Penganut Aliran Kepercayaan Belum Bisa Revisi KTP dan KK Ilustrasi KTP. Foto: diskominfo.pasuruankab.go.id

MerahPutih.com - Sejumlah warga penganut aliran kepercayaan di Kota Yogyakarta belum bisa mencantumkan identitas kepercayaan mereka di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Pasalnya proses perubahan ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Sisruwadi menjelaskan Pemkot masih menunggu petunjuk teknis tata cara pengisian kolom agama bagi penganut kepercayaan dari Kemendagri. Ia menjelaskan untuk bisa mencantumkan aliran kepercayaan, perlu ada perubahan system pada aplikasi pengisian data base penduduk. Sistem ini dirancang oleh pemerintah pusat dan diseragamkan untuk semua daerah.

“Di dalam aplikasi kependudukan nanti ditulis nama aliran kepercayaannya. Tapi pas di cetak hanya ditulis penghayat kepercayaan. Nah kami masih menunggu dari pusat untuk pergantian sistemnya,” ujar Sisruwadi melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin (13/11).

Selama ini sebelum ada keputusan MA, para penganut aliran kepercayaan diberi kebebasan untuk mengosongkan identitas agamanya dalam KTP dan KK. Namun, dalam sistem database kependudukan di Dukcapil, nama aliran kepercayannya tetap ditulis.

Seusai Mahkamah Agung mengabulkan aliran kepercayaan bisa dicantumkan dalam kolom agama, Siswruwadi mengaku telah melakukan komunikasi dengan beberapa aliran kepercayaan.

“Ada beberapa dari mereka yang sudah datang ke Dukcapil untuk menanyakan soal itu. Tapi kami masih menunggu langkah teknis dari pusat,” tuturnya.

Ia belum bisa memastikan kapan pencatatan bisa dilakukan. Sambil menunggu kepastian, pengangut lairan kepercayaan bisa mengajukan pengosongan Agama pada KTP dan KK ke Disdukcapil.

Berdasarkan catatan kependudukan Pemda DIY, jumlah warga yangmenganut aliran kepercayaan di seluruh DIY per semester pertama 2017 sebanyak 431 orang. Kabupaten GUnung Kidul memiliki warga terbanyak yang menganut lairan kepercayaan dengan jumlah 356 orang. Disusul oleh Sleman dengan 22 orang, Bantul 20 orang, Kulonprogo 17 orang dan Kota Yogyakarta 16 orang. (*)

Berita ini berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga ulasan lainnya di: Jumlah Penghayat Kepercayaan Capai 138.791 Orang



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH