Pengarak Ondel-Ondel Keliling 'Nyeker', Budayawan: Ini Hancurkan Pakem Budaya Betawi Sebuah bajaj mengangkut Ondel-ondel Betawi di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). (ANTARA/Adnan Nanda)

Merahputih.com - Budayawan Betawi, Saiful Amri mengaku miris melihat kesenian Ondel-ondel yang belakangan ini semakin marak meramaikan jalan-jalan ibu kota. Ondel-ondel itu, menurutnya, membuat citra Betawi menjadi buruk.

Pasalnya, banyak pengamen jalanan yang memanfaatkan kesenian Ondel-ondel sebagai sumber pendapatan dengan mengabaikan pakem-pakem budaya Betawi.

BACA JUGA: Jakarta Ramah Bagi Semua, Anies Berterima Kasih pada Warga Betawi

"Kita lihat sendiri, Ondel-ondel keliling kan diiringi musik dari kaset, dan orang-orangnya kadang hanya pakai sandal jepit bahkan terkadang nyeker alias tidak pakai alas kaki. Ini jelas menghancurkan pakem-pakem budaya Betawi," ujar Amri, Kamis (11/7).

Pakem-pakem budaya Betawi dalam kesenian Ondel-ondel, lanjut Amri, seharusnya tetap ditampilkan sesuai aturan.

Ondel-ondel. Foto: Youtube

Misalnya, ondel-ondel diiringi musik gambang kromong atau rebana sungguhan. Atau para pemainnya mengenakan pakaian adat yang mencerminkan budaya Betawi.

"Kalau seperti itu justru bagus karena misi pelestarian dan pengenalan budaya Betawinya juga kena,” jelas dia.

Amri berharap Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) memainkan perannya sebagai lembaga yang dapat meluruskan pakem-pakem budaya Betawi.

BACA JUGA: Nama-Nama Tokoh Asal Betawi yang Patut Dibanggakan Penduduk Jakarta

Keberadaan Ondel-ondel keliling, seperti dikutip Antara, saat ini tidak sekadar berhubungan dengan kesenian namun juga 'urusan perut'.

“Teman-teman dari LKB dan Bamus sempat memanggil para pengamen Ondel-ondel itu dan berusaha untuk menertibkannya. Kalau mereka memang mau melestarikan budaya tentu kami dukung asalkan mengikuti aturan. Jangan cuma mencari untung demi perut, tetapi menghancurkan budaya Betawi,” ujar Amri. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tembok Besar China Palsu Jadi Olok-olok Warganet
Dunia
Tembok Besar China Palsu Jadi Olok-olok Warganet

Replika Tembok Besar di Taman Ekologi Xixiaguaishiling memicu perdebatan antarwarganet di Tiongkok.

Emak-emak Viral Naik Motor Masuk Tol Angke Didenda Rp1,5 Juta
Indonesia
Emak-emak Viral Naik Motor Masuk Tol Angke Didenda Rp1,5 Juta

Seorang emak-emak berinisial B, yang viral masuk tol Angke, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu akhirnya ditangkap polisi.

Rawan Tertular COVID-19, Ojol dan Opang di Solo Ikuti Rapid Test
Indonesia
Rawan Tertular COVID-19, Ojol dan Opang di Solo Ikuti Rapid Test

"Kita tidak tahu ada penumpang OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Dengan rapid test ini bisa mengetahui kondisi kesehatan driver," kata Burhan

Tes PCR Jabar, Baru Cimahi dan Kota Bekasi Sesuai Standar WHO
Indonesia
Tes PCR Jabar, Baru Cimahi dan Kota Bekasi Sesuai Standar WHO

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) intens meningkatkan rasio pengetesan metode uji usap (swab test) polymerase chain reaction (PCR).

Rocky Gerung: Moeldoko Enggak Mengkudeta Demokrat
Indonesia
Rocky Gerung: Moeldoko Enggak Mengkudeta Demokrat

Artinya seluruh dunia menganggap Indonesia sudah dalam gerak menuju otoritarianism

Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja
Indonesia
Kasus Nurhadi, KPK Periksa Bos PT Delta Beton Roy Tanuwidjaja

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka.

168 Ribu Warga Berstatus Kasus Aktif COVID-19
Indonesia
168 Ribu Warga Berstatus Kasus Aktif COVID-19

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Rabu (10/2), pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 8.776 kasus baru.

Lelaki Berkebutuhan Khusus di Pandaan Dievakuasi dari Tower Setinggi 72 Meter
Indonesia
Lelaki Berkebutuhan Khusus di Pandaan Dievakuasi dari Tower Setinggi 72 Meter

Fendi Andoko (34), lelaki berkebutuhan khusus, warga Desa Plintahan, Pandaan, Jawa Timur nekad memanjat tower telekomunikasi selular setinggi 72 meter.

Prihatin Bom Gereja Makassar, Wagub DKI: Ibu Kota Biasanya Jadi Target
Indonesia
Prihatin Bom Gereja Makassar, Wagub DKI: Ibu Kota Biasanya Jadi Target

Ahmad Riza Patria prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) kemarin.

Dua UU Ini Paling Banyak Digugat ke MK Selama 2020
Indonesia
Dua UU Ini Paling Banyak Digugat ke MK Selama 2020

Adapun total undang-undang yang dimohonkan untuk diuji selama 2020 adalah sebanyak 60 undang-undang