Pengamat Sosial UI Setuju Usul JHL Group Nakes Dapat Penghargaan Hingga Fasilitas Bekerja Petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengambil sampel darah saat melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem "drive thru" kepada pengguna kendaraan di Serpong, Kota Tangerang Sel

Merahputih.com - Pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Rissalwan Lubis setuju dengan usulan JHL Group agar pemerintah memberikan penghargaan 'Pahlawan Kemanusian' bagi tenaga medis yang menangani pasien COVID-19.

Para tenaga kesehatan layak menerima penghargaan dari negara karena menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

"Penghargaan memang perlu untuk semua pihak yang jadi garda terdepan penanganan COVID-19 ini ya," ujar Rissalwan kepada Merahputih.com, Minggu (20/9).

Baca Juga

JHL Group Usulkan Tenaga Medis Tangani COVID-19 Dianugerahi Piagam “Pahlawan Kemanusiaan”

Tapi, saat ini yang lebih dibutuhkan oleh tenaga medis ialah fasilitas bekerja agar mereka tidak mudah terpapar COVID-19 dari pasien, seperti Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Terlebih mereka juga membutuhkan tempat tinggal yang layak seperti yang digaungkan JHL Group. Tempat tinggal itu untuk mereka yang selesai bekerja menangani pasien corona. Sebab sekarang ini banyak masyarakat yang menguris petugas kesehatan dari kos atau kontrakan lantaran takut terpapar dari mereka.

Bahkan pemerintah diminta untuk menyediakan fasilitas penunjang lain untuk tenaga medis yaitu lokasi istirahat disela-sela tugasnya garda terdepam itu.

"Seperti yang sudah dilakukan dengan menyediakan blok khusus untuk tenaga medis di faskes layanan covid," jelasnya.

Yang tak kalah penting pemerintah wajib menyediakan kendaraan antar jemput bagi tenaga medis dari tempat tinggal ke lokasi rumah sakit ataupun sebaliknya.

"Perlu juga menyediakan antar jemput agar nakes bisa pulang ke rumah dengan lebih nyaman sebelum bertugas kembali," ungkapnya.

Petugas membersihkan kamar di Hotel Pakons, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, (9/5/2020). Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan dua hotel, yaitu hotel Permata dan hotel Pakons menjadi tempat tinggal para tenaga medis selama menangani COVID-19. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Ia menilai, untuk saat ini pemerintah masih kurang memperhatikan fasilitas yang diperlukan tenaga medis dalam penanganan corona tiap harinya.

"Di beberapa tempat mungkin sudah, tapi saya kira belum merata ya," beber dia.

Sebelumnya, Founder JHL Group, Jerry Hermawan Lo mengaku bersedih ketika ada sejumlah tenaga medis yang diusir dari rumah kos atau kontrakannya.

Tenaga medis itu diusir lantaran pemilik kontrakan atau warga sekitar khawatir terpapar virus darinya. “Padahal mereka (dokter dan perawat) sudah berjuang sepenuh hati,” katanya.

Karena itu, Jerry mengusulkan ke pemerintah untuk memperbanyak tempat tinggal yang layak sesuai dengan protokol COVID-19 bagi para tenaga medis yang membutuhkannya. “Itu (tempat tinggal layak) sangat penting untuk mereka,” ujarnya.

Bahkan Jerry mengusulkan kepada pemerintah untuk menganugerahi piagam atau tanda penghargaan “Pahlawan Kemanusiaan” kepada para dokter dan tenaga medis.

“Piagam penghargaan ‘Pahlawan Kemanusiaan’ ini harus diberikan kepada dokter dan tenaga medis yang gugur maupun yang sampai sekarang masih bertugas dan berjuang dengan tulus,” kata Jerry.

“Jasa mereka semua sangat besar untuk kemanusiaan,” imbuhnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komentari Status Red Notice Djoko Tjandra Hilang, Jaksa Agung: Itu Selamanya Sampai Tertangkap
Indonesia
Komentari Status Red Notice Djoko Tjandra Hilang, Jaksa Agung: Itu Selamanya Sampai Tertangkap

Red notice terhadap Djoko sudah diajukan ke Interpol sejak 2009.

Anies Akui Tak Bisa Berpendapat di Hadapan Jokowi Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Akui Tak Bisa Berpendapat di Hadapan Jokowi Soal UU Cipta Kerja

Anies menjelaskan seluruh keterangan disampaikan Jokowi dan tim kepresidenan

Bacakan Replik, JPU Tetap Teguh Aurelia Layak Dihukum 11 Tahun
Indonesia
Bacakan Replik, JPU Tetap Teguh Aurelia Layak Dihukum 11 Tahun

Jaksa Haerdin mengatakan, dalam pembelaanya, Aurelia dan tim kuasa hukum tak memberikan informasi yang meringankan bagi terdakwa.

Anies dan Pemprov DKI Raih TOP Digital Awards 2020
Indonesia
Anies dan Pemprov DKI Raih TOP Digital Awards 2020

Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meraih penghargaan TOP Digital Awards 2020.

Catat! Ini Sanksi Bagi Warga yang Nekat Mudik
Indonesia
Catat! Ini Sanksi Bagi Warga yang Nekat Mudik

Sesuai aturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan

Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya
Dunia
Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya

Bagi yang menerima dua suntikan dengan interval 28 hari serekonversinya bisa mencapai 100 persen.

Pemprov DKI Tegaskan Saham Bir di PT Delta Tak Naik
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan Saham Bir di PT Delta Tak Naik

Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak ada penambahan saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta

Irjen Fadil Imran Spesialis Reskrim Jakarta Kembali Ke Ibu Kota
Indonesia
Irjen Fadil Imran Spesialis Reskrim Jakarta Kembali Ke Ibu Kota

Keputusan pencopotan dua kapolda yakni Jawa Barat dan Jakarta, karena dinilai gagal menegakkan protokol kesehatan COVID-19.

Politisi PKS Harap Regulasi Perlindungan Tokoh Agama Segera Dirumuskan
Indonesia
Politisi PKS Harap Regulasi Perlindungan Tokoh Agama Segera Dirumuskan

Para tokoh agama berhak memperoleh perlindungan dari tindakan persekusi, kekerasan fisik maupun nonfisik

34 Mahasiswa Teologi Bethel Petamburan Digiring ke RSD Wisma Atlet
Indonesia
34 Mahasiswa Teologi Bethel Petamburan Digiring ke RSD Wisma Atlet

"Karena kualitas karantina medisnya lebih optimal daripada mereka tetap di asrama," kata Erizon