Pengancam Pemenggal Kepala Jokowi Kerja di Badan Wakaf Pelaku pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (tengah). Foto: Net

MerahPutih.com - Pelaku pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hermawan Susanto rupanya bukan pengangguran. Bahkan, pelaku bekerja di sebuah badan wakaf di bilangan Jakarta Selatan.

“Tersangka HS Bekerja di Badan Wakaf Al-Quran di Tebet Timur, Jakarta Selatan,” kata Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (13/5).

BACA JUGA: TKN Pertanyakan Akhlak Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) menunjukan foto tersangka pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (HS) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5). (Antara/Ricky Prayoga/2019)
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) menunjukan foto tersangka pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (HS) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5). (Antara/Ricky Prayoga/2019)

Polisi pun menjerat HS dengan pasal dugaan perbuatan makar karena dinilai telah membahayakan keamanan negara. Tersangka juga dikenakan pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni Pasal 104 KUHP dan atau 110 KUHP, Pasal 336, Pasal 27 ayat 4 UU ITE.

“Karena yang bersangkutan patut diduga melakukan dugaan makar dengan maksud membunuh Presiden,” kata Ade.

BACA JUGA: Ancam Penggal Kepala Jokowi, HS Terancam Hukuman Mati

Akibat perbuatannya tersebut, HS pun terancam maksimal dipidana mati atau dipidana seumur hidup. Hal ini sesuai dengan Pasal 104 KUHP berbunyi: Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Dalam video yang tersebar di media massa, HS mengaku berasal dari Poso, Sulawesi Tengah. Ade mengatakan pihaknya masih mendalami hubungan HS dengan kelompok di Poso. Meskipun diketahui HS berdomisili di Palmerah, Jakarta Barat.

Sementara untuk motif dari pelaku, polisi masih melakukan interogasi secara mendalam terhadap HS.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam Indradi (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) menunjukan foto tersangka pengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto (HS) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5). (Antara/Ricky Prayoga/2019)
Pelaku pengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo, Hermawan Susanto

"Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk motif dan latar belakangnya," kata Ade.

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman video memperlihatkan seorang wanita berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (11/5) kemarin. Dalam video berdurasi 1.34 detik itu, terlihat lelaki berjaket cokelat dan berpeci menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

"Poso siap penggal kepala pak Jokowi," kata pria tersebut dalam video. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH