Kritik Pengangkatan Rektor UI Jadi Komisaris BUMN Pelantikan Rektor UI Prof Ari Kuncoro periode 2019-2024. (ANTARA/ Feru Lantara)

MerahPutih.com - Polemik rangkap jabatan Rektor UI Ari Kuncoro mendapat perhatian masyarakat. Politikus Gerindra Arief Poyuono menyebut, keputusan pengangkatan Ari Kuncoro jadi komisaris BUMN adalah tidak berdasar.

"Ini keputusan tidak berdasar yang dilakukan Erick Thohir, menjadikan pendidik jadi pebisnis di BUMN," kata Poyuono kepada wartawan, Rabu (21/7).

Baca Juga:

Statuta UI Diubah, Kini Hanya Direksi dan Pejabat Struktural Dilarang Rangkap Jabatan

Menurut Poyuono, rektor seharusnya bertugas mencetak SDM yang tangguh dan profesional untuk memasuki dunia kerja.

Bukan malah mengawasi sekaligus menjadi pebisnis di perusahaan BUMN.

"Mungkin juga Erick Thohir menempatkan para rektor PTN jadi komisaris punya tujuan untuk mencari dukungan dan membentuk jaringan kampus untuk persiapan nyalon presiden kali ya," ucap Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini.

Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono. Foto: MP/Fadhli
Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono. Foto: MP/Fadhli

Ia meminta Rektor UI mundur saja dari jabatannya, jika masih ingin menjadi komisaris BUMN.

"Apalagi UI itu sudah jadi PTN berbadan hukum yang mana rektor sudah sibuk mengurus UI sebagai badan otonom untuk mengelola UI secara profesional dan komersial," kata Arief Poyuono.

Baca Juga:

PKS Nilai PP Statuta UI Jadi Preseden Buruk bagi Independensi Akademik

Rektor UI Ari Kuncoro saat ini menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen PT BRI (Persero) Tbk yang diangkat Menteri BUMN Erick Thohir tahun lalu.

Padahal dalam PP 68/2013, rektor tak boleh merangkap jabatan menjadi komisaris di BUMN/BUMD.

Tetapi, PP itu direvisi menjadi PP 75/2021 yang membolehkan rektor rangkap jabatan komisaris. (Knu)

Baca Juga:

Nadiem Makarim Diminta Ambil Langkah Tegas Sikapi Rangkap Jabatan Rektor UI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Terminal Kampung Rambutan Berangkatkan 300 Penumpang

Kalau awal PPKM Juli 2021 sempat jatuh dengan hanya 100 penumpang per hari

Jalur Puncak Sepi Selama PPKM Darurat
Indonesia
Jalur Puncak Sepi Selama PPKM Darurat

Sepekan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, sepi.

Sreg Pilkada 2024, PDIP Sebut Bukan Upaya Jegal Anies
Indonesia
Sreg Pilkada 2024, PDIP Sebut Bukan Upaya Jegal Anies

DPD PDIP DKI Jakarta lebih sreg pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI digelar serentak dengan pileg dan pilpres pada tahun 2024.

Menhub Beberkan Kronologi Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air
Indonesia
Menhub Beberkan Kronologi Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air

Pukul 14.40 WIB, ATC tidak melihat pesawat tersebut menuju koordinat yang semestinya

Raffi Ahmad Nekat Pesta Usai Divaksin, Satgas COVID-19 Sentil Peran Influencer
Indonesia
Raffi Ahmad Nekat Pesta Usai Divaksin, Satgas COVID-19 Sentil Peran Influencer

Aksi artis Raffi Ahmad yang mengikuti acara pesta diduga tak patuh protokol kesehatan menuai kritikan.

Ketua DPD Usul Swab Antigen untuk Pelajar dan Mahasiswa Digratiskan
Indonesia
Ketua DPD Usul Swab Antigen untuk Pelajar dan Mahasiswa Digratiskan

Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti mengusulkan agar hal itu disubsidi alias digratiskan oleh pemerintah.

Capaian Vaksinasi COVID-19 di DKI Jakarta dan Bali Tertinggi di Indonesia
Indonesia
Capaian Vaksinasi COVID-19 di DKI Jakarta dan Bali Tertinggi di Indonesia

Capaian vaksinasi di DKI Jakarta dan Bali sudah di atas 50 persen. Angka itu merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Jenazah Anggota FPI Belum Bisa Diambil Keluarga, Ini Dalih Polisi
Indonesia
Jenazah Anggota FPI Belum Bisa Diambil Keluarga, Ini Dalih Polisi

Jenazah enam anggota laskar pengawal pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masih berada di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur

BSI Percepat Penyaluran Bansos di Aceh
Indonesia
BSI Percepat Penyaluran Bansos di Aceh

Sementara untuk Bansos PKH, sampai akhir Agustus 2021 telah tersalurkan kepada 70.932 KPM dari target 220.765 KPM.

KPU Minta Pemilih Bawa Alat Tulis Sendiri ke TPS
Indonesia
KPU Minta Pemilih Bawa Alat Tulis Sendiri ke TPS

Meskipun di TPS ada 5 pulpen yang tersedia tapi itu kan sebenarnya kebutuhan untuk petugas