Pengamat Nilai Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan Rizieq Pulang ke Indonesia Rizieq saat berorasi dalam Aksi 212 jilid II di depan gedung DPR/MPR, Selasa (21/02). (MP/Dery Ridwansah)

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai, rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab tak ada yang perlu menjadi atensi dari institusi keamanan negara.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan kepulangan HRS ke tanah air,” katanya kepada wartawan yang dikutip, Jumat (6/11).

Baca Juga:

Agenda Utama Reuni 212: Pulangkan Habib Rizieq hingga Desak Proses Hukum Sukmawati

Kepulangan Rizieq adalah hal yang sangat wajar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di luar negeri.

“Hak setiap warga negara Indonesia yang berada di negara lain untuk pulang ke tanah air, selama sesuai prosedur dan tidak ada hambatan,” kata Stanislaus

Rizieq Shihab. (MP/Dery Rindwansah)
Rizieq Shihab. (MP/Dery Rindwansah)

Ia juga menilai kehadiran Rizieq kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun stay di Arab Saudi tidak ada yang istimewa.

Sama seperti orang-orang Indonesia yang juga usai bepergian ke Arab Saudi atau negara-negara lainnya. “Kepulangan HRS adalah hal yang normatif,” ujarnya.

Baca Juga:

Eks Menteri Gus Dur Anggap Reuni 212 Cuma Alat Memelihara Massa Habib Rizieq

Kemudian, analis keamanan yang merupakan lulusan S2 Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) itu memandang bahwa sebetulnya sosok suami Syarifah Fadhlun bin Yahya itu sudah sangat kuat, sehingga penyambutan yang rencananya akan digelar secara besar-besaran oleh para simpatisannya juga terkesan wajar saja.

“Bagi para pendukung dan yang bersimpati dengan HRS (Habib Rizieq Shihab) juga sangat wajar jika melakukan penyambutan mengingat pengaruh HRS yang cukup kuat,” terangnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejagung Diminta Transparan Usut Dugaan Pelanggaran HAM Peristiwa Paniai
Indonesia
Kejagung Diminta Transparan Usut Dugaan Pelanggaran HAM Peristiwa Paniai

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Kejaksaan Agung transparan dalam mengusut dugaan pelanggaran HAM berat peristiwa Paniai.

Penyebab Tabung Oksigen Melonjak karena Banyak Permintaan dari Perorangan
Indonesia
Penyebab Tabung Oksigen Melonjak karena Banyak Permintaan dari Perorangan

Pelaku industri tabung gas oksigen kebanjiran pesanan di tengah peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa waktu terakhir

Begini Kata Wagub DKI Soal Fraksi PDIP Ancam Coret Anggaran Formula E
Indonesia
Begini Kata Wagub DKI Soal Fraksi PDIP Ancam Coret Anggaran Formula E

Pemprov DKI Jakarta menanggapi santai ancaman Fraksi PDI Perjuangan yang ingin mencoret anggaran terkait kegiatan penyelenggaraan Formula E di APBD Perubahan dan Rancangan APBD 2022.

Rp 2 Triliun Anggaran Kemenag Direalokasi untuk Penanganan COVID-19
Indonesia
Rp 2 Triliun Anggaran Kemenag Direalokasi untuk Penanganan COVID-19

Indonesia terus berjuang mengatasi pandemi COVID-19. Seluruh upaya dikerahkan, termasuk dengan merealokasi sejumlah program dan anggaran.

Anak Buah AHY Nilai Kalimat Risma Seolah Papua Sasaran Lokasi ASN Tak Becus
Indonesia
Anak Buah AHY Nilai Kalimat Risma Seolah Papua Sasaran Lokasi ASN Tak Becus

Jangan sampai kalimat ini terucap dari elit-elit lainnya

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Ditendang Presiden Jokowi dari Istana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Ditendang Presiden Jokowi dari Istana

Beredar sebuah video berdurasi 10.04 menit yang diunggah di Youtube pada tanggal 15/04/2021 oleh akun Suara Istana.

Ketua Bawaslu Sebut Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2020 Cuma 60 Persen
Indonesia
Ketua Bawaslu Sebut Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2020 Cuma 60 Persen

"Melihat hasil pilkada serentak di 270 daerah kabupaten/kota partisipasi pemilih sekitar 60 persen. Angkanya jauh dari partisipasi Pilpres 2019 lalu," ujar Abhan.

Polresta Surakarta Musnahkan 1.259 Knalpot Brong Seharga Rp 1 Miliar
Indonesia
Polresta Surakarta Musnahkan 1.259 Knalpot Brong Seharga Rp 1 Miliar

Kasus knalpot brong ini kerap muncul keluhan dari masyarakat

Soal Sumbangan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, PPATK: Setengahnya Juga Tidak Ada
Indonesia
Soal Sumbangan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, PPATK: Setengahnya Juga Tidak Ada

"Begini saya tidak boleh menyebut angka tapi sangat jauh. Boro-boro setengahnya juga ngga. Terlalu jauh," ujarnya.

Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai
Indonesia
Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai

Perkenalan antara Lili dan Syahrial disebut telah terjadi sebelum berkas perkara Syahrial tiba di meja Lili