Pengamat Politik Usulkan Eks Kombatan ISIS Dikarantina Seperti Suspect Virus Corona Pengamat Politik Boni Hargnes (Foto: merahputih.com/Gomes)

MerahPutih.Com - Pengamat politik Boni Hargens menilai, rencana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memulangkan 660 warga Indonesia yang tergabung dengan ISIS di Timur Tengah, perlu dirumuskan pertimbangan yang komprehensif.

Menurut Boni, para kombatan itu juga warga negara yang memiliki hak asasi yang di dalamnya negara secara etis dituntut memberikan perlindungan.

Baca Juga:

PKS Ingatkan Pemulangan 600 Eks ISIS ke Indonesia Sesuai Amanat UUD 1945

"Sejahat apapun seorang warga negara, harus selalu ada ruang pengampunan di dalam ranah hukum positif entah bentuknya seperti apa," kata Boni kepada wartawan, Kamis (6/2).

Boni mengakui, harus akui bahwa repatriasi eks teroris tidak mudah. Dilemanya cukup serius karena di satu sisi, meskipun mereka memiliki hak asasi yang perlu dilindungi negara, mereka juga berpotensi menjadi masalah bagi keselamatan banyak orang lain.

Pengamat politik Boni Hargens sarankan Eks WNI kombatan ISIS dikarantina seperti virus corona
Pengamat Politik Boni Hargens (MP/Bartolomeus Papu)

"Di lain sisi, negara akan tampak kehilangan kualitas moralnya ketika membiarkan warganegaranya melarat di luar negeri meksipun karena kesalahannya sendiri. Dalam situasi seperti ini perlu ada jalan tengah," jelas Boni.

Boni mengusulkan, repatriasi secara bertahap. Pertama, para eks ISIS ini dilokalisasi di suatu tempat seperti warga yang datang dari Cina ditampung di Natuna untuk redoktrinasi nilai-nilai dasar tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai NKRI.

Perlu ada proyek semacam “cuci ulang otak” sebelum mereka boleh bergabung dalam kehidupan social dengan masyarakat yang lain. Ideologi teroris itu bukan hal yang sederhana untuk dikikis atau dinetralisir.

"Butuh waktu. Untuk itu, mesti ada regulasi yang jelas dari pemerintah tentang bagaimana proses redoktrinasi sebagai langkah awal dari tahapan repatriasi," terang dia.

Kedua, setelah “cuci otak” berhasil dilaksanakan, para warga eks ISIS ini mesti diberi kepastian tentang matapencaharian, ruang social tempat mereka akan tinggal di tanah air.

Akan sangat problematic kalau mereka kembali tinggal di kampung asal mereka. Hal itu merugikan diri sendiri sekaligus masyarakat di sekitarnya. Stigma sebagai teroris akan terus menjadi aib yang merusak kebahagiaan hidup mereka di tengah masyarakat.

Eks WNI simpatisan ISIS kini masih berada di Timur Tengah
Ratusan eks WNI yang menjadi simpatisan ISIS kini masih terkatung-katung di Suriah (ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said)/

Masyarakat juga akan selalu waspada dan curiga. Kehidupan macam itu akan sangat rumit. Untuk itu, perlu ada pemukiman khusus untuk mereka dengan sumber pencaharian yang jelas yang sudah dirancang oleh negara.

"Langkah ini berguna juga untuk surveillance oleh agensi terkait untuk memastikan pengawasan tentang perkembangan perilaku mereka setelah kembali ke tanah air," kata Boni.

Setelah kembali menetap di tanah air, pemerintah harus sudah memikirkan segala bentuk ekses negative yang mungkin terjadi akibat perlakuan negara terhadap mereka.

Perlakuan yang terlalu istimewa bisa memicu kecemburuan di kalangan masyarakat lain dan bahkan menyuburkan semangat untuk bergabung dengan jaringan teroris karena merasa teroris dapat diampuni.

Hal macam ini harus sudah menjadi bagian dari pertimbangan. Sebaliknya, kalau perlakuan negara terlalu dianggap “kejam” maka hal itu akan menjadi dendam sejarah yang terwariskan pada generasi berikutnya dalam keluarga eks ISIS.

"Artinya, kita sedang memelihara bom waktu. Lantas bagaimana pendekatan yang ideal?," terang Boni.

Baca Juga:

Ketua MPR Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Pemulangan Eks Simpatisan ISIS

Boni mengusulkan, sebelum repatriasi perlu ada studi demografik yang komprehensif tentang keluarga eks ISIS, siapa yang secara ideologis paling radikal, siapa yang hanya ikut dan menjadi korban dari keputusan suami/ayah, dan seterusnya.

"Dari situ, negara dapat membuat skala yang mengelompokkan mereka berdasarkan derajat keberbahayaan atau tingkat bahaya yang mungkin mereka timbulkan. Repatriasi akan berkaitan dengan itu semua," pungkas Direktur Lembaga Pemilih Indonesia itu.(Knu)

Baca Juga:

Presiden Jokowi Kurang Sreg Eks Simpatisan ISIS Dipulangkan ke Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Masih Setia Tunggu Rekomendasi PDIP untuk Pilwalkot Solo 2020
Indonesia
Gibran Masih Setia Tunggu Rekomendasi PDIP untuk Pilwalkot Solo 2020

"Sambil menunggu rekomendasi turun saya tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya blusulan di kampung setiap hari," kata dia.

Proyek Wisata Super Premium Berpotensi Musnahkan Komodo
Indonesia
Proyek Wisata Super Premium Berpotensi Musnahkan Komodo

Menurut dia, pembangunan wisata super premium itu bisa menghilangkan keaslian kawasan yang selama telah nyaman dan cocok dengan kehidupan komodo.

Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK
Indonesia
Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK

"Terhitung mulai hari ini akan ditempatkan di Rutan KPK," ujar Hari.

 Asabri Tiarap, Anggota Polri Paling Banyak Kena Dampaknya
Indonesia
Asabri Tiarap, Anggota Polri Paling Banyak Kena Dampaknya

Personel kepolisian (Polri) ternyata lebih banyak terdaftar di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero).

Demokrat Ingin Kasus Jiwasraya Diselesaikan Secara Politik
Indonesia
Demokrat Ingin Kasus Jiwasraya Diselesaikan Secara Politik

Hak Angket dapat menyelidiki permasalahan Jiwasraya secara transparan dan akuntabel

  Sri Sultan Perintahkan Banbinkamtibmas Mendata Para Pemudik
Indonesia
Sri Sultan Perintahkan Banbinkamtibmas Mendata Para Pemudik

"Kami sudah minta babinsa dan pak RT mendata warga yang kembali ke Yogyakarta. Agar mudah kita pantau," tegas Sri Sultan

Rumah dan Ladang Digusur PTPN, Ratusan Petani dari Deli Serdang Mengadu ke Jokowi
Indonesia
Rumah dan Ladang Digusur PTPN, Ratusan Petani dari Deli Serdang Mengadu ke Jokowi

Perjalanan ribuan kilometer itu dilakukan sebagai bentuk protes setelah sejumlah rumah dan ladang di dua desa itu digusur PTPN II.

Update Corona di DKI Kamis (4/6): 7.601 Positif, 2.608 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona di DKI Kamis (4/6): 7.601 Positif, 2.608 Orang Sembuh

Ada 1.670 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.793 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

KPK Tetapkan Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Tersangka
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur Tersangka

Ismunandar dan Encek Unguria diduga menerima suap bersama tiga tersangka lain

Gunung Merapi Erupsi, Warga Magelang Tetap Pergi ke Ladang
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Warga Magelang Tetap Pergi ke Ladang

Sampai saat ini tidak ada laporan yang terdampak hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang