Pengen Nikmati Tiga Kuliner Legendaris NTT di Satu Tempat? Ini Surganya Se'i sapi sambal rica di warung se'i sapi khas Kupang, Bandung. (Instagram/ seisapi_khaskupang)

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak kuliner daerah yang terkenal secara nasional. Sebut saja bose, se'i, dan luat. Anda sudah mencoba ketiganya?

Se'i yaitu daging asap khas NTT. Daging yang digunakan sapi atau babi. Bose atau bubur jagung bose yaitu olahan jagung dengan campuran kacang merah, labu manis, dan santan. Sedangkan luat merupakan sambal khas NTT yang memiliki rasa pedas, asam, serta aroma yang kuat.

Bagi Anda pecinta kuliner NTT, datang ke festival makanan tradisional di Kota Kupang mungkin tepat, pada akhir pekan ini. Anda akan menemukan bose, se'i, dan luat secara gratis. Selain ketiga kuliner legendaris itu, ada Anda akan disuguhkan kuliner khas dari NTT lainnya.

Pemerintah Kota Kupang akan menggelar festival makanan tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (21/4). Festival makanan tersebut spesial karena diselenggarakan dalam rangka HUT ke-22 Kota Kupang pada 25 April 2018.

"Festival makanan tradisional yang akan diikuti 180 peserta ini untuk membangkitkan semangat warga Kota Kupang dalam mengkonsumsi makanan lokal khas NTT," kata Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Jumat (20/4).

Se'i sapi tumis bayam mushroom plus telor ceplok, di warung se'i sapi khas Kupang, Bandung. (Instagram/ seisapi_khaskupang)
Se'i sapi tumis bayam mushroom plus telor ceplok, di warung se'i sapi khas Kupang, Bandung. (Instagram/ seisapi_khaskupang)

Jefrison menjelaskan, seperti dilansir dari Antara, peserta festival tersebut terdiri dari 40 instansi pemerintah di lingkungan pemerintahan Kota Kupang, dan sisanya dari BUMN, lembaga perbankan, perhotelan, serta TNI dan Polri.

Menu makanan tradisional seperti jagung bose, se'i, dan luat itu akan dibagikan secara gratis kepada 2.000 orang yang mengikuti kegiatan car free day di Jalan El Tari Kupang pada Sabtu (21/4).

"Semua makanan tradisional yang dihasilkan dalam festival makanan tradisional itu akan dibagikan secara gratis kepada 2.000 orang peserta Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Raya El Tari," katanya.

Festival makanan tradisional tersebut dilaksanakan sebagai wujud dukungan pemerintah daerah terhadap program pemerintah pusat dalam pengembangan usaha wisata kuliner. "Kita berharap dengan digelarnya festival kuliner ini akan semakin tumbuhnya minat masyarakat Kota Kupang dalam mengkonsumsi makanan tradisional NTT serta semakin berkembangnya usaha kuniler di daerah ini," tegas Jefrison.

Bubur jagung bose. (Instagram/ yusranpare)
Bubur jagung bose. (Instagram/ yusranpare)

Festival makanan tradisional NTT kemudian akan menjadi agenda tahunan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan sektor pariwisata khususnya pengembangan usaha wisata kuliner. Jadi bagi Anda pecinta kuliner NTT, acara tersebut bisa menjadi agenda tahunan untuk menikmati lagi kuliner setempat yang mungkin akan lebih kaya lagi. (*)

Baca juga berita lain terkait kuliner nusantara dalam artikel: Sentiling Singkong Si Warna-warni Andalan Semarang

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH