Pengiriman Narkoba 353 Kilogram dari Malaysia Diotaki Napi di Lapas Aceh Konferensi pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Bareskrim dan Polda Aceh membongkar penyelundupan 353 kg narkotika jenis sabu-sabu. Barang haram itu diduga merupakan jaringan internasional Timur Tengah-Malaysia di Aceh.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 113 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Krisno menyebut, potensi warga yang terselamatkan sebanyak 1.765.000 jiwa.

Baca Juga:

Ridho Rhoma Kembali Ditangkap Polisi akibat Kasus Narkoba

Ia membeberkan, pengungkapan ini bermula ketika kepolisian mendapat informasi akan ada penyelundupan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Aceh.

Berdasarkan informasi masyarakat, diperoleh info intelijen akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar.

"Dengan menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh," ujar Brigjen Krisno Siregar melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (11/2).

Setelah mendapat informasi tersebut, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh, dan Polres Bireuen. Tim gabungan ini melakukan proses penyelidikan selama satu bulan.

Selanjutnya, pada Rabu (27/1), sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan kapal. Lokasinya di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

 Konferensi pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ketika kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri.

Meski begitu, petugas kepolisian berhasil menangkap mereka. Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan itu.

Mereka yang ditangkap adalah KM (37) sebagai orang kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, ES (35) sebagai pengendali.

Anggota tim menemukan banyak karung yang berisi narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 343 kotak Tupperware, alat komunikasi HP satelit, 3 unit HP GSM, dokumen kapal, dan 1 unit kapal ikan Tuah Sampurna.

"Selanjutnya tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut," tambahnya.

Kemudian, penangkapan tersebut dikembangkan.

Tim gabungan berhasil mengamankan MA (36) yang diduga berperan sebagai pengendali. MA merupakan napi di Lapas Lhokseumawe.

Baca Juga:

Tertangkap Lagi, Ridho Rhoma Minta Maaf Gegara Gagal Lawan Adiksi Terhadap Narkoba

Tim gabungan kemudian juga berhasil menangkap beberapa pelaku lainnya yang berperan sebagai penerima di Desa Blang Mee, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen pada Selasa (2/2).

Para penerima tersebut berinisial SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63), dan SB (41).

Dari ketujuh tersangka itu, polisi menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merk Scale, 1 unit HP merk Nokia warna putih, 6,66 kg sabu, 1 unit HP merk Xiaomi, dan 1 unit becak motor. (Knu)

Baca Juga:

PT Angkasa Pura I Gandeng BNN Solo Cegah Penyelundupan Narkoba di Bandara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Kampanye Daring, Warga Keluhkan Bantuan UMKM Rp2,4 Juta Tak Kunjung Cair
Indonesia
Gibran Kampanye Daring, Warga Keluhkan Bantuan UMKM Rp2,4 Juta Tak Kunjung Cair

"Saya sudah mengajukan bantuan sosial produktif UMKM Rp2,4 pada dinas terkait di Solo, tetapi bantuan itu tak kunjung cair," ujar warga setempat Anna pada Gibran

Polda Jatim Cokok 4 Anggota Ormas yang Ancam Bunuh Mahfud MD
Indonesia
Polda Jatim Cokok 4 Anggota Ormas yang Ancam Bunuh Mahfud MD

Mereka ditangkap dengan dugaan mengancam Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD di media sosial.

Polisi Dikabarkan Tewas dan Anggota Kopassus Alami Luka Akibat Penyeroyokan
Indonesia
Polisi Dikabarkan Tewas dan Anggota Kopassus Alami Luka Akibat Penyeroyokan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengeroyokan itu terjadi di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu, 18 April 2021 sekitar pukul 05.30 WIB.

Imlek Nasional 2021: Peduli Pada Diri Sendiri, Masyarakat dan Bangsa
Indonesia
Imlek Nasional 2021: Peduli Pada Diri Sendiri, Masyarakat dan Bangsa

Pandemi menjadi kesempatan kami untuk saling peduli dan mendukung melalui banyak cara

PAN Minta Anies Kurangi Kapasitas Pengunjung Tempat Wisata Jadi 25 Persen
Indonesia
PAN Minta Anies Kurangi Kapasitas Pengunjung Tempat Wisata Jadi 25 Persen

"Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata tetapi kapasitas pengujungnya dikurangi menjadi 25-30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman," ujar Farazandi di Jakarta.

Kartu Vaksin Tak Berlaku Masuk Mal, Pengunjung Kebingungan
Indonesia
Kartu Vaksin Tak Berlaku Masuk Mal, Pengunjung Kebingungan

Pemerintah resmi melakukan percobaan uji coba pusat perbelanjaan atau mal dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 10 hingga 16 Agustus 2021 mendatang.

Kubu Munarman Sebut Cairan dan Serbuk di Bekas Markas FPI untuk Bersihkan Toilet
Indonesia
Kubu Munarman Sebut Cairan dan Serbuk di Bekas Markas FPI untuk Bersihkan Toilet

Penyidik Densus 88 menggeledah eks Markas Front Pembela Islam (FPI).

Hal Meringankan Vonis Juliari karena Menderita Dicaci Maki Masyarakat
Indonesia
Hal Meringankan Vonis Juliari karena Menderita Dicaci Maki Masyarakat

Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal meringankan, hakim menyebut Juliari belum pernah menjalani hukuman sebelumnya. Menurut Hakim, Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki dan dihina oleh masyarakat.

Viral Buku SD "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur", Ini Kata Penerbit Tiga Serangkai
Indonesia
Viral Buku SD "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur", Ini Kata Penerbit Tiga Serangkai

Jagat maya dihebohkan dengan viralnya soal pelajaran Agama Islam siswa SD yang memuat "Ganjar Tidak Pernah Bersyukur".

Natalius Pigai Dilaporkan atas Dugaan Penyebaran SARA
Indonesia
Natalius Pigai Dilaporkan atas Dugaan Penyebaran SARA

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dilaporkan ke Bareskrim Polri.