Pengawasan Impor Bahan Baku Obat Dinilai Lemah Ilustrasi Obat. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kasus kematian anak akibat gangguan ginjal akut yang diduga karena cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada obat sirup anak mendorong adanya penguataan kelembagaan pada BPOM.

Legislator daerah mendesak DPR RI dan pemerintah pusat untuk segera mengesahkan RUU POM yang sempat tertunda.

Baca Juga:

BPOM Rilis 126 Obat Sirop dari 15 Perusahaan Farmasi yang Aman Dikonsumsi

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan menjadi sesuatu yang sangat krusial karena menyangkut kesehatan dan keselamatan jiwa.

"Kami di daerah berharap adanya intervensi pemerintah untuk memastikan obat maupun makanan yang beredar di tengah masyarakat memenuhi status aman, sehat, utuh, dan halal," tuturnya.

Atang mengatakan, kasus ini dapat dilihat dari tiga sisi. Pertama adalah tentang pengawasan yang kurang optimal dari instansi terkait yang menurutnya bukan hanya BPOM saja, tapi juga Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Perdagangan sebagai penanggungjawab langsung terhadap impor bahan baku obat serta penjamin mutu keamanan.

"Kedua, saya melihat adanya kesenjangan dalam mengawasi pelaku industri farmasi yang nakal. Pengawasan terhadap industri farmasi harus dilakukan secara kontinu dan tanpa pandang bulu," katanya.

Dalam konteks obat, tegas ia, berlaku zero fault, tidak boleh ada kesalahan sedikit karena akibatnya akan fatal. Terakhir adalah terkait kewenangan BPOM.

RUU POM saat ini masih belum menjadi prioritas, terbukti masih belum masuk Prolegnas. Padahal, isu keamanan obat merupakan isu yang terkait langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Belum masuknya RUU POM sebagai prolegnas mengindikasikan bahwa obat dan makanan bukan sebagai prioritas masalah masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, pembahasan RUU POM ini penting untuk segera dilakukan.

"Kami di daerah juga kesulitan apabila ada keinginan untuk melakukan proteksi terhadap ancaman peredaran obat dan makanan yang membahayakan melalui kebijakan khas lokal lewat penyusunan Perda, namun UU sebagai payung hukumnya belum ada," katanya.

Ke depan, kata ia, perlu dikuatkan kelembagaan yang bisa melakukan pengawasan sekaligus juga penindakan. Saat ini BPOM bertindak sebagai pengawas peredaran obat dan makanan, namun kewenangannya terbatas.

"Lembaga tersebut ke depan harus diberi ruang kewenangan untuk mengakses bahan-bahan baku atau kandungan bahan baku yang diimpor oleh importir melalui Kementerian Perdagangan," katanya.

Bahan baku berbahaya tidak boleh sama sekali digunakan untuk industri farmasi maupun industri makanan. Selain itu, lembaga ini juga (perlu) diberikan kewenangan penindakan.

"Karena, pengawasan tanpa kewenangan penindakan tidak akan efektif seperti yang selama ini terjadi."

Anggota DPRD Kota Batam Rohaizat mengatakan, kasus ini sudah menjadi isu nasional dan harus menjadi perhatian para pemegang kebijakan baik di pusat maupun daerah.

Baru-baru ini BPOM Batam juga menarik 81.000 obat sirup yang mengandung cemaran tersebut dari setiap apotek dan toko obat yang ada di kota ini.

"Kami di Batam memandang bahwa kasus ini merupakan fenomena gunung es. Peristiwa ini menunjukkan betapa BPOM masih minim otoritas dalam melakukan pengawasan obat dan makanan," ungkapnya. (*)

Baca Juga:

Bareskrim Periksa Bagian Laboratorium BPOM

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 Mesti Selfie Pakai KTP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Beli Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 Mesti Selfie Pakai KTP

Budiman menjelaskan, saat menonton Timnas Indonesia di Piala AFF U-19, KTP hanya untuk mencocokkan data di tiket dengan identitas penonton.

Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024
Indonesia
Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024

Polri akan terus mengaktifkan patroli siber bersama untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang menyebarkan konten-konten provokatif.

Jaksa Eksekusi Alvin Lim di Gedung Bareskrim Dibawa ke Rutan Salemba
Indonesia
Jaksa Eksekusi Alvin Lim di Gedung Bareskrim Dibawa ke Rutan Salemba

Kejaksaan pun menjemput Alvin Lim di Bareskrim Polri setelah vonis 4,5 tahun penjara terkait kasus pemalsuan surat.

Koarmada I Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia
Indonesia
Koarmada I Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Dari penangkapan ini, diamankan BB berupa satu unit speedboat kayu bermesin 40 PK (2 mesin), 11 keping KTP, dua buah paspor.

Solo Safari Dibuka 27 Januari, Tiket Dijual Online H-3
Indonesia
Solo Safari Dibuka 27 Januari, Tiket Dijual Online H-3

"Kita mulai jual tiket di tempat maupun secara online H-3 pembukaan 27 Januari 2023. Pengunjung dapat menikmati rekreasi 70 persen area yang tersedia," ujar Senior Advisor Sales dan Marketing Taman Safari Indonesia Panca R. Sarungu

Mardiono Diangkat Jadi Plt Ketum PPP Lewat Forum Mukernas
Indonesia
Mardiono Diangkat Jadi Plt Ketum PPP Lewat Forum Mukernas

Forum permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar itu memutuskan mengangkat Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhamad Mardiono sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa.

PT KAI Catatkan Pendapatan Rp 11,7 Triliun di Semester I 2022
Indonesia
PT KAI Catatkan Pendapatan Rp 11,7 Triliun di Semester I 2022

Volume pelanggan kereta api pada semester I 2022 mengalami peningkatan 42 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya

PAM Jaya Siap Rekrut Pegawai PALYJA dan AETRA
Indonesia
PAM Jaya Siap Rekrut Pegawai PALYJA dan AETRA

"Sesuai kesepakatan, PAM Jaya dapat mempekerjakan karyawan kedua mitra dengan menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan PAM Jaya dan mempertimbangkan sejarah karier, kepangkatan, dan pengalaman karyawan tersebut," ucap Arief

 Terjadi lagi, Polisi Provost Tembak Mati Polisi lain Akibat Dendam
Berita
Terjadi lagi, Polisi Provost Tembak Mati Polisi lain Akibat Dendam

Dalam peristiwa itu, Karnaen sempat dilarikan ke RS Harapan Bunda Bandar Jaya namun korban tidak dapat tertolong.

DPR Desak Kejagung Percepat Pengusutan Kasus Gangguan Ginjal Akut
Indonesia
DPR Desak Kejagung Percepat Pengusutan Kasus Gangguan Ginjal Akut

Desakan untuk memberikan sanksi tegas bagi pelaku penyebaran penyakit gangguan ginjal akut terus bermunculan. Kali ini datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.