Kabinet Indonesia Maju
 Pengangkatan Belasan Wamen Dikritik Bertentangan dengan Tekad Jokowi Pangkas Birokrasi Anggota Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay kritik pengangkatan wamen sebanyak 12 orang (Foto: www.salehdaulay.com)

MerahPutih.Com - Anggota Fraksi PAN DPR Saleh Daulay menilai, posisi wakil menteri masih menimbulkan tanda tanya dan penuh kontradiksi dengan tekad Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saleh mencontohkan, Jokowi mengatakan bahwa akan melakukan reformasi birokrasi yang luar biasa.

Baca Juga:

Pujian Sofyan Djalil untuk Politisi PSI yang Jadi Wakilnya di Kementerian ATR

"Menurut saya kalau dilakukan terobosan besar yaitu dengan memangkas eselon 3 dan 4. Jadi nanti akan disisakan hanya eselon 1 dan 2. Itu sebetulnya satu langkah yang progresif dan saya kira perlu dicoba," ujar Saleh kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10).

Presiden Jokowi bersama kedua belas orang wakil menteri
Presiden Jokowi bersama kedua belas Wakil Menteri di Istana Negara (Foto: Twitter@jokowi)

Menurut Saleh, ditengah uapaya Jokowi melakukan reformasi luar biasa, namun ada 12 yang sedang diperkenalkan di istana untuk menjadi wakil menteri.

"Pertanyaannya apakah ini tidak bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan presiden untuk memangkas birokrasi di pemerintahan itu tadi," ucap Saleh Daulay.

Presiden Jokowi mengatakan nantinya eselon-eselon tersebut akan disederhanakan menjadi 2 level.

Menurut Saleh, pengangkatan wakil menteri tak sejalan dengan gagasan yang diucapkan Presiden Jokowi.

"Itu sebetulnya satu langkah yang progresif dan saya kira perlu dicoba. Tapi pada sisi yang lain kita mendengar ada 12 orang yang sedang diperkenalkan di istana untuk menjadi wakil menteri," tutur dia.

"Saya juga melihat bahwa pelantikan wakil menteri yang dilakukan hari ini masih menimbulkan tanda tanya, menyisakan tanda tanya," kata Saleh.

Baca Juga:

Pesan Ryamizard ke Prabowo: Tugas Menhan Itu Luar Biasa, Kalau Tidak Siap Berarti Tak Mampu

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.

Perkenalan 12 wakil menteri dilakukan Jokowi di Istana Kepresidenan hari ini, Jumat (25/10).(Knu)

Baca Juga:

Peneliti Spesialis Jokowi Beberkan Alasan Masuknya Prabowo ke Kabinet Indonesia Maju

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal
Indonesia
Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

Ray mengatakan, bukan sesuatu yang baru Presiden Jokowi marah-marah dalam rapat anggota kabinet dan mengancam akan melakukan reshuffle.

Bahas Vaksin COVID-19, Erick dan Retno Terbang ke Tiongkok
Indonesia
Bahas Vaksin COVID-19, Erick dan Retno Terbang ke Tiongkok

Sejumlah hal yang menjadi target pemerintah dalam penguatan penanganan COVID-19 dibahas dalam pertemuan itu

 Polisi Belum Temukan Bukti Kuat Dana Desa Dipakai untuk Operasional KKB
Indonesia
Polisi Belum Temukan Bukti Kuat Dana Desa Dipakai untuk Operasional KKB

"Sedang dilakukan penyelidikan lebih mendalam dengan bekerja sama dengan PPATK dan pihak Pemprov Papua," kata Asep

Jumat 27 Maret, Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 1.046 Orang
Indonesia
Jumat 27 Maret, Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 1.046 Orang

Yurianto mengatakan, hal ini menggambarkan ada penularan di masyarakat yang cukup kuat.

Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung

MRT Jakarta akan tetap memberikan pelayanan seperti biasanya

Buntut Rem Darurat Anies, Pengelola Bandara Perketat Aturan
Indonesia
Buntut Rem Darurat Anies, Pengelola Bandara Perketat Aturan

PSBB total yang akan diberlakukan di DKI Jakarta mulai diterapkan pada Senin (14/10).

Tunjangan Semua PNS DKI Dipotong 50%, Kecuali Tenaga Medis
Indonesia
Tunjangan Semua PNS DKI Dipotong 50%, Kecuali Tenaga Medis

Pemotongan tunjangan sebesar 50 persen itu hanya diberlakukan kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak terlibat dalam penanggulangan COVID-19.

Datangi KPK, Arief Budiman: Sejak Awal KPU tak Bisa Proses PAW Harun Masiku
Indonesia
Datangi KPK, Arief Budiman: Sejak Awal KPU tak Bisa Proses PAW Harun Masiku

Arief tiba di markas antikorupsi pukul 10.12 WIB. Kepada awak media, Arief menyatakan siap menjawab semua pertanyaan penyidik KPK.

Reaksi Pemprov DKI Jakarta Digugat Warga Terkait Banjir
Indonesia
Reaksi Pemprov DKI Jakarta Digugat Warga Terkait Banjir

"Kami sudah sering menangani beberapa masalah, jadi biasa saja sih," paparnya