Pengamat: Perpanjangan Darurat Corona Berimbas Pada Penurunan Arus Mudik Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno (Foto: unikasoegija.ac.id)

MerahPutih.Com - Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai, adanya perpanjangan status masa darurat virus corona hingga lewat lebaran atau tepatnya 29 Mei akan berimbas pada penurunan arus mudik di Indonesia.

Sebab menurut Djoko, akan ada persyaratan-persyaratan yang sitemnya perketatan oleh pemerintah bagi masyarajat yang ingin bertemu sanak keluarga di kampung.

Baca Juga:

Mendagri Tito Tegaskan Lockdown Otoritas Pemerintah Pusat

"Kalau kebijakan pemerintah nanti mungkin agar di perketat mudiknya dengan syarat-syarat tertentu akan jadi menurun. Tapi makannya kita menunggu aja apa kriteria mudik," jelas Djoko saat dihubungi merahputih.com, Selasa (17/3).

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno ungkap pandemi corona pengaruhi arus mudik
Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno (Foto: Dok Pribadi)

Menurut dia, syarat itu nantinya sebuah imbawan agar warga yang terkena atau diduga terpapar COVID-19 tak dibawa ikut pulang kampung. Bila hal itu dipaksakan dikhawatirkan akan meluar ke orang lain.

"Jangan sampai nanti orang sakit di Jakarta bawa ke daerah itu kan yang dikhawatirkan begitu. Dia kelelahan dan sebagaianya," papar dia.

Namun demikian, kata Djoko, masyarakat harus melihat perkembangan virus mematikan ini hingga dua minggu kedepan. Lantaran hingga kini pemerintah tengah bertuangan mengatasi COVID-19.

Djoko mengatakan, bila virus ini berkepanjangan sampai hari raya Idul Fitri pemerintah wajib menyiapkan transportasi mudik yang nyaman dan sehat bagi masyarakat.

Untuk itu Menteri Perhubungan (Menhub) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI harus besinergi untuk menghadirkan transportasi mudik agar terbebas dari penularan virus corona.

"Pemerintah harus menyiapkan transportasi mudik lebaran yang anan, nyaman dan sehat," jelas dia.

Djoko juga bepesan, kepada masyarakat untuk tidak menggunakan sepeda motor sebagai transportasi mudik. Karena rentan kecelakaan dan bisa terpapar corona lantaran kelelahan berkendara. Di mana orang yang dalam kondisi tubuh kurang fit mudah terserang corona.

"Mungkin perjalanan jarak jauh dihindarin lah jangan bercape-cape ria seumpamannya naik sepeda motor itu harus dihindari kalau dia lelah mudah terjangkit," tutupnya.

Baca Juga:

Dampak Solo KLB Corona, Penumpang Angkutan Umum BST dan Freeder Turun 100 Persen

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang status masa darurat bencana wabah akibat virus corona.

Dalam surat keputusan nomor 13 A Tahun 2020, Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo menuliskan keadaan darurat ini diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020.

"Perpanjangan Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (sembilan puluh satu) hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020," demikian pernyataan resmi BNPB.(Asp)

Baca Juga:

Keukeuh Minta Pasien Bergejala Corona Isolasi Diri, Pemerintah Harap Keluarga Ikhlas

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH