Penggunaan Blockchain pada Industri Makanan Blockchain memberikan keamanan dan transparansi. (Foto: Pixabay/TheDigitalArtist)

FAKTANYA saat ini banyak pusat perbelanjaan seperti Walmart bekerja sama dengan IBM untuk menggabungkan blockchain dalam sistem manajemen makanan mereka. Semakin banyak orang yang tidak memedulikan asal makanan mereka. Ini menyebabkan banyak masalah tidak hanya bagi konsumen tetapi juga pemasok.

Pada 6 Oktober 2006, beberapa negara bagian di Amerika Serikat mengalami wabah E-Coli yang bersumber dari bayam. Sekitar 199 orang terinfeksi, termasuk 22 anak-anak di bawah 5 tahun. 31 lainnya mengalami gagal ginjal yang disebut sindrom hemolytic-uremic. Akhirnya, 3 orang meninggal dalam wabah tersebut, salah satunya adalah anak usia 2 tahun.

Hasilnya, seluruh industri makanan mengalami kekacauan. Orang-orang mencoba melacak sumber dari bayam yang tercemari. Bayam mulai ditarik peredarannya di pasar. Butuh waktu 2 minggu untuk FDA (Food and Drug Administration) untuk mencari sumber dari bayam yang terkontaminasi. Selama 2 minggu, tidak ada bayam di pasar.

food
Penggunaan blockchain memungkinkan untuk langsung mengetahui sumber makanan. (Foto: Pexels/Stockpic)

Ternyata sumbernya hanya satu pemasok, satu tanah pertanian. Hanya karena satu tanah menutup keseluruhan industri selama 2 minggu. Semua ini bisa dihindari jika ada acara terbaik untuk melacak bayam. Melacak makanan adalah proses yang lama. Biasanya membutuhkan waktu lama, dan seluruh industri harus ditutup pada saat yang bersamaan. Bagaimana jika setiap proses (dari ketika tanaman tumbuh di kebun hingga mencapai pasar) menjadi permanen?

Bagaimana jika blockchain diimplementasikan di sini untuk merekam semua jejak makanan? Ingat bahwa blockchain adalah buku besar (ledger) terbuka, data di dalamnya pun terbuka bagi semua serta tidak ada otoritas sentral yang mengambil alih rekaman. Ini mengurangi waktu yang bisa dihabiskan melalui red tape dan hirarki tak berujung. Dengan memiliki data tersebut pada blockchain akan mengurangi waktu tunggu dari beberapa minggu menjadi hanya beberapa detik.

food
Bahan makanan dapat langsung ditelusuri dengan blockchain. (Foto: Pexels/Pixabay)

Walmart telah menjalankan dua ujicoba dengan IBM: satu dengan babi asal Tiongkok dan berikutnya dengan mangga dari Meksiko. Walmart dan IBM menggunakan hyperledger fabric, blockchain yang dibikin oleh IBM dan sekarang berada di bawah Linux Foundation, Hyperledger Group.

Karena blockchain lebih terintegrasi dengan industri makanan, proses keseluruhan menjadi lebih transparan dan aman. Keuntungan dari sistem makanan yang transparan yaitu di antara menambah keamanan makanan, makanan lebih segar karena tidak ada yang ingin mengirim makanan tidak segar dengan sistem terbuka, mengurangi sampah makanan karena tiap bagian dari makanan tercatat, serta menghentikan penipuan makanan karena sistem yang terbuka dan bisa dilihat semua orang.

Keuntungan lain dari sistem terbuka adalah menggalakkan tanggung jawab dari produser makanan karena mereka sekarang tahu bahwa tidak bisa curang. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH