Pengendara Ini Nyamar Jadi Tentara dan Bawa Senpi Mainan Demi Lolos Operasi Patuh Jaya Ardianto, pria yang nyamar jadi tentara demi lolos Operasi Patuh Jaya 2020. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Segala cara digunakan pengendara agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas saat Operasi Patuh Jaya 2020. Salah satunya dengan 'menyamar' menjadi oknum aparat agar tak diberhentikan petugas gabungan TNI dan Polri.

Pria bernama Ardianto ini ditangkap setelah kedapatan menggunakam seragam TNI 'berpangkat' Sersan Mayor. Bahkan, melengkapi diri dengan pistol dan sajam mainan agar terlihat meyakinkan.

Baca Juga

Ribuan Pengendara Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya, Didominasi Motor Lawan Arus

Pria berambut cepak ini terjaring petugas saat melintas di kawasan Jalan Suryo, Cempaka Putih.

Dandenpom Garnisun Tetap 1 Jakarta Pusat Mayor (CPM) Supriyanto menuturkan Ardianto diamankan karena mobilnya mencurigakan. Seperti ada atribut TNI dan baju loreng hijau didalamnya.

"Ardianto ini menyampaikan bahwa dia seorang mitra dari sebuah institusi," kata Supriyanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/7).

Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat memberlakukan tilang bagi pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya di Jakarta, Kamis (23/7/2020).(ANTARA/HO-Satlantas Wilayah Jakarta Barat)
Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat memberlakukan tilang bagi pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya di Jakarta, Kamis (23/7/2020).(ANTARA/HO-Satlantas Wilayah Jakarta Barat)

Supriyanto menuturkan, Ardianto masih menjalani pemeriksaan di Garnisun. Dari pemeriksaan sementara, Ardianto mendapatkan seragam dan atribut itu dari seorang temannya.

"Makanya mau kami klarifikasi kebenarannya. Apakah yang bersangkutan mitra benar dari sana. Katanya dapat dari pembina Mitra. Masih kami cek kebenarannya," tutup Supriyanto.

Ardianto memang membawa pistol mainan dan senjata laras panjang. Pada saat ditangkap oknum anggota TNI gadungan ini juga mengenakan seragam yang berbeda.

Ia memakai celana loreng dan mengenakan baju dinas harian TNI Angkatan Darat berwana hijau lengkap dengan tanda nama dan pangkat. Oknum anggota gadungan ini ditangkap karena aparat mencurigai seragam yang tidak sesuai tersebut.

Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief memastikan pelaku sudah ditangani oleh pihak TNI.

"Sudah ditangani. Ternyata anggota Wanra. Kini masih dalam penanganan," jelas Luqman.

Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menilang 1.000 lebih pengendara yang melanggar lalu lintas pada pelaksanaan hari pertama Operasi Patuh Jaya 2020, Kamis (23/7).

"Jumlah penindakan tilang sejumlah 1.763 (pengendara)," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar.

Selain menilang, Fahri mengatakan pihaknya juga memberikan teguran terhadap 2.699 pengendara.

Menurut Fahri, pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya.

"Pelanggaran tertinggi adalah melawan arus dengan jumlah 537 pelanggaran," ujarnya.

Ditlantas Polda Metro menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 23 Juli hingga 5 Agustus. Operasi ini digelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dalam pelaksanaan, sebanyak 1.807 personel gabungan disebar di sejumlah titik.

Untuk operasi kali ini, ada lima jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan. Antara lain melawan arus, tak menggunakan helm, melanggar marka stop line, menggunakan sirene atau rotator tak sesuai ketentuan, dan melintas di bahu jalan tol.

Baca Juga

1.807 Polantas Dikerahkan di 56 Titik di Jakarta, Incar Pengendara Bandel

Berbeda dengan operasi yang biasa digelar, kali ini polisi tak berdiam diri di satu titik. Polisi akan berkeliling untuk menghindari kerumunan di tengah pandemi.

"Petugas tidak akan berdiam diri di pinggir jalan dan merazia pengendara. Namun akan berkeliling dan langsung menyetop pengendara yang terlihat melanggar aturan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri dan Kejagung Diminta Libatkan KPK Gelar Perkara Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki
Indonesia
Polri dan Kejagung Diminta Libatkan KPK Gelar Perkara Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki

Hal itu sebagai bentuk supervisi KPK terhadap penanganan kasus tersebut.

Maklumat Polri soal FPI Dianggap Batasi Hak Warga
Indonesia
Maklumat Polri soal FPI Dianggap Batasi Hak Warga

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, hak mendapat Informasi bagian dari HAM yang dilindungi UUD 1945.

Bos Ciputra Terseret-seret Kasus Dugaan Suap Bupati Sidoarjo
Indonesia
Bos Ciputra Terseret-seret Kasus Dugaan Suap Bupati Sidoarjo

Kasus dugaan suap terkait pengaadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua
Indonesia
Lemhanas Diminta Bikin Kajian Komperehensif Soal Papua

Ada 11-13 operasi militer yang dilakukan pada era Orde Baru sehingga melahirkan trauma

Redam Radikalisme, Tokoh Agama Diminta Hilangkan Narasi Kebencian
Indonesia
Redam Radikalisme, Tokoh Agama Diminta Hilangkan Narasi Kebencian

Boy membicarakan keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila

Update COVID-19 Selasa (1/9) 177.571 Positif, 128.057 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (1/9) 177.571 Positif, 128.057 Sembuh

kasus COVID-19 di Indonesia kini ada 177.571 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Update COVID-19 Senin (28/9): 278.722 Positif, 206.870 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (28/9): 278.722 Positif, 206.870 Sembuh

Jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Senin (28/9) mencapai 278.722 orang.

Gelar Sidak, Wagub DKI Klaim Pelaku Usaha Taat Aturan Ketat PSBB
Indonesia
Gelar Sidak, Wagub DKI Klaim Pelaku Usaha Taat Aturan Ketat PSBB

Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengetatan PSBB di DKI Jakarta berjalan maksimal, pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Bekas Legislator PAN Terseret Kasus Korupsi di PT DI
Indonesia
Bekas Legislator PAN Terseret Kasus Korupsi di PT DI

Tak hanya Chandra, tim penyidik juga bakalan memeriksa tiga saksi lagi untuk Budi. Ketiganya merupakan pensiunan TNI AD, yaitu Fx Bangun Pratiknyo, Edi Martino, dan Mayjen TNI (Purn) Mulhim Asyrof.