Pengaruh Ayah Tentukan Kehidupan Sosial Anak Ayah dapat membuat anaknya sukses di kemudian hari. (Foto: Pexels/Pixabay)

SELAMA ini kita sering melihat dan mendengar ibu memegang peranan dalam mendidik anak. Ternyata ayah juga memegang peranan penting dalam pendidikan untuk anak. Bila seorang ayah semakin terlibat dalam kehidupan anaknya semakin sukses anaknya kelak. Pengaruh ayah dapat menentukan kehidupan sosial anaknya, prestasi di sekolah, dan pencapaian di masa mendatang.

Penelitian yang dilakukan University of Guelph, Kanada tahun 2007 menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan efek yang kuat pada perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif. Hal serupa juga disampaikan oleh psikolog, Rena Masri. Ia menjelaskan bahwa kepribadian anak-anak yang dididik oleh ayahnya jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang tanpa keterlibatan ayah secara langsung.

anak
Kedekatan anak dan ayah menunjukan perkembangan kuat dalam bersosialisasi. (Foto: Pexels/Pixabay)

“Anak-anak yang dididik secara langsung oleh ayahnya relatif berkembang lebih baik dan positif,” ujar Rena.

Selain itu, ayah yang lebih sering terlibat dalam kehidupan anaknya membuat anak merasa aman secara emosional, percaya diri dalam situasi baru, dan bersemangat untuk mengeksplorasi lingkungan mereka. Ketika mereka tumbuh, mereka lebih mudah bergaul.

Rasa aman tersebut muncul karena dalam benak mereka ayah merupakan sosok pelindung yang selalu siap menjaganya. Sementara naluri untuk mengeksplorasi lingkungan timbul karena ayah mampu mengubah cara pandang anak menilai tantangan sebagai sebuah permainan.

anak
Anak yang dididik oleh ayahnya cenderung memiliki IQ yang tinggi. (Foto: Pexels/Lukas)

Anak-anak yang dididik oleh ayahnya juga cenderung memiliki IQ tinggi. Mereka lebih siap untuk mulai sekolah dan dapat menghadapi stres dengan lebih baik dibandingkan anak-anak dengan ayah yang kurang terlibat. Pria cenderung menggunakan logika dibandingkan perasaan. Ketika seorang pria menjadi ayah, mereka akan mengajarkan anaknya untuk lebih sering menggunakan logika dibandingkan perasaan.

Itulah yang membuat anak-anak dekat dengan ayah bisa tenang dan berpikir jernih sehingga dapat menghadapi stres dan mengelola emosi dengan baik. Pemahaman logika yang selalu diajarkan ayah berpengaruh terhadap pendidikan anak. Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat menemukan bahwa anak-anak dengan ayah yang terlibat dalam hidup mereka 33% lebih kecil kemungkinan untuk mengulang kelas. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH