Pengamat Ungkap Dua Penumpang Gelap dalam Kemelut Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebut, gelombang penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan sejumlah elemen merupakan hal biasa di negara demokrasi.

Namun, dengan adanya tindakan anarkis pada saat demo UU Ciptaker, Karyono meminta agar gerakan tersebut perlu diurai secara jernih.

“Saya meyakini aksi buruh dan mahasiswa semangatnya murni memperjuangkan hak rakyat. Namun sulit dipungkiri aksi penolakan UU Cipta Kerja telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu,” kata Karyono di Jakarta, Selasa (13/10)

Baca Juga

Sahkan Kertas Kosong UU Ciptaker, Buruh Siapkan Langkah Hukum

Sebagai pengamat politik yang sudah rajin melakukan kajian ilmiahnya, Karyono pun mengidentifikasi dua kelompok di dalam persoalan UU Cipta Kerja ini.

Pertama, kelompok partai politik yang menolak UU Cipta Kerja tentu berkepentingan untuk mengambil keuntungan (benefit) politik dengan cara mengkapitalisasi aksi penolakan untuk mendapatkan simpati publik.

"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan dukungan suara pada pemilu yang akan datang. Hal ini wajar dalam konteks pertarungan politik elektoral,” paparnya.

Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta, Kamis, (8/10/2020). Kerusuhan terjadi setelah massa aksi tidak terima dibubarkan pihak Kepolisian karena bertindah anarkistis. Puluhan personil Brimob POLRI dengan kendaraan taktis dan water canon mendorong mundur massa untuk membubarkan diri. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta, Kamis, (8/10/2020). Kerusuhan terjadi setelah massa aksi tidak terima dibubarkan pihak Kepolisian karena bertindah anarkistis. Puluhan personil Brimob POLRI dengan kendaraan taktis dan water canon mendorong mundur massa untuk membubarkan diri. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Kedua, kata Karyono, adalah kelompok yang mencoba mengadu keberuntungan.

“Targetnya agar terjadi situasi chaos seperti peristiwa 1998. Sedangkan target minimalnya adalah memanfaatkan aksi untuk mendelegitimasi pemerintahan dan meningkatkan ketidakpuasan publik,” sambungnya.

Maka untuk menurunkan tensi gesekan politik dan sosial terkait dengan lahirnya UU Cipta Kerja ini, Karyono menganggap bahwa kedua belah pihak perlu melakukan dialog yang aktif untuk menyamakan perspektif.

“Maka kata kuncinya adalah musyawarah untuk mencapai mufakat. Mencari jalan keluar untuk mencapai kompromi,” tuturnya.

Tanpa melakukan dialog tersebut, Karyono tak yakin konflik ini akan mereda, karena baik pemerintah dan DPR dengan kelompok penolak UU Cipta Kerja akan saling adu kekuatan untuk menunjukkan sikap egoisnya masing-masing.

Baca Juga

Naskah UU Cipta Kerja: Ada Perubahan Signifikan di Klaster Ketenagakerjaan

“Jika tidak, maka yang terjadi pasti konflik. Konflik tersebut terjadi ketika seseorang atau kelompok mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain,” tandasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kecuali Rizieq Shihab, Lima Mantan Petinggi FPI Bebas dari Penjara
Indonesia
Kecuali Rizieq Shihab, Lima Mantan Petinggi FPI Bebas dari Penjara

Lima orang mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) bebas dari penjara pada Rabu (6/10).

Din Syamsuddin Ogah Tanggapi Ocehan Ngabalin
Indonesia
Din Syamsuddin Ogah Tanggapi Ocehan Ngabalin

Biarlah rakyat yang menilai siapa sebenarnya yang berotak sungsang

589 Ribu Warga DKI Jakarta Sembuh dari COVID-19
Indonesia
589 Ribu Warga DKI Jakarta Sembuh dari COVID-19

total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 589.486 dengan tingkat kesembuhan 85,5 persen

Puluhan Bus AKAP Dihalau Masuk Terminal Giwangan Jogja
Indonesia
Puluhan Bus AKAP Dihalau Masuk Terminal Giwangan Jogja

Puluhan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dihalau masuk Terminal Giwangan Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari pertama larangan mudik nasional.

Sembako Kena PPN, PKS: Berhentilah Menguji Kesabaran Rakyat
Indonesia
Sembako Kena PPN, PKS: Berhentilah Menguji Kesabaran Rakyat

Seharusnya pemerintah kreatif mencari sumber pendapatan negara

Sepanjang 2020, Belasan Anggota Polda Jateng Diberhentikan Tidak Hormat
Indonesia
Sepanjang 2020, Belasan Anggota Polda Jateng Diberhentikan Tidak Hormat

Polda Jawa Tengah telah menghentikan tidak hormat sebanyak 18 anggota sepanjang 2020.

E-Commerce Tumbuh Tinggi, Indonesia Ajukan Diri Jadi Anggota POC
Indonesia
E-Commerce Tumbuh Tinggi, Indonesia Ajukan Diri Jadi Anggota POC

Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia naik 33,2 persen dari Rp 253 triliun pada 2020, menjadi Rp337 triliun tahun ini.

Enam Ribu Orang Jalani Vaksinasi di Sejumlah Stasiun KRL
Indonesia
Enam Ribu Orang Jalani Vaksinasi di Sejumlah Stasiun KRL

“Hingga hari ini, tercatat hampir 6 ribu orang sudah divaksin,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/8).

Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari
Indonesia
Libur Panjang, Ragunan Cuma Terima 2000 Wisatawan Per Hari

Dari banyak wahana, dua wahana, yaitu taman satwa anak dan pusat primata schumutser masih belum dibuka.

Razia di Kamar Tahanan Rutan Klas IA Surakarta, Petugas Temukan Sajam dan Narkoba
Indonesia
Razia di Kamar Tahanan Rutan Klas IA Surakarta, Petugas Temukan Sajam dan Narkoba

Tim gabungan Polresta Surakarta, Jawa Tengah dan petugas sipir menggelar razia besar-besaran di dalam kamar yang dihuni 432 warga binaan Rutan Klas IA Surakarta, Jumat (29/1) malam. Dari razia tersebut petugas menemukan belasan ponsel, sajam dan narkoba.