Pengesahan UU Ciptaker Bentuk Persekongkolan Jahat Pemerintah, DPR dan Pengusaha Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin. Foto: (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin melontarkan kritik keras terhadap pemerintah dan DPR menyusul disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Din menyebut pengesahan UU sapu jagad tersebut sebagai bentuk persekongkolan jahat.

"Pengesahan UU Ciptaker atau Omnibus Law Ciptaker adalah bentuk persekongkolan jahat pemerintah, DPR, dan pengusaha. Mereka membela rakyat hanya dalam kata-kata, tetapi bukan dalam perbuatan nyata," kata Din dalam keterangannya, Selasa (6/10).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyesalkan sikap pemerintah dan DPR yang tidak mau mendengar aspirasi rakyat. Menurut dia, hal itu menunjukkan pemerintah dan DPR lebih membela pengusaha ketimbang rakyatnya.

Baca Juga

Ratusan Ribu Orang Tandatangani Petisi Tolak UU Cipta Kerja

"Pengesahan RUU Ciptaker menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR telah buta, tuli, dan beku hati terhadap aspirasi rakyat. Mereka lebih membela pengusaha daripada kaum pekerja," tegas dia.

Din pun menilai, pemerintah dan DPR sedang menyulut kegaduhan sosial, tatkala mengesahkan RUU Ciptaker saat suara penolakan kian besar. Apalagi, proses pembahasan aturan tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

"Dengan mengesahkan RUU Ciptaker, sampai rakat paripurna pada malam hari, pemerintah dan DPR telah menyulut api kegaduhan," kata Din. (Pon)

Baca Juga

UU Cipta Kerja Diklaim Bisa Dorong Terciptanya Era Penyiaran Digital

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI AD dan TNI AL
Indonesia
Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI AD dan TNI AL

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kembali melakukan mutasi jabatan di lingkungan TNI.

Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah
Indonesia
Ketua KPK Dorong Peran Kampus dalam Pembangunan Daerah

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mendorong civitas akademika universitas agar lebih berperan dalam pembangunan daerah.

Hampir 80 Akun Media Sosial di-'DM' Polisi
Indonesia
Hampir 80 Akun Media Sosial di-'DM' Polisi

Setelah pejabat setuju, maka virtual police akan mengirimkan peringatan kepada pemilik akun

Kota-Kota yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
Indonesia
Kota-Kota yang Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

Sementara hujan disertai petir perlu diwaspadai terjadi di Kupang pada siang serta dini hari, dan Banjarmasin pada siang hari

Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid
Indonesia
Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid

Ba'asyir bebas murni setelah divonis 15 tahun dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor.

Stres Divonis Positif COVID-19, Wanita di Tambora Lompat dari Apartemen
Indonesia
Stres Divonis Positif COVID-19, Wanita di Tambora Lompat dari Apartemen

Wanita berinisial A (23) ditemukan tergeletak di Jalan Pekapuran, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

 Ogah Kasasi, Kejaksaan Agung Disebut Takut Jika Pinangki Buka-Bukaan
Indonesia
Ogah Kasasi, Kejaksaan Agung Disebut Takut Jika Pinangki Buka-Bukaan

Vonis majelis hakim dalam sidang banding jaksa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dipangkas dari 10 tahun menjadi empat tahun

Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022
Indonesia
Pengusaha Diminta Jaga Arus Kas Sampai 2022

Ekonomi, kata Budi Gunadi, tidak akan sepenuhnya pulih jika aktivitas kontak fisik di masyarakat masih dibayangi oleh rasa tidak aman dalam hal kesehatan.

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (17/2) dini hari, sekitar pukul 02.09 WIB.

Pascateror KKB, Pelayanan Penerbangan ke Wangbe Ditutup Sementara
Indonesia
Pascateror KKB, Pelayanan Penerbangan ke Wangbe Ditutup Sementara

Pelayanan penerbangan ke Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua, ditutup sementara pasca teror yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot pesawat Susi Air yang terjadi Jumat (12/3).