Penggunaan Cantrang Masih Didominasi oleh Nelayan Pantura Jawa Nelayan Demak, Jawa Tengah sedang memperbaiki jaring penangkap ikan teri jenis "gillnet". (FOTO Antara/Aji Styawan)

Terkait imbauan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap nelayan untuk menggantikan peralatan tangkap ikan dengan peralatan yang lebih ramah lingkungan, masih kerap menuai kontrovesi. Padahal, tujuan penggantian alat tangkap tersebut dinilai penting, yang di antaranya adalan dalam rangka mewujudkan sektor perikanan berkelanjutan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui, masih banyak nelayan di kawasan Pantai Utara Jawa yang menangkap ikan menggunakan cantrang atau trawl. Namun demikian, Susi meyakini, berbagai hambatan terkait dengan persoalan penggantian cantrang dengan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan tersebut bakal dapat segera teratasi.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (17/1), Susui menyatakan, produksi jaring untuk penggantian alat tangkap bagi nelayan kecil sudah hampir selesai. Bahkan, menurut Susi, sejumlah Pemda juga sudah mulai berkomitmen untuk membantu proses penggantian alat tangkap yang dinilai lebih ramah lingkungan tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar menyebut, penggunaan cantrang sebagai alat tangkap ikan, secara signifikan hanya terjadi di beberapa daerah, seperti Pantura Jawa, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Terkait hal ini, Zulfikar juga mengaku pihaknya telah berulang kali mengingatkan, bahwa menggunakan trawl atau cantrang dan sejenisnya merusak secara ekologi sumber daya laut yang ada. Dan, untuk larangan penggunaan trawl sendiri, menurut Zulfikar, telah diberlakukan sejak lama, yaitu sejak dikeluarkannya peraturan presiden pada dekade 1980-an.

Untuk diketahui, berdasarkan surat edaran Nomor 72/MEN-KP/II/2016, mengenai pembatasan penggunaan alat penangkapan ikan cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia(WPPNRI), nelayan wajib mengganti cantrang dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi keberlangsungan sumber daya ikan.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH