Pengamat Nilai Relawan Ganjar Hingga Puan Ganggu Internal PDIP Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau rumah sakit lapangan TNI AD dan vaksinasi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/6). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemilihan Presiden 2024 masih tiga tahun lagi. Namun sudah banyak kelompok relawan yang muncul untuk mendeklarasikan sosok-sosok dianggap mumpuni bertarung di 2024. Diantaranya Sahabat Ganjar, hingga Barisan Relawan Puan Maharani Indonesia (Barani).

Pengamat politik Universitas Al-azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, munculnya kelompok relawan yang mendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani untuk maju Pilpres 2024 akan menggangu internal PDIP.

Baca Juga:

Survei Capres SMRC: Prabowo Menurun, Ganjar dan Anies Menguat

"Karena dianggap tidak mematuhi perintah partai atau Megawati, agar kader-kader PDIP tidak bicara soal pencapresan," kata Ujang kepada wartawan, Jumat, (12/11).

Baca Juga:

Survei SMRC: 14 Persen Masyarakat Percaya PKI Bakal Bangkit, Mayoritas dari Pemilih Prabowo-Sandi

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menilai, munculnya gerakan relawan yang mendukung Puan dan Ganjar merupakan hal wajar.

"Itu bagian dari dinamika berdemokrasi. Tak mungkin rakyat yang tergabung dalam relawan-relawan itu ditolak," ujarnya.

Baca Juga:

Ganjar Pranowo Sulit Didukung PDIP karena Masih Dikuasai Trah Soekarno

Ujang mengamini, internal PDIP berpotensi terbelah dengan adanya kubu Puan dan Ganjar. Namun, selama masih dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, PDIP dinilai akan tetap solid.

"Kecuali Mega sudah tak menjabat ketum lagi, baru PDIP akan rentan mengalami perpecahan," kata Ujang. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banding Ditolak, Menantu Rizieq Tetap Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus RS UMMI
Indonesia
Banding Ditolak, Menantu Rizieq Tetap Divonis 1 Tahun Penjara di Kasus RS UMMI

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak permohonan banding menantu Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas. Dengan demikian, ia tetap divonis 1 tahun terkait kasus swab RS Ummi Bogor.

35 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU
Indonesia
35 Partai Politik yang Terdaftar di Sipol KPU

"Jadi total jumlah parpol yang sudah memiliki akun SIPOL adalah sebanyak 35 parpol," kata anggota KPU RI, Idham Holik

KPK Duga Romahurmuziy Bersepakat Soal Pengurusan DAK dan DID 2018
Indonesia
KPK Duga Romahurmuziy Bersepakat Soal Pengurusan DAK dan DID 2018

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Romahurmuziy, Selasa (22/3). Romi, sapaan akrabnya, diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) 2018.

Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak Anggota Patwal Polda Metro Jaya
Indonesia
Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak Anggota Patwal Polda Metro Jaya

“Kami sedang dalami jadi kalau dari investigasi awal memang disampaikan dia sedang menelpon istrinya,” kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (28/10).

Segera, Masuk Kantor Wali Kota Jakbar Wajib Pakai Aplikasi Pedulilindungi
Indonesia
Segera, Masuk Kantor Wali Kota Jakbar Wajib Pakai Aplikasi Pedulilindungi

Sebagai contoh nanti kita terapkan di lingkungan kantor-kantor lain

Dua Wilayah DKI Diperkirakan Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Sore Hingga Malam
Indonesia
Dua Wilayah DKI Diperkirakan Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Sore Hingga Malam

Cuaca berawan diperkirakan terjadi secara merata di seluruh wilayah Jakarta pada Minggu pagi

Menkumham: Pancasila Harus Jadi Pedoman, Fondasi, dan Perekat
Indonesia
Menkumham: Pancasila Harus Jadi Pedoman, Fondasi, dan Perekat

Yasonna mengatakan bahwa Pancasila adalah pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjadi perekat keberagaman Indonesia.

Kejagung Periksa Eks Mendag M Lutfi Terkait Kasus CPO Besok
Indonesia
Kejagung Periksa Eks Mendag M Lutfi Terkait Kasus CPO Besok

Kejaksaan Agung (Kejagung) dijadwalkan memeriksa eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terkait tindak pidana dugaan korupsi pemberian fasilitas izin ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), Rabu (22/6).

Terima Kerja di Bareskrim, Novel Baswedan Cs Bakal Bersih dari 'Stempel' Tak Setia pada NKRI
Indonesia
Terima Kerja di Bareskrim, Novel Baswedan Cs Bakal Bersih dari 'Stempel' Tak Setia pada NKRI

Novel Baswedan ca bukan saja ahli dalam mengejar koruptor dan membongkar korupsinya

Selama Pandemi Ada, PPKM Akan Terus Diberlakukan
Indonesia
Selama Pandemi Ada, PPKM Akan Terus Diberlakukan

masyarakat kemungkinan akan hidup bersama COVID-19 hingga 5-10 tahun lagi, sebab virus sulit untuk dihilangkan namun bisa dikendalikan dengan protokol kesehatan dan vaksinasi.