Pengguna Sepeda Berkerumun di CFD Jakarta Warga yang padati CFD berkerumun. (Foto: Kanugrahan).

Merahputih.com - Ribuan warga tumpah ruah berolahraga saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Sudirman - Tharim. Mereka kebanyakan menggunakan sepeda dan berjalan kaki. Sayagnya, ketertiban warga dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

Dari pantauan di lokasi , banyak para pengguna sepeda yang berkerumun. Mereka mengaku hanya foto-foto dan sekedar melepas lelah. Titik-titik berkerumun antara lain di Bundaran Hotel Indonesia, Thamrin, Sudirman hingga kawasan Monas.

Polisi pun tak tinggal diam. Mereka langsung turun membubarkan para kerumunan warga. Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta terus mengingatkan warga untuk dan para pesepeda pergi dan tidak berkerumun.

"Tolong ya bapak ibu. Patuhi protokol kesehatan ya. Kita bukan melarang bapak ibu beraktivitas, tapi ini demi kebaikan bersama," jelas Budi.

Baca Juga:

Jokowi Ultah, Ini Permintaan Novel Baswedan Jelang Vonis Pelaku

Menurut Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq, warga sendiri terkesan masih sulit diatur.

"Masyarakat saya lihat sangat cuek dan nggak peduli. Kami tak bosen imbau terus," jelas Guntur di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).

Guntur melanjutkan, kebanyakan mereka yang tak tertib adalah klub-klub dan komunitas sepeda. Para komunitas ini, menganggap ini hal biasa. Padahal, penumpukan ini bisa berbahaya dan memicu penyebaran virus corona.

"Kita ngeri kan penumpukan. Kalau ada satu yang positif bisa nular semua," jelas Guntur.

Guntur melihat, tak ada kesadaran dari masyarakat soal bahaya Corona masih rendah dan masyarakat di CFD merasa cuek.

Antrean GBK
Warga Antre masuk GBK. (Foto: Kanugrahan)

Sementara, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, dari pemantauan kepolisian di lokasi, mayoritas warga yang berolahraga di kawasan GBK dan Sudirman sudah tertib.

"Mereka patuhi aturan protokol kesehatan dan jaga jarak," kata Jauhari di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu, 21 Juni 2020.

Jauhari melanjutkan, warga juga mau mengikuti aturan seperti ikut antrian pembatasan operasional di GBK meski tak membludak.

"Aturan lembatasan ini efektif. Warga mau ikuti protokol kesehatan dan minim terjadi kerumunan," terang Jauhari.

Nantinya, Kepolisian dan pengelola GBK bakal melakukan evaluasi terhadap kegiatan warga.

"Pelaksanaan baru dua hari, kami evaluasi berikut evaluasi. Kalau evaluasi apakah efektif dilanjutkan terutama di ring road," jelas Jauhari.

Manajemen Gelora Bung Karno memang membatasi jumlah pengunjung yang terbagi ke dalam sejumlah sesi di akhir pekan. Masing-masing sesi berdurasi satu jam dengan maksimal pengunjung seribu orang.

Pemberlakuan aturan tersebut mengakibatkan antrean panjang. Bahkan seorang pengunjung harus menunggu selama 30 menit untuk masuk ke kawasan ring road GBK.

Desinta (25) mengatakan, mengaku datang ke GBK sekitar pukul 08.00 WIB. Karena ramainya pengunjung, ia masuk dalam barisan antrean tersebut.

"Itu antrean setiap masuk GBK karena 1 jam sekali, bergantian, 1 gelombang 1.000 orang per jam," ujar Desinta yang mengenakan pakaian olah raga ini.

Karena padatnya pengunjung, ia antre sekitar 30 menit untuk bisa masuk ke kawasan ring road GBK. Akses masuk ke kawasan GBK melalui Pintu 5 dan Pintu 10; untuk kendaraan bermotor roda 4 diarahkan untuk parkir di Parkir Timur, dan Parkir Selatan. Area Ring Road Stadion Utama GBK hanya untuk pejalan kaki tanpa peralatan misalnya sepeda, skateboard, segway, scooter, dan stroller.


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH