuan Jomlo Lebih Bahagia
Fun
Masih Jomlo? Berbahagialah! Ini Alasan Perempuan Jomlo Lebih Bahagia

perempuan jomlo lebih bahagia daripada yang sudah menikah

Pandemi Lahirkan Tren Wisata Vaksinasi
Travel
Pandemi Lahirkan Tren Wisata Vaksinasi

Amerika Serikat, Maldives, dan Uni Emirat Arab menawarkan paket pariwisata beserta vaksinasi.

Memahami Panic Buying Susu Beruang
Hiburan & Gaya Hidup
Memahami Panic Buying Susu Beruang

Biasanya disebabkan ketakutan akan kehabisan persediaan.

Tanda-Tanda Planet Pertama Ditemukan di Luar Galaksi Kita
Hiburan & Gaya Hidup
Tanda-Tanda Planet Pertama Ditemukan di Luar Galaksi Kita

Terletak sekitar 28 juta tahun cahaya dari Bima Sakti.

Mengintip Laptop Dengan 7 Layar Lipat Pertama di Dunia
Fun
Mengintip Laptop Dengan 7 Layar Lipat Pertama di Dunia

Aurora 7 sangat canggih dengan fitur tujuh layar lipat pertama di dunia.

Paul McCartney Kena Demam BTS
ShowBiz
Paul McCartney Kena Demam BTS

Ia mengatakan anggota BTS mengalami kesuksesan serupa yang dialami The Beatles.