Pengikut HTI Menjamur di Nunukan, Sebagian ASN Tak Akui Pancasila Sebagai Dasar Negara Pengurus beraktivitas di kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, Senin (8/5). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Merahputih.com - Sekretaris Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Hasmuni menjelaskan pengikut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah berkembang di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Keberadaan Organisasi yang sudah di larang di Indonesia itu di Kabupaten Nunukan tidak menutup kemungkinan akan semakin berkembang dan berdampak pada ideologi bangsa.

"Permasalahannya adalah perlu mengantisipasi semakin menurunnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila, karena paham HTI sudah masuk di Nunukan ini," kata Hasmuni di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (27/3).

Kedepan, pemerintah pusat diminta lebih intens melakukan tindakan dini terhadap pengikut HTI di Nunukan agar tidak menimbulkan pengkhianatan terhadap ideologi Negara di tengah-tengah masyarakat.

Belum lagi ada sebagian kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak mengakui lagi Pancasila sebagai dasar negaranya. "Kondisi semacam ini telah menjadi ancaman politik dan keamanan bagi bangsa sehingga perlu adanya tindakan nyata," jelas dia.

Warga melintas di depan Kantor DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (9/5). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Kabupaten Nunukan yang berada di tapal batas Indonesia dengan Malaysia butuh komitmen yang besar dari seluruh stakeholders untuk menangkal paham yang diusung HTI.

Jika tidak, kata Hasmuni, maka ancaman paham HTI di Kabupaten Nunukan akan semakin besar. "Apalagi ada ungkapan masyarakat di wilayah perbatasan itu bahwa 'garuda di dadaku, Malaysia di perutku'," singkat Hasmuni sebagaimana dikutip Antara.

Hasmuni mengatakan paham semacam itu akan mudah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak mengakui ideologi Pancasila guna memperluas pengaruhnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH