Papua Harusnya Di-Tinombala-kan, Saran Pengamat Intelijen Jenazah korban pembunuhan di Papua tiba di hanggar bandara Mozes Kilangin Timika (tribratanews.papua.polri.go.id)

Merahputih.com - Pengamat Militer dan Intelijen, Jerry Indrawan menilai, perlu ada sikap tegas dari pemerintah untuk menangani Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan puluhan pekerja trans Papua.

Pemerintah disarankan segera mengambil langkah operasi militer layaknya Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah atau menetapkan darurat militer di Papua.

Menurut Jerry, operasi militer itu perlu dilakukan, karena sudah sangat jelas aksi itu bukan kriminal bersenjata biasa melainkan pemberontak bersenjata yang ingin memerdekakan Papua.

"Ini jelas gerakan OPM, pemberontak bersenjata, jadi pendekatannya bukan lagi yang biasa, dulu pendekatan presiden dahulu pendekatan pengamanan, kalau Presiden Jokowi pendekatan kesejahteraan, BBM satu harga, infrastruktur, kita lihat pendekatan keamanan melawan, pendekatan kesejahteraan melawan. Saya kira sebetulnya diterapkan di Papua bukan lagi pendekatan seperti itu," kata Jerry, Sabtu (8/12).

panglima TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menghadiri penyerahan jenazah karyawan PT Istaka Karya di Hanggar Airfast, Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Jumat (7/12) (puspen TNI)

Jerry menjabarkan operasi darurat militer perlu diterapkan di Papua untuk mengikis habis OPM. Dengan catatan operasi hanya diberlakukan di Pegunungan Papua. "Mungkin DOM di Papua bukan di kota, ya tapi operasi militer seperti di Tinombala," terangnya.

Karena untuk menghadapi OPM, kata Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta itu, tidak bisa lagi dengan pendekatan semacam tadi. Mereka memang dianggap kelompok bersenjata, pemberontak, separatis yang harus ditangani TNI bukan lagi polisi.

"Menurut saya ini yang belum, kalau secara aturan masih menggunakan hukum sipil. Padahal sudah puluhan tahun OPM ini," ujar Jerry. (Fdi)

Kredit : fadhli


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH