Pengembangan Vaksin Nusantara Sengaja Dilakukan Secara Senyap Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Masyarakat di Tanah Air diimbau menyikapi polemik vaksin Nusantara secara proporsional. Persoalan vaksin Nusantara tidak seharusnya disikapi berlebihan mengingat adanya tentangan dari sejumlah kelompok.

"Individu dan komunitas tidak perlu terjebak pada polemik scientific," kata Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra di Jakarta, Sabtu (17/4).

Menurut Hermawan, hal semacam itu krusial lantaran ilmu pengetahuan dan penelitian berkembang secara berkelanjutan. Sehingga, tidak perlu ada kegamangan sosial terkait vaksinasi.

Baca Juga:

Gibran Dapati Guru Dua Sekolah di Solo Tolak Vaksinasi Corona

"Jangankan yang sifatnya baru. Metode yang konvensional saja seperti yang dikembangkan melalui vaksin Merah Putih butuh waktu bertahun-tahun," ujar Hermawan.

Hermawan mengingatkan peneliti dan pengambil kebijakan tentang persoalan kedaruratan kesehatan masyarakat yang masih mengemuka di Indonesia. Kepentingan kesehatan masyarakat harus dikedepankan. Adapun persoalan dinamika politik sponsorship atau kepentingan di balik itu harus dikesampingkan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Lakalena, menyebut penelitian vaksin Nusantara dipicu oleh keinginan Presiden Joko Widodo. Yakni, keinginan agar Indonesia memiliki vaksin COVID-19 yang bisa menjangkau semua usia.

Menurut Melki, mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun mencoba menerjemahkannya. Upaya itu dilakukan dengan menggandeng para peniliti.

"Kita mendapatkan vaksin yang tidak hanya menjangkau kategori usia tertentu atau kategori rakyat tertentu saja yang bisa divaksin," ujar Melki.

Vaksinasi. (Foto: PT KAI)
Vaksinasi. (Foto: PT KAI)

Atas keinginan presiden itu, klaim ia, para peneliti mulai tertantang dan mengembangkan vaksin Nusantara dan pengembangan vaksin Nusantara memang sengaja dilakukan secara senyap.

"Kemudian ya peneliti tertantang mencoba mencari tahu pakai format apa kita bisa menjawab keinginan presiden untuk coba membuat vaksin yang bisa menjawab kebutuhan dari banyak rakyat Indonesia," tuturnya.

Melki menyampaikan, saat vaksin COVID-19 Nusantara tengah dikembangkan, sudah ada ketidakharmonisan antara para peneliti dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan komunikasi keduanya sudah tidak selaras sejak awal.

"Memang kesan saya antara peneliti dan BPOM ini tidak harmonis komunikasinya," jelas Melki.

Baca Juga:

Lansia DKI Sudah Bisa Daftar Vaksinasi di Puskesmas Terdekat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Percepat RUU IKN, Panja Bikin Tim Perumus
Indonesia
Percepat RUU IKN, Panja Bikin Tim Perumus

Sebanyak tujuh fraksi dan perwakilan DPD RI setuju pembahasan dilakukan di tim perumus. Sementara dua fraksi yakni Partai Demokrat dan PKS tidak menyetujui pembahasan di tim perumus, tetapi tetap di panitia kerja.

Polisi Cari Unsur Pidana Dugaan Pelanggaran Prokes di Caspar Bar
Indonesia
Polisi Cari Unsur Pidana Dugaan Pelanggaran Prokes di Caspar Bar

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penelusuran dugaan pidana terhadap orang yang berhubungan dengan kegiatan di Caspar Bar.

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Taman Balekambang Membeludak
Indonesia
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Taman Balekambang Membeludak

Taman Balekambang ditutup selama 1,5 tahun karena pandemi

[HOAKS atau FAKTA] Tokopedia Beri Hadiah Rp150 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Tokopedia Beri Hadiah Rp150 Juta

Beredar pesan undian Tokopedia melalui layanan pesan singkat. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa pengguna telah memenangkan hadiah sebesar Rp150 juta.

Perpanjangan PPKM Level 4 Harus Jadi Momentum Genjot Vaksinasi
Indonesia
Perpanjangan PPKM Level 4 Harus Jadi Momentum Genjot Vaksinasi

Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021 mesti jadi momentum untuk menggenjot program vaksinasi COVID-19.

Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang
Indonesia
Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang

Sedangkan jumlah kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir adalah 9 KA dengan 2.513 penumpang

Ini Petinggi GoTo, Perusahaan Gabungan Gojek dan Tokopedia
Indonesia
Ini Petinggi GoTo, Perusahaan Gabungan Gojek dan Tokopedia

"Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi," ujarnya Patrick.

Dana Pemulihan Ekonomi Bakal Naik Jadi Rp619 Triliun
Indonesia
Dana Pemulihan Ekonomi Bakal Naik Jadi Rp619 Triliun

Pemerintah berencana mengalokasikan dana untuk insentif pajak dalam paket anggaran PEN 2021 yang jumlahnya sekitar Rp42 triliun hingga Rp60 triliun, yang dialokasokan untuk sektor kesehatan.

Berkaca dari Kasus di Bekasi, Polisi Minta Masyarakat Enggak Usah Bikin Konten Berbahaya
Indonesia
Berkaca dari Kasus di Bekasi, Polisi Minta Masyarakat Enggak Usah Bikin Konten Berbahaya

Polisi menduga sopir truk yang merupakan warga Karawang ini sengaja menabrak FA

11.281 Personel Gabungan Jaga Ketat Salat Idul Fitri di Jakarta
Indonesia
11.281 Personel Gabungan Jaga Ketat Salat Idul Fitri di Jakarta

Sebanyak 11.281 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Pemda bakal menjaga masjid dan lapangan terbuka yang mengadakan salat Idul Fitri, Kamis (13/5).