Pengamat Yakin Jokowi Sulit Cari Menteri Profesional Karena Situasi dan Kondisi Politik Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai Presiden Jokowi kesulitan mencari profesional untuk mengisi jabatan menteri yang memenuhi syarat dan kualifikasi.

"Kesulitannya bukan karena kekurangan stok sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi tersebut tetapi lebih karena situasi dan kondisi politik," ujar Karyono, di Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga

Diundang MPR Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Ini Jawaban JK

Karena, selama ini jabatan menteri dipandang sebagai jabatan politis. Pandangan tersebut terlegitimasi oleh sistem politik saat ini yang mendorong terjadinya proses koalisi dalam mengusung pasangan calon presiden.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Sistem politik demikian, kata Karyono, tentu memengaruhi proses penyusunan kabinet pemerintahan sulit dimonopoli oleh satu kekuatan politik tunggal yang ada dalam koalisi, bahkan oleh presiden sekalipun.

DImana hal itu sejatinya diberi kewenangan oleh konstitusi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 4 ayat 1 bahwa presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan Pasal 17 ayat 2, presiden memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan menteri-menterinya.

Baca Juga

Kapolri Takut Kecolongan Saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Atas dasar itu, lanjut dia, maka paradigma berfikir tentang jabatan menteri profesional tidak lagi kaku.

"Kita bisa menarik konklusi yang lebih substansial sebagai jalan tengah bahwa diksi menteri profesional lebih ditekankan pada kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan, bukan lagi dimaknai secara dikotomi kategori menteri parpol versus menteri profesional," tuturnya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH